
πππ
Hati yang di landa rindu, amat berat untuk menjalani hari. Malam begitu terasa lama berganti siang, menanti datangnya malam, menjawab ke pastian akan hadirnya sosok yang di rindukan.
Begitu lah kata yang mampu melukiskan hati Naya. Dalam diamnya, menanti esok malam, berharap Surya datang ke rumah... merajut hari bersama, melewati hari bersama meski jarang berjumpa hanya menanyakan kabar lewat pesan singkat.
Sambil berdiri bersandar pada frozen, Naya yang lagi minum di dapur dengan tangan kirinya menatap layar hape.
"Ngelietin apaan, Nay? seruis amat." tanya Rion yang dari tadi memperhatikan tingkah Naya.
"Lagi ngelietin hape, ora ada yang ngirimin Naya pesen." jawab Naya.
"Eeet bujuk, luh kirim bae pesen ke nomor luh dewek Nay, dapet kan luh pesen." ledek Rion.
"Au." Naya menaruh gelasnya di pinggiran westafel dapur.
"Mao tanya dong, Rion." Naya menatap ke depan resto sambil memperhatikan bila ada customer yang masuk.
"Tanya apaan? cowok lagi ya?" tebak Rion.
"Ko Rion tau, kalo Nay mao tanya soal cowok?" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatel.
"Tau lah, Rion gitu."
"Kalo cowok nanya, 'besok masuk kerja apa?' itu artinya apa ya?" tanya Naya meminta pendapat Rion.
"Bisa jadi dia mao dateng ke rumah, tapi mastiin dulu, Naya ada gak di rumah." jelas Rion.
"Ooooh, gitu ya!"
"Emang, siapa yang nanya kaya gitu Nay?" tanya Rion.
"Ada lah, mao tau aja, hehehe." ucap Naya yang memilih berdiri di belakang mesin kasir.
Rion duduk di belakang ciler.
"Nay." panggil Rion.
"Apa?" jawab Naya tanpa melihat ke arah Rion.
"Kemaren Rion abis jemput Icha di kampus nya tau... Icha cantik ya Nay!" ujar Rion.
"Emang Rion baru tahu ya kalo Icha cantik?" tanya Naya.
"Icha tuh pake baju apa aja, cantik Nay." ujar Rion yang terus memuji Icha.
"Icha tuh lagi pas lahiran, katanya mah kelilit tali puser, makanya kalo kata orang dulu mah kalo kaya gitu mao pake baju apa aja cakep bae, pantes bae." ujar Naya.
"Gitu ya Nay." ucap Rion.
"Oh iya, tau kaga Rion." ucap Naya yang kini menghadap ke arah Rion.
"Tau apaan? Naya belom ngomong." ucap Rion.
"Tadi pagi, Surya dateng ke rumah Naya, pas ngelietin dia tuh ya, jantung Naya kenceeeeeeng banget jedag jedug gitu... itu ngapa ya?" tanya Naya yang di buat keheranan saat teringat kejadian saat Surya datang ke rumah tadi pagi.
"Ahahahaha, Naya, Naya... itu Surya tuh pacar luh? temen luh? apa mantan luh?" tanya Rion saat sudah bisa mengontrol tawanya.
"Mantan, dia yang mutusin Naya." ucap Naya.
"Luh masih ada rasa tuh ama mantan luh... emang luh bisa putus ama dia ngapa dah?" tanya Rion.
"Dia bae noh yang mikirnya jelek ke Naya, pake mikir Naya lagi selingkuh lah, apa lah... gak jelas dah kalo dia bilang putus tuh." ucap Naya.
"Bisa jadi dia lagi bosen ama Naya, makanya dia nyari gara-gara buat putus, bisa juga dia lagi deket juga ama cewek laen... yah cowok gak ada yang tau Nay." ucap Rion.
"Kalo Rion, ngapa ora nyari pacar?" tanya Naya.
"Lah ini kan, Rion lagi deketin Icha... tapi nanti kalo Rion jadi sama Icha, pendidikan Rion ama Icha beda Nay." ucap Rion.
"Beda ngapa?"
"Icha, makan bangku kuliah, Rion cuma tamatan SMK... kan jomplang Nay... takutnya jadi masalah ke depannya." ucap Rion.
"Setau Nay, Icha gak beda-beda in orang kok kalo mau berteman mah." celetuk Naya.
__ADS_1
"Itu kan temen Nay, beda lagi kalo urusannya buat temen hidup."
"Emang Rion serius ama Icha?" tanya Naya.
"Kalo di jalanin, ya serius lah Nay... sambil nabung buat masa depan." ucap Rion.
"Naya mah belom ke pikiran ke arah itu dah."
"Lah emang Naya ora punya target buat nikah?" tanya Rion.
"Belom kepikiran... sekarang aja baru mao 19 tahun, jalanin bae lah." ucap Naya.
"Mbak, mao pesen take away dong." ucap ibu-ibu cantik yang sudah berdiri di depan kasir.
"Boleh ibu, mau pesen apa ya?" tanya Naya ramah yang kini menghadap ke arah lawan bicaranya.
"Chicken gordon blue 1, cumi telung 1, sama bebek goreng dada 4 ya mbak." ucap ibu cantik berbaju hijau.
Naya mencatatnya.
"Saya ulangi ya bu, chicken gordon blue 1, cumi tepung 1 porsi, bebek goreng dada 4... ada lagi ibu?" tanya Naya setelah menyebutkan ulang pesenan ibu yang tengah berdiri di depan nya.
"Sambil nunggu, saya mau es jeruk ya mbak." ucap ibu itu lagi.
"Boleh, di tunggu ya bu!" ucap Naya.
"Saya langsung bayar atau nanti nih mbak?"
