Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 134


__ADS_3

Pintu sengaja di biarkan terbuka oleh bunda.


"Lokan tiap apel Naya, itu pintu di buka bae ya?" batin Kamal menebak-nebak.


"Ngapa luh? bengong bae!" tanya Surya yang mendapati Kamal menatap pintu rumah Naya yang terbuka.


"Itu, sengaja di buka?" ucap Kamal setengah berbisik pada Surya.


"Udah, ora ngapa." ucap Surya.


Dreet dreeet dreeet.


Surya langsung merogoh saku pada jaketnya.


Melihat panggilan masuk atas nama 'Muay'.


"Udah, nyampe lu bro?" tanya Surya sambil menempelkan benda pipih di telinganya.


"Iya, udah... lu dimana?" tanya Muay.


"Dulu, dulu, gua ke sono nih." Surya mematikan telponnya lalu bangun dari duduknya.


"Mao kemana, yank?" tanya Naya.


"Mao nyusul Muay dulu." jawab Surya.


"Ooooh."


"Ayo, Mal." Surya mengajak Kamal untuk menyusul Muay.


"Lu bae dah, gua disini ama Heru." Kamal menolak ajakan Surya untuk menyusul Muay yang berada tidak jauh di rumah Heru.


"Ya udah, gua ke sono dulu." ucap Surya.


"Kamal kenal Surya udah lama?" tanya Naya.


"Iya udah, dulu temen MI bareng, temen maen juga." jelas Kamal.


"Tinggal dalem dulu ya!" pamit Naya yang merasa tidak nyaman duduk di luar tanpa adanya Surya.


"Oh iya." jawab Kamal.


"Coba deh nanti gua ambil nomornya dari hape Surya, kira-kira kapan ya?" batin Kamal.


Kamal ngobrol berdua dengan Heru.


Naya masuk ke dalam rumah, menghampiri bunda yang masih berada di kamarnya bersama dengan Ani menonton televisi acara ikan terbang.


"Surya ama temen-temen nya, udah pada pulang Nay?" tanya bunda saat Naya duduk di atas kasur.


"Belom, masih ada." jawab Naya.


"Lah itu, kamu tinggal masuk?" tanya bunda lagi.


"Surya nya lagi ke bawah nemuin temennya yang nyusul ke sini." jawab Naya.


"Bagi dong, ka!" pinta Ani yang melihat Naya makan kacang kulit.


"Ini." Naya menyodorkan bungkusan kacang kulit ke Ani.


"Yang beli kacang, siapa Nay?" tanya bunda.


"Kamal, temennya Surya." jawab Naya.


"Yang nyusul kesini, temennya Surya cewek apa cowok Nay?" tanya bunda lagi.


"Au ya bun, kalo dari namanya mah aneh." ucap Naya.


"Jangan gitu kamu, Nay."


"Emang namanya siapa, ka?" tanya Ani.


"Namanya tuh ya, Muay." jawab Naya.


"Dih iya, itu cewek apa cowok?" tanya bunda.


"Lah ya au bun, Naya juga ora tau.. itu cewek apa cowok." jawab Naya.

__ADS_1


"Itu Heru kenal Nay, ama temennya Surya juga?" tanya bunda.


"Kenal bun, itu tadi Heru ketemu Kamal di warung... jadi ke sini deh ngumpul." jelas Naya.


"Ya udah gih sono, temenin... tamu di tinggal kamu Nay." ucap bunda yang menyuruh Naya ke luar untuk menemani temannya Surya.


"Iya." Naya jalan deh ke luar.


Di luar sudah ada Surya dan juga Muay.


"Sini yank, kenalin nih temen aku si Muay." sambil melambaikan tangannya pada Naya yang malah berdiri di depan pintu.


Muay yang duduk di lantai melihat ke arah Naya.


"Eeet bujuk dah, alami amat ini bocah... udah tau ada pacarnya dateng malah pake kolor doang, dandan juga kaga." batin Muay yang kaget melihat penampilan Naya, pacarnya Surya.


Naya menghampiri Surya, duduk di samping Surya.


"Widih pantes lu betah di sini." celetuk Muay sambil menepuk lengan Surya.


"Emang kenapa, Surya betah di sini?" tanya Naya.


"Ya ada cewek nya." celetuk Muay yang mendapat tatapan tajam dari Surya.


"Owh." ucap Naya yang hanya owh.


"Ada lagi kaga, Sur? yang model kaya begini! alami men, bukan cabe!" ujar Muay.


"Lu cari bae noh di sekolahan, banyak." ujar Surya.


