
"Terima aja Pak, masa treningkan 3 bulan." Ucap Bu Rani.
"Pembagian tugas,, gimana?" Tanya Pak Pangesta.
"Angga pernah buat jus,? Tanya Pak Aziz.
Angga menggelengkan kepalanya, "Belum pernah Pak,, di rumah gak ada blender. Kalo mau minum jus, paling beli Pak," tutur Angga.
"Tohir,, kamu belajar ngasep ya,, biar di ajarin sama a Awan nanti.." Kata Pak Aziz lagi.
"Terus kita bajunya gini Pak,,?" Tanya Tohir sambil melihat baju yang ia kenakan.
"Seragam gimana Rani.?" Tanya Pak Pangesta.
"Masih ada stok Pak.." Bu Rani pun langsung bangkit dari duduknya untuk mengambil seragam yang tersimpan di dalam meja kasir.
******
Jam pun sudah menunjukkan pukul sebelas malam kurang 10 menit, karna tadi rame dan masih ada Pak Pangesta dan Bu Leni.
Pak Aziz dan Bu Rani pun tidak berani untuk memerintah klossing. Sudah tahu dengan watak onernya ini. Jika masih ada 2 meja yang di duduki kastamer, tidak boleh langsung tutup.
"Maaf mba,, tutup jam berapa ya?" Tanya kastamer pria yang lagi memainkan ponselnya pada ka Tika.
"Jam 11 Pak.." Jawab ka Tika.
"Langsung buat billnya aja deh mba." Pinta pria tadi.
Ka Tika pun langsung membuatkan bill orang itu. Lalu menyerahkan pada Fifi.
"Ini Fi,," sambil menyodorkan nambil bill yang di atasnya terdapat kertas bill tagihan.
Sedangkan penghuni meja yang berada di depan kasir,, mba cantik karna wajahnya yang terlihat cantik dengan polesan make up,, melangkahkan kaki jenjangnya ke arah kasir sambil menenteng tas tangannya.
"Bill saya berapa mba.?" Tanyanya ramah dengan senyum manisnya.
"Pesanannya saya ulangi ya ka, tadi jus strawberry flot 1, bebek goreng dada 1, nasi 1 porsi.." ka Tika menyebutkan makanan yang tadi di pesan mba cantik.
"Iya benar."
Ka Tika langsung memainkan jari-jarinya di atas tombol-tombol yang terdapat pada mesin kasir.
"Semuanya jadi 31 ribu rupiah ka.." Kata ka Tika.
Mba cantik langsung menyerahkan selembar 50 ribu sambil berkata, "Kembaliannya ambil aja mba."
"Maaf ka, kami tidak menerima uang tips." sambil menyerahkan kembalian pada kaka cantik.
"Makasih ya,," mau tidak mau, mba cantik menerima uang kembaliannya sambil tersenyum pada ka Tika.
Fifi menghampiri ka Tika dengan membawa nampan bill kembali dengan di atasnya bertambah sejumlah uang dengan nominal yang ada pada tagihan bill.
"Uang pas ka.." Kata Fifi.
"Ya udah priper. Mang kalian gak ada yang mau pulang toh.??" Kata Bu Leni yang berdiri di depan kasir.
"Mau buuu.." Fifi, Naya, ka Tika serempak.
Mendengar perkataan Bu Leni, kami pun langsung mengambil tugas masing-masing untuk beres-beres priper pulang.
Semangat 45 dan priper selesai lebih cepat karena ada tambahan karyawan baru dan Ibu Leni pun ikut membantu serta. Sedangkan Pak Pangesta hanya duduk manis dengan di temani putung roko yang dari tadi di hisap, entah sudah berapa banyak putung roko yang ada di asbak.
"Ayo kita do'a dulu sebelum pulang.." Kata Pak Aziz. "Berdo'a sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, do'a mulai." katanya lagi sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Yang lain juga ikut berdo'a termasuk Ibu dan Bapak oner, siapa lagi kalo bukan Pak Pangesta dan ibu Leni.
"Do'a selesai.." Kata Pak Aziz.
"Jangan pulang dulu ya,, kita langsung makan di macdonald, pada lapar kan..?" Kata Pak Pangesta.
"Saya pulang aja Pak,, ayah saya udah jemput." Kata Naya menolak halus.
"Udah ikut aja Nay, nanti bisa di bawa pulang.." Bu Leni membujuk Naya, "Masa yang lain makan makan, kamu gak Nay?" katanya lagi.
