Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 79


__ADS_3

Salam manis para reader ☺️☺️☺️☺️


Akhirnya Cinta Tak Terpisahkan balik up date lagi nih..


Jangan lupa terus baca, kudu komen biar author tau kalo ada yang kurang dalam penulisan.


Boleh lah di kasih hadiah bunga, biar semangat nulis.


Kopi biar gak ngantuk 🤣🤣


Apa lagi kalo ada yang mau kasih vote, gak bakal author tolak ☺️☺️


Sambung lagi nih ke cerita Naya dan keluarga..


"Bagus ya, punya duit aya ora di bagi." omel bunda dengan wajah masamnya.


"Duit ceban doang, mao bagi pagimana?" tanya ayah yang sudah ikut duduk di lantai menanti bakso.


"Ngomelnya entar aja bun, kita makan bakso dulu." ujar Naya.


"Tuh bener kata anak luh, kita makan bakso dulu.. sini, sini." ucap ayah sambil menepuk lantai dengan telapak tangannya mengajak bunda agar duduk serta di lantai.


Melihat bakso yang baru di tuang Naya ke dalam mangkuk, membuat bunda menelan salivanya dengan kasar.


"Pokonya, tar jelasin ya bang!" pinta bunda yang masih penasaran dengan ceban ayah.


"Udah makan bae dulu tuh bakso.. ngoceh bae luh." omel ayah.


Bunda makan bakso semangkok berdua dengan ayah, sedangkan Naya makan sendiri. Menang banyak, Ani di bangunin gak mau bangun, milih tidur. Apri mah ga mau bakso, kalo mertabak, pasti bangun biar di kata mata ngantuk juga melek Apri mah.


"Ini buat bunda aja." ucap Naya yang sudah memindahkan 3 butir bakso ke dalam mangkuk bunda.


"Aduuuh anak bunda.. tau bae da'ah, bundanya kurang." ledek bunda.


"Tau lah, Naya gitu hahahah."


Dreeet dreeeet


Ponsel Naya yang berada di saku baju bergetar. Naya pun merogoh saku baju dan melihat panggilan siapa yang meneleponnya.


"Siapa Nay?" tanya bunda yang selalu ingin tahu.


"Surya." jawab Naya.


Naya pun menjawab panggilan masuk dari Surya.


Dengan tangan kirinya, Naya menempelkan ponsel ke telinganya, sedangkan tangan kanan Naya gunakan untuk menyuapkan bakso yang masih tersisa di mangkuk.


"Kamu, udah nyampe rumah yank?" ucap Surya di ujung telepon.


"Iya udah." jawab Naya sambil mengunyah bakso dalam mulutnya.


"Kok gak ngabarin aku, kalo udah nyampe rumah yank?" tanya Surya lagi.


"Iya lupa.. kamu udah nyampe rumah?" tanya Naya balik.


"Baru nyampe rumah, lagi ngasoh dulu di luar. Kamu lagi ngapain sih?"


"Aku?"


"Iya kamu, lagi ngapain yank?"


"Lagi makan bakso di rumah, ini ada ayah sama bunda."


"Surya, sini Surya.. makan bakso, enak tau." ucap bunda yang ikut menimpali, dengan suara yang di buat kenceng biar Surya mendengar.


"Iya bunda, makasih." jawab Surya yang mendengar omongan bunda.


"Iya bun, kata Surya makasih." ucap Naya pada bunda, menyampaikan jawaban dari Surya di sambungan teleponnya.


"Eeet ya, nenek-nenek, nyamber bae orang lagi telponan juga." ucap ayah sambil bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


"Ngapa sih luh, Adi.. ngoceh bae." omel bunda.


"Ya udah, kamu makan dulu gih.. aku matiin telponnya ya." ucap Surya yang merasa tidak enak mendengar perdebatan bunda dan ayah.


"Iya."


"Dah sayang."


"Iya, dah Surya."


"Eeet ya, sayang, apa yank atau bebnya mana? masa nama aku?"


"Gak enak, nanti di dengar bunda, sms aja ya!" ucap Naya setengah berbisik lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari Surya lagi.


Lalu Naya meletak'kan ponselnya di samping mangkuk bakso.


"Besok Naya mao bangun siang ah, bun!" seru Naya.


"Dih, ga ada yah.. anak bunda itu gak ada yang bangun siang. Harus pagi!" ucap bunda, "No no no no." ucap bunda lagi dengan menunjukkan jari telunjuk ke depan wajah Naya.


"Iiih, bunda.. apaan sih." ucap Naya sambil cemberut.


