Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 75


__ADS_3

Dafa yang tau kalo itu Naya yang sedang berjalan kaki, langsung membuka kaca helm yang menutupi kedua matanya lalu membunyikan klakson motornya.


Tiiin..


"Kamu baru mau berangkat, Nay?" tanya Dafa sambil berlalu dengan memperlambat laju kuda besinya.


"Iya bang." jawab Naya.


"Hati-hati." ujar Dafa lagi.


"Iya."


Dafa pun berlalu meninggalkan Naya yang sedang menuju jalan yang berlawanan dengan Dafa. Jelas berlawanan kan? Dafa mah baru pulang kerja, kalo Naya malah mau berangkat kerja.


Skip langsung di resto..


Karena ka Tika hari ini tidak masuk kerja yang di karenakan sedang mengambil jatah libur, yang membawa mesin kasir ke meja kasir pun di ambil alih oleh pak Aziz.


Hari ini bukan hanya ka Tika yang dapat jatah libur, ada juga Rion dari anak dapur dan Fifi dari anak waitres. Hanya bedanya Rion dan Fifi libur 1 hari, besok udah mulai kerja lagi. Sedangkan ka Tika mengambil jatah libur 3 hari berturut-turut dalam 1 bulan.


Semuanya sibuk melakukan aktivitas priper, anak depan yang merupakan anak waitres sibuk melakukan hal biasa yang di kerjakan mulai dari menyapu, mengepel, mengelap meja dan kursi, memindahkan serta menata meja panjang.


Setelah priper selesai, pak Aziz yang melihat anak waitres sudah mulai bersantai dan ada juga yang beristirahat sambil menunggu nasi matang dan membuka order.


Pak Aziz memanggil Naya dan juga Novi ke depan mesin kasir.


"Naya, Novi, bisa kalian kesini?" pinta pak Aziz.


Naya dan Novi pun langsung menghampiri pak Aziz yang sudah berdiri di belakang mesin kasir sambil menyenderkan bahu kiri pada dinding.


"Kalian, coba perhatikan bapak." ujar pak Aziz lagi.


Pak Aziz pun menjelaskan secara cepat singkat cara untuk mengoprasikan mesin kasir.


"Nanti kalo mau tutup resto, ada lagi cara untuk meriset transaksi selama 1 hari ini.. nanti semua jumlah item akan terlihat, dan ada juga yang berdasarkan jam transaksi berlangsung.. untuk sementara, kalo ada yang minta bil, di buat sama kalian berdua ya! secara bergantian aja." ujar pak Aziz.


"Tapi nanti di lietin kan pak?" tanya Novi yang mulai dag dig dug takut jika nanti pak Pangesta bakal datang ke resto.


"Iya, kalian tenang aja.. nanti bapak awasin kok." ucap pak Aziz menenangkan kegelisan Novi yang tercetak jelas dari raut wajahnya.


"Kamu, Nay?" tanya pak Aziz.


"Ngapa, pak?" tanya balik Naya yang bingung dengan pertanyaan pak Aziz.


"Kamu ngerti kan yang tadi bapak omongin?"


"Iya ngerti, pak." jawab Naya.


"Ya udah, jangan tegang Nov!" seru pak Aziz.


"Takut salah pak, terus kena omel pak Pangesta lagi." keluh Novi.


"Kalo di marahin karena salah, ya cukup bilang maaf aja Nov, biar pak Pangesta berhenti ngomelnya." jepas pak Aziz.


Allah huakbar Allah huakbar.....


"Pak, Novi sholat ashar duluan deh ya!" seru Novi yang mendengar kumandang adzan ashar.


"Iya Nov." ucap pak Aziz yang memberi izin pada Novi untuk sholat ashar.

__ADS_1


Setelah Novi pergi sholat ashar dengan Angga, pak Aziz menghampiri a Awan yang berda standby di tempat pengasapan.


"Gimana, Wan? beres?" tanya pak Aziz pada a Awan.


"Beres bos." jawab a Awan sambil mengacungkan jempolnya.


"Gak makan, Wan?" tanya pak Aziz.


"Nasinya belum mateng." ujar pak Aziz.


"Nasi udah mateng, Pul?" tanya pak Aziz, yang melihat Ipul lagi berada di dapur mengecek kematangan nasi.


"Udah, pak." jawab Ipul sambil menutup kembali penutup mejikomnya.


"Wan, nasi udah mateng!!" seru pak Aziz.


"Siap bos." ucap a Awan.


"Ayo Tohir, kita makan duluan." a Awan mengajak serta Tohir untuk makan sore bersama.