"Iya deh Bu, saya ikut."
"Ayo semua ikut Bapak.." kata Pak Pangesta.
"Pak, saya bilang dulu sama ayah.." ucap Naya.
"Ya dah, nanti kamu nyusul ya Nay.." kata Bu Rani.
"Iya Bu.. Aku pun langsung berlari ke tempat ayahku berada.
Sedangkan yang lain berjalan menuju macdonald yang hanya perlu berjalan beberapa langkah.
Naya melihat ayah lagi duduk di atas motor bersama dengan Apri. Apri yang duduk manis di depan dengan badanya yang kecil masuk ke dalam jaket yang tengah ayah pakai, yang hanya memuncukan wajah mungil Apri.
"Yah, tunggu dulu yaa,,, mau pada ke Macdonald di traktir sama Pak bos." ucapku sambil mencium punggung tangan kanan ayah.
"Iya ayah tungguin, udah kamu jangan lari.."
"Apri tunggu sini dulu ya,, nanti kakak balik lagi." Kata ku sambil mencubit gemes pipi tembem Apri.
Aku pun langsung berjalan cepat agar bisa cepat berada di dalam macdonald.
Setelah di dalam macdonald aku pun langsung melihat keberadaan tim Dabek (Dapur Bebek) yang sedang duduk di bangku, sedangkan Bu Rani dan Bu Leni berada di kasir untuk memesan makanan.
"Engga Nay, aku di jemput gebetan." jawab Fifi.
"Oooo..
Bu Leni datang dengan membawa paket ayam chicken dengan ukuran jumbo, dan meletakkan di tengah-tengah meja.
"Bu,, itu jangan lupa ambilin tempat buat Naya bawa pulang, kasian bapaknya udah nunggu." kata Pak Pangesta pada istrinya.
"Iya Pak.." Bu Leni menyodorkan wadah untuk menaruh ayam dan nasi yang akan aku bawa pulang. " Ini Nay." Kata Bu Leni.
"Iya Bu, makasih banyak.."
"Ayo yang lain makan, di habiskan, nanti bisa nambah lagi." Kata Pak Pangesta.
Yang lain pun langsung mengambil jatahnya masing-masing dan memakannya dengan senang, kapan lagi di traktir sama big bos. Gak tiap hari juga kan. Pikiran meraka.
Setelah membungkus nasi dan ayam chicken,, aku pun langsung menghampiri Bu Leni dan Pak Pangesta untuk pamit pulang.
"Ibu, Bapak, Naya duluan ya.." Ucap ku sambil mencium punggung tangan kanan ke dua big bos bergantian.
"Iya, hati-hati di jalan." Kata Bu Leni. "Ini jangan lupa minumnya di bawa.." sambil menyodorkan minuman.
"Iya Bu.."
"Langsung pulang.." Kata Pak Pangesta.
"Iya Pak.." Setelahnya aku pun langsung berjalan menghampiri ayah dan Apri yang sudah menungguku dari tadi.
Sambil berjalan aku pun langsung memasukkan ayam chicken dan nasi ke dalam tas ransel yang aku kenakan. Sedangkan minumannya aku pegang.
__ADS_1
Naya mengetik pesan..
Naya
Aku pulang, di jemput ayah. Kamu udah pulang yank? Hari ini udah mulai kerjakan?
Surya
Iya,, ini aku lagi di jalan pulang juga,, bareng Tono.
Naya
Naek motor yank?
Surya
Gak, jalan kaki.
Naya
Yang semanget ya yank.
Surya
Iya.
"Ayo yah.." kata ku saat sudah berdiri di dekat ayah sambil memasukkan ponsel ke dalam saku baju dan menyangkutkan plastik minuman pada cantelan yang ada di motor.
"Apri pindah duduk di belakang ya sama kakak Nay.." bujuk ayah pada Apri.
"Gak mau.."
"Apri di belakang aja sama kakak yuk Pri,, tar kita makan ayam Pri di rumah. Kakak bawa ayam tepung looh Pri.
Mendengar kata ayam tepung, Apri pun langsung mau di pindah jadi duduk di tengah.
*******
.
.
.
bersambung.....
.
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊 😊😊
.
.
.
mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung author dengan
-------> like 👍
--------> koment ✍️
--------> vote ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
-------> tambah ke dalam list ♥️ favorit ya biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