
♥️♥️♥️
"Udah? lama banget luh udah kaya wadon." ucap Kamal.
"Kaya luh ora bae... udah yuk jalan." ucap Surya saat sudah duduk di boncengan . motor.
Sedangkan di dalam rumah, Sani menatap kepergian adik semata wayangnya dengan temannya Kamal.
"Mao maen kemana lagi tuh bocah, udah tau cape bukannya istirahat malah ngayab." gumam Sani sambil menonton televisi di ruang depan.
Di resto 🦆
"Ada lagi, pak?" tanya ka Tika pada customernya seorang bapak muda yang berdiri di depan kasir sambil menggendong balitanya.
"Udah, mbak itu aja.. nanti tolong di antar ya ke mobil saya." jawabnya.
"Di anter ya?"
"Iya mbak, bisa kan? cuma ke mobil kok." ucap bapak itu lagi.
"Bisa pak, tunggu bentar ya pak." ucap ka Tika.
Ka Tika melihat Novi yang sedang mencatat orderan di depan customer, sedangkan Nini mengantar makanan, Eka sedang mengantar makan juga tapi di stand lain, Fifi lagi ke toilet. Pak Aziz lagi nemenin tamunya pak Pangesta di meja keramat.
"Nay." panggil ka Tika pada akhirnya.
Naya yang lagi mengelap meja pun langsung menoleh pada ka Tika, "Apa ka?"
"Kamu, sini dulu." Naya pun langsung menghampiri ka Tika.
"Kamu, ikutin bapak ini ya.. nanti soalnya pesenannya minta di anter ke mobil." ucap ka Tika.
"Ya, ka."
"Ayo, mbak." ajak si bapak.
Sementara Naya mengikuti si bapak, ka Tika melanjutkan pekerjaan Naya yang belum selesai.
Naya pun berjalan di belakang mengikuti si bapak yang tengah menggendong balitanya melewati beberapa stand resto, terlihat karyawan resto dan juga para customer resto yang tengah makan menatap Naya penuh tanda tanya, ada yang senyum ada juga yang jutek, sedangkan Naya hanya memilih untuk mengikuti langkah kaki si bapak customer yang ingin nanti makanan nya di antar ke mobil.
"Maaf ya, mbak.. agak jauh nih.. tadi saya susah dapet tempat parkirnya mbak." ucap si bapak yang merasa tidak enak hati lantaran Naya harus berjalan cukup jauh.
"Iya, pak.. gak apa-apa." jawab Naya.
"Masa iya Naya marah, yang bener aja pak... kalo kata pak Pangesta mah customer adalah raja." batin Naya.
"Nanti tolong di anter ke sini ya, mbak." ucap si bapak yang sudah memegang pintu mobilnya.
"Iya, pak."
"Nanti di ketuk aja ya mbak, kacanya." ucap si bapak lagi memberi tahu.
"Beres pak, oh iya pak... bapak pesen buat makan di tempat apa di bawa pulang ya?" tanya Naya.
"Saya mau makan di dalam mobil, mbak."
"Mao pake sendok apa pake tangan pak? kalo pake tangan, biar sekalian nanti di bawain buat cuci tangan nya." jelas Naya biar gak bolak balik ke resto.
"Ah iya, ide bagus tuh mbak... sekalian tempat buat cuci tanganya jadi ya!"
"Iya pak... kalo gitu saya permisi pak" Naya undur diri.
"Iya, mbak." si bapak langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Eeet ya, customer ada-ada bae... ngapa ora makan bae si di resto, mana tempatnya jauh lagi." keluh Naya dalam gumamnya
__ADS_1
Kali ini Naya memilih jalan yang berbeda dengan yang tadi saat menuju mobil si bapak customer, Naya memilih jalan belakang, di mana hanya ada barisan mobil yang terparkir.
"Dari mana, Nay?" tanya a Awan yang melihat Naya jalan menuju resto.
"Dari ujung sono noh a." ucap Naya sambil menunjuk ke arah belakang, tempat si bapak customer memarkir mobilnya.
"Ngapain, Nay?" tanya Tohir.
"Ngikutin orang."
"Kurang kerjaan kamu, Nay." celetuk a Awan.
"Itu orang yang kurang kerjaan a, minta makanannya di anter ke mobil." ucap Naya.
"Oooh kirain ketemu cowok, Nay." ledek a Awan.
"Ya au." Naya langsung berjalan ke depan untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Dari mana kamu, Nay?" gantian pak Aziz yang bertanya pada Naya.
