Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 39 : Setipis Tissu


__ADS_3

"Rasain!. " Umpat Alea.


###


Alea benar-benar merasa tidak nyaman dengan baju tidur tipis yang saat ini di kenakannya, apalagi lagi dirinya harus tidur di sofa karena Andika tidak ingin mengalah kepada dirinya.


Meskipun kesal, Alea tetap tidak bisa melakukan banyak hal karena segala sesuatunya di urus oleh Andika. Di tambah ancaman-ancaman yang sering Andika lemparkan jika perempuan itu tidak menuruti ucapannya.


Seperti yang terjadi tadi.


"Aku menggunakan uang pribadiku untuk membayar hotel ini, meskipun yang mengurusnya adalah orang tua kita. " Ujar Andika.


"Dasar laki-laki perhitungan dan tidak punya hati, lalu aku harus tidur di mana? . " Pekik Alea.


"Terserah, tidur saja di lantai atau di sofa sana, aku tidak peduli malam ini kamu mau tidur dimana! Pokoknya jangan tidur di atas ranjang ini. " Ujar Andika.


"Memangnya kenapa kalau aku tidur di atas ranjang ini nersmaamu? Kau takut aku akan melakukan sesuatu yang buruk? Seperti mencekik lehermu saat kamu sudah terlelap?. " Balas Alea, mencoba menakut-nakuti suaminya itu.


"Coba saja, maka kamu tidak akan mendapatkan kebebasanmu lagi, kamu akan menajdi janda dalam semalam lalu hiduplah sebagai narapidana sepanjang usiamu. " Ancam Andika.

__ADS_1


Alea yang mendengar itu tidak dapat berkutik, tentu saja dirinya tidak ingin menjadi janda satu malam sekaligus narapidana seumur hidupnya.


"Dasar laki-laki brengsek, dedemit pelit! Laki-laki perhitungan. " Pekik Alea.


Seperti itulah yang membuat Alea akhirnya berakhir tidur di sofa malam ini. Dengan kesal Alea kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Aulia, kakaknya yang menyiapkan baju setipis tissu yang di kenakan Alea saat ini.


Panggilan terhubung. Tidak lama kemudian sebuah suara terdengar dari balik telepon.


"Halo, adikku sayang?. " Ujar Aulia, dengan nada suara yang mengantuk. Sepertinya Aulia sudah sempat tertidur.


"Heh, kamu kemanakan baju-bajuku? Kenapa yang ada di dalam lemari hanya ada baju setipis tissu ini? Kamu mau aku mati dalam keadaan membeku di bawah AC yang sangat dingin ini. " Cecar Alea. Menatap sinis ke arah Andika yang sudah tertidur lelap setelah mengatur AC di angka 16 derajat celcius.


"Hmm, bukannya baju yang kusiapkan itu bajumu juga, lagian kalau dingin minta di peluk saja sama suamimu. " Balas Aulia cuek.


"Aduh Alea, adikku yang polos dan manis, besok pagi akan ada orang yang mengantarkan pakaianmu, malam ini tidurlah dan minta suamimu untuk memelukmu erat-erat, selamat untuk malam pertamamu, bye. " Ucap Aulia sebelum perempuan itu memutuskan sambungan telepon.


Klik


Panggilan telepon berakhir.

__ADS_1


"Arghhh sialan dasar mak Lampir jahat! Aduh dingin banget lagi. " Pekik Alea histeris sembari memeluk tubuhnya sendiri.


Sementara Andika yang ternyata belum tertidur, nampak menahan tawanya mendengar pekikan Alea.


###


Ke esok anda harinya, Andika terbangun lebih dulu di banding Alea.


Andika kemudian beranjak dari tempat tidur lalu berjalan ke arah tirai lalu membukanya selebar mungkin, sehingga cahaya matahari pagi langsung masuk menembus jendela kaca di kamar hotel itu.


Andika ingin langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya namun, langkahnya terhenti saat pandangannya teralihkan pada Alea yang tertidur meringkuk seperti seorang bayi.


Perempuan itu nampak kedinginan, namun ada yang aneh.


"Bajuku?. " Gumam Andika, menyadari Alea mengenakan baju tidur miliknya yang memang tidak di pakainya semalam.


Alea mengenakan dua lapis baju, baju tidurnya yang tipis di tambah baju tidur Andika yang nampak tidak terkancing seluruhnya.


Dua handuk menutupi kakinya, yang meskipun mengenakan celana panjang Andika tetap saja perempuan itu merasa kedinginan karena suhu AC yang terlalu ekstim untuk tubuh Alea yang lebih nyaman tidur dalam suhu ruangan yang hangat.

__ADS_1


Andika tanpa sadar tersenyum memperhatikan wajah polos Alea yang sedang tertidur pulas.


Bersambung...


__ADS_2