
Jam 8 pagi, Naya dan bunda sedang menemani Apri menonton kartun kesukaannya apa lagi kalo bukan Doraemon.
Sedangkan Ani sedang menjemur seragam sekolah yang tadi sebelumnya sempat di cuci sambil ia mandi.
Sedangkan ayah lagi sibuk dengan tanaman hiasnya yang ada di taman mini buatan ayah.
Kalo tanaman bisa ngomong, mungkin tanaman itu akan berkata pada ayah. Pusing pala bebi di pindah pindah mulu sama ayah 😅😅😅.
Ting.
Suara notifikasi pesan masuk ke ponsel Naya.
Naya pun berjalan menuju kamar, meninggalkan bunda dan Apri yang masih asik dengan kartun Doraemon.
Naya meraih ponselnya yang di simpan di kamar. Lalu membaca pesan yang masuk ke ponselnya.
Surya
Kamu lagi apa yank?
Naya
Tadi lagi nemenin Apri nonton kartun. Kamu sendiri lagi apa yank?
Surya
Lagi tiduran aja sambil dengerin musik.
Naya
Fitri beneran pulangkan semalem?
Surya
Iya bener.
"Nay, kamu lagi apa?" Tanya bunda di depan pintu kamar Naya.
"Lagi smsan bun. Kenapa bun?" Tanya Naya.
"Itu di luar ada Fifi mau ketemu sama kamu Nay." Kata bunda.
Naya pun langsung keluar untuk menghampiri Fifi tetangganya Naya, rumah Naya dan Fifi hanya beda gang dengan Naya.
Fifi dan Naya dulu satu sekolah cuma beda kelas, umur Fifi dan Naya juga cuma beda bulan.
Naya pun melihat Fifi yang tengah duduk di teras sambil memperhatikan ayah Adi yang masih sibuk dengan tanaman hiasnya.
"Fi, kata bunda kamu cari aku?" Tanya Naya.
Fifi pun menyampaikan maksud tujuannya datang ke rumah Naya. Naya langsung duduk berhadapan dengan Fifi di teras untuk menyimak penuturan dari Fifi.
"Oh iya Nay. Aku mau ngajak kamu kerja Nay di tempat aku yang sekarang, kebetulan lagi butuh orang Nay. Aku inget kamu." Kata Fifi.
"Fifi emang sekarang kerja dimana?" Tanya bunda yang ikut duduk di samping Fifi.
"Fifi kerja di restoran bun, itu bun di sektor 9." Kata Fifi.
"Kamu kerja disana udah lama Fi?" Tanya Naya.
"Baru 2 hari kerja Nay. Restoran tempat aku kerja itu baru buka Nay." Kata Fifi.
"Kalo aku ikut kamu, aku harus bawa lamaran kerja Fi? Datangnya aku kapan Fi?" Tanya Naya.
"Kalo kamu mau Nay, nanti sore juga boleh Nay. Berangkat bareng sama aku, kita naek angkot aja. Kamu bawa lamaran kerja ya." Ucap Fifi.
"Gimana bun?" Tanya Naya pada bunda untuk meminta pendapat dari bunda.
__ADS_1
"Kalo bunda, yang penting kamu nyaman jalaninnya Nay." Saran bunda.
"Terus kerjaan yang di pabrik gimana bun?" Tanya Naya.
"Ya kamu ngundurin diri Nay, sayang loh kamu ada ijazah SMK. Pabrik tempat kamu kerja sekarang itu ga pake ijazahkan?" Tanya Fifi.
"Ga pake bawa lamaran malah Fi. Yang penting kalo di pabrik itu ada yang bawa kita kerja." Jawab Naya.
"Fi, bunda mau tanya dong." Kata bundapada Fifi.
"Tanya apa bun?" Ucap Fifi.
"Fifi kerja di restoran gajinya berapa Fi?" Tanya bunda yang penasaran dengan gaji.
"Perkiraan ya lumayan lah bun, lebih besar gaji di restoran dari pada di tempat Naya sekarang." Kata Fifi.
"Wah lumayan itu Nay, kalo kerjanya ngapain Fi?" Tanya bunda lagi.
"Kalo Fifi kerjanya nyatetin pesenan orang bun, terus nganter pesenannya ke tamu, sama bersih bersih bun. Nanti di arahin ko bun harus ngapain kitanya." Kata Fifi.
"Kalo tar sore berangkat, terus pulang jam berapa Fi?" Tanya Naya.
"Tar kita itu masuk jam 3 sore, terus pulang jam 11 malam Nay." Kata Fifi.
"Tar aku pake baju apa Fi?" Tanya Naya.
Fifi pun menjelaskan pada Naya apa saja yang harus di pakai untuk nanti kerja di restoran.
