Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 119


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul setengah 3 kurang 5 menit. Naya sudah sampai di resto. Duduk di bangku sendirian sambil mendengarkan musik yang ada di hape lewat hendset.


Naya juga minta hapenya di isi dengan lagu-lagu oleh ibu penjual hape, lumayan kan dari pada beli.


"Aku baru nyampe resto nih.. tapi masih sepi." pesan yang Naya kirim ke nomor Surya.


"Iya, aku lagi jalan pulang." balas Surya secepat kilat.


"Hati-hati ya di jalan." bales Naya.


"Kamu, lagi sama siapa di resto?" tanya Surya lewat pesan singkatnya.


"Sendiri tapi aku gak bete ko, kan ada kamu yang nemenin aku SMSan bagen kaga ketemu 🀣🀣🀣." balas Naya.


"Nanti juga ketemu kalo kamu dapat jatah sif pagi, aku kerja juga masuk pagi." Surya.


"Kalo kamu masuk siang, aku masuk sif pagi... bisa ketemu gak?" tanya Naya lewat pesan yang di kirimnya.


"Coba kamu tanya bunda, aku boleh gak kalo aku pulang kerja langsung ke rumah kamu?" Surya.


"Iya, nanti aku coba tanya bunda ya!" balas Naya.


Lagi asik berkirim pesan, Novi datang bersamaan dengan Eka di waktu yang berbarengan.


'Ciyeeee, yang jadi beli hape baru!" seru Eka yang ikut duduk di meja yang sama dengan Naya.


"Hape seken, Eka." jawab Naya terus terang.


"Gak apa-apa seken juga Nay, kan itu juga hasil lu kerja dewek duitnya." ucap Novi menyemangati Naya sambil menepuk bahu Naya.


"Iya, hasil aku kerja." jawab Naya.


"Liet dong ka, kameranya." ucap Eka.


Naya mematikan musik dari hapenya dan melepas hendset dari kedua telinganya. Naya menyerahkan hapenya pada Eka.


Eka membuka aplikasi yang ada di hape Naya.


"Widiiiih, lagi pacaran dia ka Novi." ledek Eka saat membaca pesan masuk di hape Naya.


"Apaan si, Ka." ucap Naya yang langsung merebut hapenya kembali dari tangan Eka.


"Gak apa-apa ka Nay, Eka juga gitu ko kalo di hape." ucap Eka.


"Apaan si, ka." sanggah Naya.


Hingga semua karyawan datang dan pak Aziz, ka Tika dan a Awan pun datang.


Priper di mulai, semuanya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


Dreeet dreeet.


Pesan masuk di hape Naya, karena ada di saku baju, sedangkan Naya sedang mengepel lantai, getarannya tidak di rasa oleh Naya.

__ADS_1


Tidak lama datang seseorang wanita dengan pakain kemeja putih, celana bahan hitam serta jilbab hitan dan lengkap dengan sepatu datang menghampiri A Awan yang sedang berada di bagian pengasapan bersama dengan Tohir.


"Permisi, a." ucapnya sopan.


"Iya... ada perlu apa ya teh?" tanya a Awan menyambut sapaan wanita yang kini berdiri di depannya.


"Ini a, saya di suruh datang buat ngelamar kerja, saya juga udah bawa lamaran kerja saya." ucap Ayu mengutarakan maksud kedatangannya.


"Tunggu sebentar ya!" ucap a Awan, a Awan langsung masuk ke dapur dan mencari pak Aziz.


"Duduk aja, teh." ucap Tohit yang mempersilahka Ayu untuk duduk di bangku panjang yang ada di tempat pengasapan.


"Panggil Ayu aja." ucap Ayu yang menyebutkan namanya.


"Tau disini ada lowongan kerja, dari siapa Yu? " tanya Tohir sambil tangan kanannya sibuk mengipas kipaskan pada arang kelapa yang tengah di nyalakan.


Tidak lama a Awan datang dengan pria yang memiliki rambut klimis pendek serta badan yang lebih kecil dari a Awan.


"Kamu yang mau ngelamar kerja disini?" tanya pak Aziz saat sudah berdiri di depan Ayu.


