
Naya meraih hape dari saku bajunya dan mengetik pesan.
"Besok aku pulang jam 7 malam dari resto, besok kamu mau ke rumah gak yank?" isi pesan yang Naya kirim ke nomor Surya alias yank.
Naya menyimpan kembali hapenya ke dalam saku bajunya.
"Silahkan kan, dapur bebeknya." ucap Naya saat ada customer yang memasuki resto dapur bebek.
"Aku aja, Nay!" ucap Eka yang langsung merebut buku menu yang ada di tangan Naya.
Eka langsung menghampiri customer yang baru datang itu.
Tidak lama Ayu datang dengan membawa kertas catatan.
Novi mengambil kertas catatan dari tangan Ayu dan memberinya pada Tika.
"Ini, semuanya di bungkus?" tanya Tika yang melihat catatan yang di berikannya barusan dengan memicingkan kedua matanya.
"Lah ya au ya!" ucap Novi.
"Eeet, gimana sih!" omel Tika yang kembali menyerahkan kertas catatan pada Novi.
Novi membaca kertas catatan yang di buat Ayu.
Novi langsung mencondongkan tubuhnya ke sisi kiri kasir, dimana Ayu sedang berdiri.
"Ayu, ini yang di take away yang mana bae dah?" tanya Novi sambil mengarahkan kertas catatan yang tadi di berikan Ayu padanya.
"Oooooh ini Nov, yang nasi 2, bebek asap 2, sama cumi tepung yang di take away... selebihnya makan di sini." ucap Ayu menjelaskan pada Novi.
Novi yang sudah mengerti dari penjelasan Ayu pun langsung mengambil pulpen dan memberi lingkaran pada catatan Ayu.
"Laen kali kaya gini ya, biar tau mana yang makan di sini dan mana yang buat di take away." ucap Novi sambil mengarahkan kertas catatan yang sudah di beri tanda olehnya.
"Sip deh." jawab Ayu.
Novi pun kembali memberikan kertas catatan tadi pada Tika.
"Gini kan baru enak gue bacainnya." ucap Tika.
"Orderan baru nih ya!" seru Tika.
"Iya, apaan?" tanya Ipul yang sudah siap dengan capitan masaknya.
"Buat TO, nasi 2, bebek asap paha 2, cumi tepung 1... buat makan di sini, strawberry jus 1, strawberry flot 1, nasi 2, bebek goreng dada 1, entog asap paha 1." ucap Tika yang langsung menempelkan catatan pada belakang ciler.
"Yah elah, yang goreng ngapa atu biji doang si!" keluh Ipul yang langsung mencemplungkan bebek goreng dada ke wadah berisi minyak goreng panas.
Rion langsung membuat cumi tepung tanpa di suruh.
Sedangkan Angga langsung membuat jus strawberry.
Tohir menyiapkan bebek asap dan juga entog asap, sementara a Awan hanya mandorin Tohir.
Eka datang menghampiri kasir dengan menyodorkan kertas orderan.
"Orderan baru nih, ka!" ucap Novi sambil menyerahkan kertas catatan pada Tika.
Novi yang sudah membaca kertas catatan pun langsung mengambilkan air mineral dan juga tebs dari dalam ciler lalu meletakkan pada nampan.
"Meja 5 nih ya!" ucap Novi.
Naya pun langsung mengantarkan minuman pada meja nomor 5, meja yang barusan di order oleh Eka.
__ADS_1
Meja nomor 15 melihat Naya yang sedang membawakan minuman pada meja nomor 5.
"Nih, Pul banyak." ucap Tika.
"Apaan, ka?" tanya Ipul.
"Orderan baru, 2 ekor bebek goreng take away potong 6." ucap Tika.
"Widih, nih baru mantep." ucap Ipul yang bersemangat dapat 2 ekor bebek goreng.
Ipul pun langsung menggoreng 2 ekor bebek goreng.
Angga yang sudah rapih dengan jusnya langsung menyerahkan nya pada Tika yang sudah stand bay.
"Nih, meja 15 ya!" ucap Tika sambil meletakkan 2 gelas jus ke atas nampan.
Novi menaruh sedotan ke dalam gelas, di tambah sendok flot untuk strawberry flot.
Ayu langsung mengantarkan ke dua gelas jus ke meja 15, meja yang tadi di catat orderannya oleh Ayu.