"Abis ngikutin orang pak, nanti minta pesenan nya di anter ke mobil." jelas Naya biar pak Aziz tidak bertanya-tanya lagi.
"Oh."
"Naya, ke depan pak." pamit Naya.
Naya langsung berdiri di sisi kanan kasir.
"Wah, ka Tika.. parah nih." ucap Naya yang melihat ka Tika sedang membuat bil.
"Parah kenapa? kamu lama banget Nay?" ucap ka Tika tanpa melihat ke arah Naya dan fokus pada bil yang sedang di buat nya.
"Jauh banget ka, ujung berung noh."
"Emang ka Nay, habis dari mana?" tanya Eka yang memberikan nampan bil berisi uang pada ka Tika.
"Beres." Naya langsung mengantar bil pada meja nomor 15.
"Ini kembaliannya ya." ucap ka Tika saat memberikan uang kembalian. Eka pun langsung mengantar kan kembali ke meja customer nya.
15 menit kemudian.
"Nay ini pesenan bapak yang tadi." ucap ka Tika sambil menenteng kantong plastik berisi dus bebek.
"Lah ka, orang nya makan di mobil, bukan di bungkus." jelas Naya.
"Emang tadi orang nya bilang di bungkus, Nay?"
"Tadi aku tanya ka, mao makan di mobil apa buat makan di rumah, terus orangnya bilang mao makan di mobil." jelas Naya lagi.
"Ya udah kalo gitu, biar di taro di piring dulu." ucap ka Tika.
Ka Tika membawa kantong plastik ke dapur lalu meletakkannya di atas meja panjang, "Ambil piring 2, Rion!" perintah ka Tika.
"Kenapa, ka?" tanya Rion sambil mengambilkan piring yang di minta ka Tika.
"Iya, orang nya mao makan di mobil... bantuin dong." ucap ka Tika.
Angga langsung mengambil jus alpukat dan melon yang sempat di taro dalam gelas plastik, lalu menuangnya ke dalam gelas jus.
Rion menata lalapan pada piring.
Ipul memindahkan potongan bebek ke atas piring.
Ka Tika membuka bungkusan plastik pada nasi yang sudah di cetak lalu memindahkan nya ke piring.
__ADS_1
Naya menyusul ka Tika yang berada di dapur.
"Angga, sekalian bowling stanlis isi air... 2 ya." ucap Naya.
"Buat apaan, Nay?" tanya ka Tika.
"Orangnya mao makan pake tangan, ka." jelas Naya.
Angga langsung mengambil bowling stanlis dan mengisinya dengan air.
"Eeet bujuk, orang kaya makan pake tangan!" seru Ipul.
Naya mengantar pesenan bersama dengan Nini ke mobil bapak customer tadi.
"Nanti piring nya saya taro di sana ya, mbak." ucap si bapak menunjukkan ke lantai kramik stand yang belum terisi.
"Iya, pak... kami permisi dulu, silahkan di nikmati pak." ucap Naya yang langsung berjalan kembali ke resto di temani Nini.
"Nanti kamu aja ya Ni, yang ngambil piring kotornya." ucap Nini.
"Iya."
Di saat yang lain sedang sibuk priper untuk tutup resto.
"Nay, piring kotor udah di ambil?" tanya ka Tika.
"Yang mana ka?" tanya Naya sambil mengambil tempat tisu dan menumpuknya di atas nampan.
"Itu loh yang tadi kita anter ke mobil." ucap Nini yang sambil menaruh botol kecap pada nampan.
"Belum, ka." jawab Naya.
"Ambil gih." ucap ka Tika yang lagi meriset kasir bersama dengan Novi.
"Oke, lanjutin ya Ni." ujar Naya yang langsung berjalan menuju mobil tadi dengan membawa sebuah nampan di tangannya.
Naya mendapati piring, gelas jus dan juga bowling stanlis yang berada di atas lantai, lalu memindahkannya ke nampan yang tadi di bawanya dengan menata agar muat dalam 1 nampan.
Naya mengambil piring nya dulu, lalu gelas jus dan terakhir bowling stanlis.
"Apaan tuh?" ucap Naya saat melihat ada kertas yang berada di tindihan bowling stanlis tadi.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
bersambung...
Naya nemu apaan ya?? 🙄🙄
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊
mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️
...like...
...komen...
...vote...
...⭐⭐⭐⭐⭐...
...🌹...
...☕...
...♥️...
__ADS_1
...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...