"Iya, pak." jawab Ayu singkat.


"Temennya Naya kan?" tebak pak Aziz yang tidak meleset.


"Iya pak, saya temennya Naya... tadi saya juga ngabarin ke Naya kalo saya udah nyampe, tapi Naya gak bales pesen dari saya pak." tutur Ayu yang sudah mengabari ke Naya akan ke datangannya.


"Oooh, mungkin Naya gak tau kalo kamu ngirim pesen... tadi kayanya lagi ngepel." ucap pak Aziz.


"Iya, ya udah Yu... kita langsung interview aja ya! duduk di sana." ucap pak Aziz yang menunjuk ke arah meja keramat.


Pak Aziz jalan duluan ke meja yang tadi di tunjukkan nya di ikuti Ayu yang mengekor di belakang pak Aziz.


Naya melihat Ayu yang sedang di interview oleh pak Aziz, Naya pun mengurungkan nietnya untuk mengepel lantai yang ada pak Aziz dan juga Ayu. Naya memilih untuk membawa ember berisi air sabun dan juga pelan ke dapur.


"Itu siapa ka, Novi?" tanya Eka yang baru melihat pak Aziz sedang melakukan interview.


"Paling itu Ayu." jawab Novi.


"Temen sekolah kamu ya, Nov?" tebak Tika.


"Iya, ka." jawab Novi yang membenarkan perkataan ka Tika.


"Ini resto udah kaya ajang buat reunian sekolah, ada ka Naya, Tohir, ka Novi di tambah Ayu kalo bener keterima kerja itu juga ama pak Aziz." celetuk Eka.


Pasti keterima." timpal Tika.


Mata Eka terfokus pada pak Aziz dan juga Ayu yang sedang melakukan interview dan terlihat jika pak Aziz dan juga Ayu sedang berjabat tangan, tanda kesepakatan di antara keduanya telah terjadi.


"Tika!" pak Aziz memanggil nama Tika.


"Iya, pak." jawab Tika yang langsung menghampiri atasannya itu.


Saat Tika sudah berdiri di depan pak Aziz, Ayu dan Tika beradu pandang. Tika pun memilih tersenyum dari pada cemberut.

__ADS_1


"Nanti tolong ajarin ya." ucap pak Aziz.


"Beres, pak." jawab Tika.


"Selamat bergabung ya, Ayu." ucap pak Aziz.


"Ayo Ayu." Tika mengajak Ayu untuk bergabung bersama dengan anak waitres lainnya.


Pak Aziz berdiri dari duduknya dan berjalan ke meja panjang, mengambil buku laporan resto dan membawanya ke meja keramat untuk melanjutkan mengerjai laporannya.


Naya, Ayu, Eka, Novi dan Tika kini berkumpul di depan kasir sambil menyambut para customer hari ini, sambil sesekali mengajari Ayu nama-nama menu yang ada di resto.


"Nay, tdi gua ngirim pesen ke lu... tapi ora di bales ama lu!" omel Ayu yang merasa pesannya di abaikan oleh Naya.


"Kapan lu ngirim pesan, Yu?" tanya Naya balik yang merasa belum tau jika Ayu mengiriminya pesan.


"Coba apa luh buka hape luh... pasti nemuin pesan yang tadi gua kirim le lu .


Naya menyempatkan membuka hapenya lalu membaca pesan masuk yang ada.


"Naya, gua udah nyampe nih." pesan dari Ayu, yang memberi tahu jika dirinya sudah sampai di sektor 9.


"Gua langsung kesana apa gimana ini Nay?" tanya Ayu lagi.


"Naya, bales dong." pesan dari Ayu lagi.


Sambil senyum-senyum sendiri si Naya pun berkata pada Ayu, "Hehehe maaf ya Yu, gua ora tau kalo lu tadi ngabarin gua." ucap Naya.


"Iya, gak apa-apa Naya... salah gua juga, udah tau lu lagi kerja, masih aja gua ngirim pesen ke lu." ucap Ayu yang memaklumi Naya.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung....


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...⭐⭐⭐⭐⭐...


...🌹...


...β˜•...


...β™₯️...


...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2