Bunda membawa mangkok yang sudah tinggal tersisa kuah bakso nya saja ke dapur.


Dreeet


Getaran pesan masuk dari ponsel Naya.


Surya


Kamu udah selesai belum makannya?


Naya


Belum


Surya


Naya


Makan sambil nonton televisi.


Surya


Besok aku ke rumah kamu jam 9 ya yank.


Naya


Jam 9 pagi apa malam? ke rumah Maya?


Surya


Jam 9 pagi, aku mau ajak kamu jalan-jalan, nanti sore baru ke rumah Maya.


Naya


Jalan-jalan ke mana yank?


Surya


Gak jauh-jauh, cuma Bintaro Plaza aja.


Naya


Kamu jangan lupa izin sama bunda.


Surya


Beres yank.


Bunda berdiri di depan pintu kamar Naya, memperhatikan Naya yang sedang makan sambil bermain ponsel, sambil sesekali melihat layar televisi.

__ADS_1


"Inget, jangan malam-malam Nay.. besok awas ya kalo di bangunin susah!" ancam bunda dengan bertolak pinggang.


"Paling jam 12 bun, kan seru tuh liet filmnya." ucap Naya yang menjadikan acara televisi sebagai alasan.


"Alesan kamu tuh Nay, Nay." ucap bunda sambil geleng-geleng kepala, "Bunda tidur dulu, Nay." ucap bunda lagi sambil berlalu.


"Iya, dah bunda." ucap Naya.


"Dari tadi napa bun tidurnya. hehehe." batin Naya yang bersorak saat tahu bunda akan pergi tidur.


"Nay, jangan lupa matiin televisi kalo mao tidur!" ucap bunda lagi sambil memunculkan kepalanya ke dalam kamar.


"Iyaaaa, udah bunda tidur ya, udah malam." ledek Naya yang berbarengan dengan isi baksonya habis, cuma tersisa kuah.


\*\*\*\*\*\*


Esok paginya.


"Nay, bangun Nay.. udah siang." ucap bunda sambil menepuk-nepuk bahu Naya.


"Ni, bangun Ni.. udah siang.. mao sekolah kaga luh?" ucap bunda yang kini berganti membangunkan Ani yang masih terlelap dalam tidurnya.


Naya dan Ani pun meregangkan otot-ototnya sambil mengulet.


"Abis sholat, tidur lagi ya bun?" tanya Naya yang masih enggang membuka matanya, masih enak tidur gitu. 🤣🤣


"Ayo pada bangun, udah siang, bantuin bunda." omel bunda yang sudah mematikan lampu kamar, kipas angin dan menarik gorden.


Bunda berjalan ke dapur untuk memasak, Ani pun berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


"Kaka kamu, belum bangun Ni?" tanya bunda saat Ani ke luar dari kamar mandi.


"Kayanya belum, bun." jawab Ani sambil berjalan ke kamar untuk mendirikan sholat subuh.


"Bunda lagi apa?" tanya Apri yang sudah berdiri di dapur.


"Bunda lagi mao masak nih, Apri bantuin bunda, mau gak?"


"Bantu apa, bunda?"


"Bangunin kaka Nay, suruh ngulek bumbu." ucap bunda pada Apri.


"Beres bunda." jawab Apri yang langsung berjalan meninggalkan bunda di dapur.


Bunda melanjutkan kegiatannya di dapur.


"Assalamualaikum." ucap ayah sambil membuka pintu, lalu melepaskan peci hitam yang ada di atas kepalanya dan menggantungnya di dinding.


"Waalaikum salam." jawab bunda dari dapur.


Di kamar Naya, Apri sedang berusaha membangunkan Naya dari tidurnya.


"Kaka, bangun.. udah siang." ucap Apri sambil menggoyangkan salah satu bahu Naya.


"Emmm." Naya membalikkan badannya.


"Kaka, bangun.. di suruh ngulek bumbu sama bunda." ucap Apri menyampaikan perkataan bunda pada Naya.


"Emmm." jawab Naya.


"Apri tau nih, biar kaka Nay bangun." batin Apri.


"Kaka, bangun.. ada om Surya noh di depan." ucap Apri sambil mengguncang bahu Naya lagi.


"Di mana, Pri?" jawab Naya yang langsung duduk dan membuka mata sambil mengucek kedua matanya dengan tangan.


"Ahahahha." Apri tertawa lepas melihat Naya yang langsung bangun saat nama Surya di sebut.


"Apriiiii." teriak Naya, yang baru sadar jika dirinya di kerjain Apri.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2