"Eeet anak sekolahan juga nyari cowok yang punya motor sekarang mah." keluh Muay.


"Cewek lu ora di bawa, Ay?" tanya Kamal.


"Kaga, niet kan gua mao ngajak Surya ngelancong... lah kapan kalah cepat gua... lu udah disini." jelas Muay.


"Gua kangen lah ama cewek gua... udah berapa hari yank, gak ketemu?" tanya Surya yang menggenggam jemari Naya.


"Au berapa hari, lupa." ucap Naya.


"Yah lu, kita di sini udah kaya obat nyamuk ya?" celetuk Muay yang melihat Surya enggan melepas genggamannya.


"Makanya, lu bawa cewek lu gih sono." ucap Heru.


"Kaya lu bawa cewek bae, Heru, Heru." ucap Kamal yang meledek Heru.


Ahahahha.


Kamal dan Muay mentertawakan Heru yang tidak saar jika dirinya juga tidak membawa pasangan.


"Aku ambil gelas dulu." ucap Naya sambil berdiri." Surya melepas genggangannya dari Naya.


"Buat apaan gelas?" tanya Muay.


"Buat Muay minum lah." ucap Naya.


"Kaga usah, udah duduk bae sini." ucap Muay.


Naya duduk lagi di samping Surya.


"Orang tua lu, kemana Nay?" tanya Muay sok kenal.


"Ada di dalam." jawab Naya.


"Belom tidur?" tanya Kamal.


"Belom, lagi pada nonton tv sama ade aku." jelas Naya.


"Kalo warung yang paling dekat, dimana dah?" tanya Muay.


"Tuh si Kamal ama Heru tau." jawab Surya.


"Ya udah yok, anterin gua." ajak Muay.


"Ayo lah, biar ama gua." ujar Kamal.


"Pake motor kaga nuh?" tanya Muay.

__ADS_1


"Lah ya ngapain pake motor? orang dekat ini... udah jalan kaki bae." ujar Kamal.


Kamal dan Muay berjalan kaki bersama ke warung, entah apa yang mau di beli kali ini.


"Gua pulang ah, Sur, Nay!" pamit Heru sambil berdiri.


"Ngapain luh pulang?" tanya Surya.


"Gua mao tidur." jawab Heru.


"Ya elah, baru juga jam berapa ini." ucap Surya.


Heru nyelonong pulang.


"Heru." panggil Surya.


Heru menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke belakang arah Surya.


"Ngapa lagi?" tanya Heru.


"Kalo jatoh, bangon dewek." ledek Surya.


"Bangs** loh." umpat Heru yang memilih melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.


"Itu, temen kamu kenal di mana yank?" tanya Naya.


"Kenapa? kamu suka? naksir lu ya? tebak Surya.


"Enak bae luh kalo ngomong." ketus Naya.


"Ya terus, kenapa nanya kaya gitu?" tanya Surya lagi.


"Ora ngapa-ngapa, emang cewek Muay kenapa? aku juga kenapa?" tanya Naya.


"Cewek nya Muay itu anak sekolahan, kalo Muay ngapelin cewek nya... ceweknya pasti dandan, rapih deh." jelas Surya.


"Terus aku gak, kamu dateng... aku mah gini-gini aja." ujar Naya sedih.


"Gak apa-apa, yank... aku gak minta kamu buat dandan, tampil cantik kan? yang penting itu kamu setia... buat apa cantik tapi kalo gak setia ama cowok nya!" ujar Surya menyemangati hati Naya.


"Ko kamu tahu si kalo Muay ngapelin cewek nya, ceweknya itu dandan? kamu pernah ke sana?" tanya Naya dengan memicingkan kedua matanya.


"Ala mak, keceplosan... bilang apa nih gue!" batin Surya.


"Ya- i- itu, em- emmm- Muay cerita sama aku." ucap Surya gelagepan dengan jawabannya sendiri.


"Yang bener?" tanya Naya mencondongkan tubuhnya ke Surya.


"I- iya be- bener yank." Surya memundurkan tubuhnya.


"Serius kamu? jangan-jangan, kamu bohong lagi?" selidik Naya yang sudah duduk seperti biasa.


Surya membuang nafasnya kasar.


"Iya serius." jawab Surya.


"Lah si Heru mana?" tanya Muay yang sudah berada di halaman rumah Naya dengan Kamal di tambah dengan tentengan di tangan Muay.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...favorit'in novel ane...


...🌹 yang di nanti...


...β˜• yang di tunggu...

__ADS_1


...🌺🌺🌺salam manis🌺🌺🌺...


__ADS_2