Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 17 : Rencana Pertemuan


__ADS_3

"Terima kasih Alex, kamu memang bisa di andalkan. " Balas Andika.


###


Di tempat lain, Bu Widia dan Bu Dewi sepertinya sudah menyusun skenario untuk pertemuan kedua anak mereka.


"Kalau begitu hari minggu ini saja gimana mbak?. " Tanya bu Widia antusias mereka berdua saat ini sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan.


"Hari minggu ini? Ya udah nanti aku kasih tau ke anakku, anak kamu gimana dia mau kan sama anakku? . " Balas Bu Dewi tidak kalah antusias.


"Iya udah tenang aja, anakku bisa di atur kok, malah dia nyerahin semuanya ke aku, kalau anak kamu gimana?. " Tanya Bu Widia.


"Udah aman, tinggal pertemuan mereka aja nih yang buat aku degdegan, tau sendirikan anak-anak kita itu belum pernah ketemu sebelumnya. " Tutur Bi Dewi.


"Ah udahlah tenang aja, itumah bisa di atur, nanti kita kasih liat poto anak kita masing-masing aja gimana?. " Saran Bu Widia.


"Ah ide yang bagus, ya udah kirimin aku poto anak mu sekarang, aku jugabbakalan kirimin potonya Alea ke kamu biar nanti kamu kasih tunjuk ke anak lanangmu itu. " Balas Bu Dewi.


Mereka berdua kemudian berpisah dan kembali pulang ke rumah masing-masing.


###


Bu Dewi yang menyangka semuanya akan berjalan mulus tanpa kendala kini harus di buat kesal lagi dengan ulah Alea.

__ADS_1


"Hah minggu ini? Cepat banget, Alea nggak mau, lagi sibuk banget bentar lagi bakalan final semester, Alea harus nyiapin soal" Jerit histeris Alea.


Bu Dewi ternyata sedari tadi sudah menunggu Alea di depan pintu kamarnya.


Alea yang baru saja pulang dari aktivitasnya mengajar di kampus itu langsung di todong dengan pernyataan bahwa dirinya harus bertemu dengan laki-laki pilihan orang tuanya besok.


"Besok? Omg!. " Batin Alea meronta-ronta.


"Alea! Kamu sudah setuju beberapa hari yang lalu kenapa kamu gampang banget berubah pikirannya?. " Ujar Bu Dewi.


"Iya, aku emang udah bilang setuju, tapi bukan berarti pertemuannya mesti hari minggu besok! Mama aku udah ada janji sama teman-teman, nggak mungkin aku bohongin mereka dan nggak jadi ikut hanya karena mau ketemu sama laki-laki itu. " Balas Alea.


"Banyak alasan kamu, tadi alasannya mau bikin soal sekarang kamu ada janji sama teman-teman kamu itu! Kamu mau bikin mama malu?. " Pekik Bu Dewi sedikit emosi.


"Tapi ma, Alea nggak ada persiapan apa-..."


Skakmat.


Alea sudah tidak bisa berkata-kata lagi, jika mamanya sudah mengeluarkan ultimatum untuk mengusirnya dari rumah.


"Ya udah jam berapa?. " Tanya Alea pasrah.


"Jam 10 pagi, awas yah kalau kamu sampai nggak datang ke pertemuan itu! Mama langsung coret nama kamu dari karu keluarga. " Ancam Bu Dewi.

__ADS_1


"Iyaaaaaa!. " Balas Alea. Berlalu masuk ke dalam kamar meninggalkan mamanya.


Brak


Suara pintu yang di tutup dengan kasar.


"Aduh Tuhan, ampunilah anak durhaka itu. " Ucap Bu Dewi, tidak habis pikir dengan kelakuan anak perempuannya itu yang masih seperti anak remaja.


Sementara Alea yang kini berada di dalam kamarnya langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.


"Arrrggghhh, aduh gimana ini! . " Pekik Alea, jantungnya berdegup sangat cepat saat mengetahui pertemuannya akan di adakan besok.


Pertemuan mendadak tersebut sebenarnya tidak membuat Alea terlalu kaget, namun Alea tidak menyangka jika pertemuannya dengan laki-laki itu akan di lakukan secepat ini.


Alea bahkan sudah menyewa salah satu club untuk mengajak teman-temannya berpesta besok, sebelum kebebasannya benar-benar di renggut secara paksa.


"Masak iya aku harus batalin acara besok? Aduh malu banget aku!. " Pekik Alea memikirkan jika pestanya besok harus di batalkan, teman-temannya yang sudah ia undang akan bergunjing dan menertawakannya.


Alea tidak ingin hal itu terjadi.


"Ah aku punya ide, aku akan buat laki-laki itu langsung membatalkan perjodohan di pertemuan pertama, besok hari!." Pekik Alea.


###

__ADS_1


Di luar pintu kamar Alea, tanpa prempuan itu sadari Bu Dewi mendengar semua apa yang di ucapkan anak perempuannya itu.


Bersambung...


__ADS_2