"Nanti juga gak apa, bu." jawab Naya.
"Ya udah, nanti aja ya mbak." ucap si ibu yang langsung duduk di meja depan kasir.
Rion langsung mengambil botol berisi perasan air jeruk dari dalam ciler.
"Ada yang masuk, Rion?" tanya pak Aziz yang duduk di tempat pengasapan.
"Ada, pak." jawab Rion.
"Orderan baru, ya!" ucap Naya.
"Chicken gordon blue 1, cumi tepung 1, bebek goreng dada 4 itu take away semuanya ya! es jeruk 1 buat minum di sini." ucap Naya menyebutkan pesenan yang baru di terimanya dan menempel kertas order di belakang ciler
Tohir langsung membesarkan nyala api, sambil menunggu minyak panas, Tohir mengeluarkan cumi dari dalam plastik dan menceburkannya ke tepung kering.
Rion langsung membuat es jeruk.
"Nay, es jeruk Nay." ucap Rion sambil menaruh segelas es jeruk di meja panjang.
"Meja mana nih, ka?" tanya Eka yang baru selesai dari toilet.
"Meja nomor 8, dengan kasir." ucap Naya.
Tohir memasukkan 4 potong dada bebek ke dalam wajan panas, di susul dengan chicken gordon blue di wajan yang berbeda.
Rion melanjutkan mengadoni cumi, cumi meluncur bebas di wajan dengan berbalut tepung, di tangan Rion, cumi tepung maupun ayam tepung, megar semua kalo di goreng.
Dreeet dreeet.
Pesan di hape Naya.
Naya melirik ke sekitar, takut terlihat kalo mau maenin hape.
"Tahan dulu deh, ada pak Aziz di belakang." batin Naya yang mengurungkan nietnya untuk melihat notifikasi hapenya.
"Siapa ya kira-kira yang ngirim pesan?" batin Naya bertanya-tanya.
Naya menyiapkan 2 strayfom dan juga dus bebek.
Tidak lupa menyiapkan lalapan yang di bungkus ke dalam plastik, menyiapkan sambal di dalam plastik klip, menyiapkan double saus saset untuk cumi tepung dan juga chicken gordon blue.
"Mbak." panggil ibu yang tadi memesan.
Eka langsung menghampiri nya.
"Bisa gak, kalo chicken gordon blue nya pake sambal bebek aja, saya gak mau pake saus saset." ujar si ibu.
__ADS_1
"Bisa, ibu... biar saya bilang dulu ya ke bagian pengemasan." ucap Eka.
"Iya, mbak." ucap si ibu yang langsung menyeruput habis minum nya.
"Ka, Nay." panggil Eka yang kini berdiri di dekat Naya di depan meja panjang.
"Ngapa?" tanya Naya.
Eka langsung mengambil saus saset yang sudah Naya siap kan dan di masukkan ke dalam tempat tisu yang di jadikan wadah untuk menyimpan saus saset.
"Ko di taro lagi si ka? kan ada cumi tepung ama chicken gordon blue." keluh Naya.
"Iya, tapi orangnya gak mau pake saus ka, maunya pake sambel bebek aja." ujar Eka menjekaskan alasan di balik sikapnya.
"Ibunya, ngomong ama Eka?" tanya Naya.
"Iya, barusan bae." Eka langsung mengambil plastik klip dan menuangkan sambal bebek ke dalam nya untuk chicken gordon blue.
"Nay, chicken gordon blue nih." ucap Rion.
Naya mengambilnya dari meja dapur, strayfom berisi chicken gordon blue lalu di masukkan ke dalam pula sambal bebek yang sudah di kemas oleh Eka.
Naya mengambil pulpen dari saku bajunya, dan menulis chicken gordon blue di atas penutup strayfom.
"Cumi tepung." ucap Rion lagi.
"Bebek goreng dada." ucap Tohir.
Eka mengambil strayfom berisi cumi dan memasukkan dua buah saus saset ke dalamnya lalu menutup dan ditulis cumi tepung pada penutupnya.
Naya mengambil dus berisi bebek goreng dada dan menaruh plastik berisi lalapan dan juga sambal ke dalamnya.
Mengambil kantong plastik dengan label dapur bebek dengan gambar bebek di depan nya, lalu memasukkan dus bebek di susul dengan strayfoam berisi chicken gordon blue dan yang terakhir strayfom berisi cumi tepung.
Naya menaruh kantong plastik di atas nampan.
Tanpa di komandoi, Eka langsung membawa nampan berisi kantong plastik ke ibu pemesannya.
Naya langsung membuatkan bil untuk pesenan yang sudah selesai di buat.
Eka menunggu Naya selesai membuat bil sambil memegang nampan bil, setelah selesai membuat bil, Naya menaruh kertas bil ke atas nampan bil yang sudah sedari tadi di pegang Eka.
"Permisi ibu cantik, ini bilnya." ucap Eka sambil meletakkan nampan bil di depan meja customer nya.
"Ah si embak, bisa aja... ini kembaliannya ambil aja." ucap si ibu yang langsung membawa pergi kantong plastik pesenannya.
"Ka Nay, kembaliannya tiga puluh enam ribu, sini!" ucap Eka sambil berbisik di sisi kiri Naya.
Naya menyerahkan uang kembalian pada Eka.
"Kenapa bisik-bisik?" tanya Naya yang ikut berbisik.
"Kembaliannya, kita bagi dua aja." ucap Eka menyerahkan uang delapan belas ribu pada Naya.
"Oke." jawab Naya yang langsung mengantongi uang pemberian Eka.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...favorit'in novel ane...
...πΉ yang di nanti...
...β yang di tunggu...
__ADS_1
...πΊπΊπΊsalam manis...