A Awan dan Tohir pun ke dapur dan mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan juga lauk yang tadi sempat a Awan beli di warteg.


"Duluan nih, pak." ujar a Awan.


"Iya, Wan.. makan Tohir, siapin bekel tenaga buat entar tempur di asap." pak Aziz yang menyemangati teman.


"Pul, kalo butuh bantuan.. bilang aja ya!" seru pak Aziz


"Iya, pak."


Merasa aman dengan pengasapan dan juga dapur, pak Aziz berjalan ke depan untuk melihat anak waitres.


Tapi kalo di resto lagi ada pak Pangesta, di wajibkan untuk anak waitres tetap berdiri standby seolah selalu siap untuk menyambut para customer yang akan singgah di resto.


"Kalian, gantian makan dulu gih.. mumpung masih sepi, nasi juga udah mateng, kita mulai open order yah!" ucap pak Aziz yang duduk di kursi meja nomor 2, sedangkan anak buanya Naya dan Nini duduk di meja nomor 6. Elisa dan Eka duduk di meja nomor 3.


"Aku duluan yah." ucap Eka, yang berjalan meninggalkan tempatnya duduk.


"Aku juga bareng sama kamu ya Ka, makannya." ucap Elisa, yang berjalan di belakang Eka.


Eka dan Elisa pun makan sore terlebih dahulu.


Tepat dengan kedatangan Novi yang sudah selesai dengan sholat ashar nya.


"Nov, sekalian aja kamu makan bareng Eka dan juga Elisa." ucap pak Aziz.


"Siap, pak." yang di jawab Novi dengan semangat.


Novi menyimpan kembali mukenanya ke dalam tasnya, lalu mengeluarkan bekal lauk yang Novi bawa dari rumah.


"Kalian nanti ya, setelah Eka dan juga Elisa." ujar pak Aziz.


"Iya, pak." jawab Naya dan juga Nini.


"Tanya gak, ya? tanya aja deh.. dari pada penasaran." batin Naya.


"Oh iya pak, aku mau tanya dong pak?" Naya yang ingat tentang Ayu yang menanyakan lowongan kerja


"Tanya apa, Nay?"

__ADS_1


"Masih ada lowongan gak pak?" tanya Naya yang berhasil mengutarakan isi hatinya.


"Buat siapa, Nay?"


"Buat teman, pak."


"Cewek atau cowok, apa jangan-jangan buat pacar kamu ya Nay?" tebak pak Aziz.


"Yeeeeh, si bapak mah.. teman aku cewek pak, teman sekolah dulunya." jelas Naya.


"Kirain buat pacar kamu, Nay!" seru pak Aziz yang malah meledek Naya.


"Pacar aku mah kapan juga udah kerja pak, masa nyari kerja lagi?"


"Ya kali aja waktu buat ketemu pacar susah, jadi kamu ngajak pacar kamu kerja di tempat yang sama gitu Nay sama kaya kamu."


"Lah ya kaga pak.". bantah Naya.


"Ya kali aja bener, iya gak Ni? kamu diem aja Ni?" tanya pak Aziz yang terkesan minta perkataannya di benarkah oleh Nini.


"Saya mah jadi pendengar bae dah, pak." jawab Nini.


"Kalo mau nyerahin surat lamaran kerja mah dateng aja Nay." jawab pak Aziz mengenai hal yang di tanyakan Naya.


"Oh gitu ya pak? besok deh Naya tanyain lagi ke teman, biar dia nyerahin lamaran kerja."


"Oke, bapak tunggu ya."


Eka, Novi dan Elsa muncul dengan membawa piring dan duduk di meja nomor 1.


"Pak, yang laen.. makan." Eka yang menawarkan makan pada pak Aziz dan yang lainnya.


"Iya, makan yang banyak ya." ucap pak Aziz.


"Banyak dari mana si pak, orang dapat jatah nasi aja seporsi." ujar Novi.


"Iya tuh, bener ka Novi." timpal Eka yang membenarkan perkataan Novi.


"Kalo mau nambah, ya bayar, hihihi." ledek pak Aziz.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung....


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊😊 dengan cara ↩️


β€’β€’β€’β€’β€’> πŸ‘ like


β€’β€’β€’β€’> ✍🏻 komen


β€’β€’β€’β€’> ⭐⭐⭐⭐⭐


β€’β€’β€’β€’β€’> vote


β€’β€’β€’β€’> πŸŽβ˜•πŸŒΉ


β€’β€’β€’> β™₯️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺


__ADS_2