"Permisi ibu, ini jus strawberry dan ini yang strawberry float." ucap Ayu sambil meletakkan gelas jus ke atas meja.
"Makasih ya, mbak."
"Iya, ibu sama-sama... di tunggu pesenannya ya bu!" ucap Ayu sebelum meninggal kan meja nomor 15.
Tidak lama cumi tepung matang, Tika yang melihatnya langsung meraih stryofoam dan memberikan plastik anti panas di dalamnya.
Dreeet, dreeet.
Merasa hapenya bergetar, Naya pun memilih berjalan ke sisi kiri kasir dan menyandarkan bahu kanannya ke tembok, lalu meraih hape yang ada di saku bajunya.
Melihat ada tanda pesan masuk, Naya pun membacanya.
"Iya, besok aku ke rumah kamu.. besok aku kan masuk pagi." isi pesan yang masuk ke hape Naya, dari Surya.
"Ehem, ehem... fokus kerja." sindir pak Aziz yang melihat Naya main hape.
"Udah kaga pak, balas dikit doang tadi." ucap Naya ngeles kaya bemo.
πππ
Malam sebelum pulang.
"Kalian udah liet kan jadwal buat besok?" tanya pak Aziz.
"Udah, pak." jawab yang lain serempak.
"Yang masuk pagi, setengah jam sebelum jam kerja, udah harus sampai di resto... priper seperti biasa... ada yang mau di tanyain?" ujar pak Aziz.
"Gak ada, pak." jawab yang lain lagi.
"Kalo gitu, berdo'a sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, do'a mulai." ucap pak Aziz, semua pun menundukkan kepalanya.
"Mudah-mudahan besok, beneran Surya dateng ke rumah... amiiin." batin Naya.
"Mudah-mudahan, Naya mao ngasih nomor hape si Icha." batin Rion.
"Mudah-mudahan besok gak ada kesalahan yang aku buat." batin Ayu.
"Berdo'a selesai." ucap pak Aziz mengakhiri do'a.
"Di jemput pacar, ka Ayu?" tanya Eka.
"Iya dong, mau jalan nih." jawab Ayu.
Naya langsung menghampiri ayah dan juga Apri yang berada di pangkalan ojek.
__ADS_1
Naya berjalan ke arah pangkalan ojek bersama dengan Novi.
"Tadi Rion ngomongin apaan, Nay?" tanya Novi ingin tahu.
"Yang mana ya, Nov?" tanya Naya yang tidak tahu arah pembicaraan Novi.
"Itu yang tadi lu berdua di belakang ciler." ucap Novi.
Belum Naya menjawab, Apri langsung berlari menghampiri Naya.
"Kaka, pulang." teriak Apri sambil merentangkan kedua tangannya.
"Iya, ini kaka pulang... Apri ikut jemput?" tanya Naya yang langsung menggendong Apri.
Novi yang sudah gemes melihat pipi tembem Apri pun langsung mencubit pipi Apri.
"Iiiih, Apri makin gemoy aja nih!" ucapnya.
"Sakiiiit." ucap Apri yang langsung menyingkirkan tangan Novi dari pipinya.
"Hahaha, bukan lu doang Nov yang gemes." ucap Naya yang memaklumi tingkah Novi.
Mereka bertiga pun langsung menuju tempat ayah Adi dan bapaknya Novi tengah duduk di pangkalan ojek.
"Yah." panggil Naya yang langsung mencium punggung tangan kanan ayah, ayah pun langsung berdiri tau Naya sudah di depannya.
"Hayo pulang." ucap ayah yang mengacu pada bapaknya Novi.
"Lah ya ayo." ucap bapaknya Novi.
Dreet... dreet...
Hape Naya bergetar tanda ada pesan masuk.
"Kamu, pulang ama siapa?" isi pesan dari Surya.
"Aku pulang sama ayah, Apri juga ikut jemput nih." balas Naya.
"Ayo, naek!" ucap ayah yang sudah memutar motornya.
Naya dan Apri pun naik, Apri memilih duduk di depan.
"Duluan, Di!" ucap bapaknya Novi yang sudah memacu motornya lebih dahulu.
Tidak lama, ayah pun memacu motornya memecah jalan raya menuju rumah.
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...favorit'in novel ane ya π...
...πΉ'nya di nanti...
...β'nya di tunggu...
...πΊπΊπΊsalam manisπΊπΊπΊ...
__ADS_1