"Pake kemeja putih Nay, terus pake celana bahan item. Rambut kamu pake harnet Nay. Pake sepatu item ya Nay." Kata Fifi dengan detail.
"Kalo makeup Fi?" Tanya Naya.
"Ga usah tebel tebel Nay. Yang penting kita terlihat seger aja, ga kaya di rumah, kumel gitu. Hehehe." Kata Fifi sambil mencairkan suasana karena terlalu serius.
"Tapi aku bener langsung kerja Fi?" Tanya Naya.
"Iya Nay, kamu langsung kerja. Kan aku di suruh nyari orang yang mau kerja itu juga sama manajernya langsung Nay." Kata Fifi.
"Ya udah Nay, aku pulang ya. Kamu benar mau ikut aku kerjakan Nay?" Kata Fifi sambil berdiri.
"Iya mau Fi. Kita berangkat di anter sama ayah aku aja mau ga Fi?" Ajak Naya.
"Yeee, aku sama bapak aku aja lah Nay, bapak aku juga lagi ada di rumah." Kata Fifi.
"Oke deh." Kata Naya.
"Tar kita berangkat jam setengah 3 aja ya Nay." Kata Fifi.
"Oke. Makasih ya Fi." Kata Naya.
"Bun, Fifi pulang dulu ya." Pamit Fifi pada bunda sambil melambaikan tangan kanannya.
"Ga nginep Fi?" Tawar bunda.
"Ya au bun." Kata Fifi.
Setelah kepergian Fifi, Naya pun langsung masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan lamaran kerja yang akan di bawa nanti sore.
Melihat Naya hendak masuk ke dalam rumah, bunda pun berkata. "Mau kemana kamu Nay?"
"Naya mau siapin lamaran kerja bun, kan nanti sore harus di bawa." Kata Naya mengingatkan bunda.
"Kalo harnet gimana Nay? Kamu kan ga punya." Kata bunda.
"Naya beresin lamaran kerja dulu bun, abis itu baru ke tukang abang gerobak yang suka keliling itu loh bun, yang suka jual sendal, jepitan, tas, kali aja ada harnet bun." Kata Naya panjang lebar.
"Ya udah gih kamu siapin apa aja yang nantinya kamu bakal bawa." Saran bunda.
__ADS_1
"Iiiih bunda mah, kan tadi Naya juga udah bilang mau siapin lamaran kerja, tapi bunda malah ngajakin Nay ngomong lagi." Kata Naya sambil cemberut.
"Ooh bunda ga inget Nay." Kata bunda.
"Au ah bun." Naya langsung berjalan ke dalam rumah sebelum bunda malah nanti mengajaknya bicara lagi.
"Dasar bocah." Kata bunda geleng geleng kepala.
Naya pun benar benar melakukan apa yang tadi dia ucapkan pada bunda. Menyiapkan lamaran kerja, lalu menyiapkan kemeja putih, celana bahan hitam panjang, dan sepatu serta temannya kaos kaki.
Naya memasukkan lamaran kerjanya ke dalam tas ransel yang nantinya akan ia gunakan.
"Aku kabarin Surya ah. Kalo besok aku mau risent dari pabrik, terus entar sore aku mau kerja di restoran." Kata Naya dalam hati.
Naya pun langsung mengirim pesan pada Surya.
Naya
Tadi temen aku Fifi ngajak aku kerja di tempatnya.
Surya
Kerja dimana?
Naya
Di restoran udah gitu di sektor 9.
Surya
Kerjanya dari jam berapa sampe jam berapa yank?
Naya
Dari jam 3 sore sampe jam 11 malam.
Surya
Kamu jangan aneh aneh.
Naya
Kamu yang aneh aneh.
Setelah semua sudah di rasa beres. Naya juga sudah mengabari Surya. Naya pun ke luar rumah lagi, untuk minta bunda menemani Naya membeli harnet.
"Bun." Panggil Naya saat sudah di depan rumah.
"Kenapa lagi Nay? Ada yang kurang?" Tanya bunda.
"Anterin Nay beli harnet." Kata Naya.
"Bunda ambil uang dulu Nay." Kata bunda.
Bunda pun langsung masuk ke dalam rumah untuk mengambil uang yang akan di bawa.
"Ayo Nay." Ajak bunda saat sudah di depan pintu rumah.
"Beli harnet di kontrakan ma aji aja bun. Kan ada tu orang kontrakan ma aji yang jualan pake gerobak keliling." Kata Naya.
Naya dan bunda pun langsung menuju rumah kontrakan yang di maksud Naya, tidak jauh dari rumah Naya.
bersambung......
terimakasih sudah mampir untuk membaca.
ayo mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung author dengan 👍 like, komen dan vote 😊😊
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan ⭐⭐⭐⭐⭐ untuk penulis.
jangan lupa simpan dalam keranjang kalian biar ga ketinggalan ceritanya 😊😊😊😊