Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 151


__ADS_3

Saat Naya sudah berdiri di depan mesin kasir, Eka sudah berdiri di depan pria yang memasuki resto tengah melihat buku menu yang Eka berikan.


Sementara Eka mencatat pesenan customer itu, Naya dengan pede nya mengeluarkan nampan yang berisi lalapan dari dalam ciler.


Naya meletak'kannya ke meja yang ada di dapur.


"Widih, mesen apaan Nay?" Rion bertanya, mengira Naya sudah mengetahui apa yang di pesan oleh customer pertama nya.


"Au ya mesen apaan." Naya mengangkat tangan kanannya.


"Dih, itu luh ngeluarin lalapan... buat apaan dah?"


"Iya kali bae mesen bebek apa entog gitu." ujar Naya yang berjalan meninggalkan dapur.


Ipul yang sedang mengasapkan bebek pun berdiri di depan dapur, dengan capitan seng di tangan kanannya, "Mesen apaan, Rion?"


"Belom tahu." ujar Rion.


"Lah itu, lalapan buat apaan?" Ipul menunjuk ke arah nampan yang berisi lalapan ada di meja dapur.


"Noh, temen luh eror... belom ketawan mesen apa, lalapan udah di keluarin bae." Rion menunjuk Naya yang sudah berdiri di depan mesin kasir, menunggu Eka kembali dengan membawa catatan orderan customer.


"Hehehe, itu namanya antisipasi." Ipul berjalan lagi ke tempat pengasapan bebek, membalik bebek nya yang ada di panggangan.


Eka kembali dengan tangan kanan menyodorkan selembar kertas pada Naya.


"Widiiiih, kaga salah ini pesenannya?" ujar Naya yang melihat pesenan nya banyak.


"Kaga, entar temen-temennya pada dateng ka, nyusul." Eka menjelaskan keheranan Naya.


Jelas aja heran, yang dateng 1 orang. Tapi porsi yang di pesen untuk 10 orang.


"Ini, mao langsung di siapin apa nunggu temen-temennya pada dateng dulu, Ka?" tanya Naya sebelum menyampaikan orderan pada anak dapur.


"Sekarang juga gak apa, ka Nay." jelas Eka.


"Oke lah kalo gitu." Naya mambawa kertas order untuk di sampaikan pada Rion dan Ipul.


"Eka bantuin buat jus ya, ka!" ucap Eka sambil berjalan ke arah dapur.


"Orderan baru nih, 3 entog goreng dada, 2 bebek goreng paha, 1 ayam goreng dada, 2 bebek asap paha, 2 entog asap paha, nasi 10, kentang goreng 2 porsi, es teh manis 6, 1 jus melon, 1 jus alpukat, 2 es jeruk... perlu di ulang kaga nih?" tanya Naya.


"Kaga, udah jelas." ujar Rion yang langsung mengeluarkan bebek goreng, entog goreng dan ayam goreng siap di cebur ke wajan saat minyak sudah panas.


Kentang pun sudah di keluarkan dari dalam frozen, menunggu minyaknya dan siap di masak.


Dengan sigapnya Eka membuat jus melon dan alpukat secara bergantian.


Ipul tinggal setengah jalan untuk memasak bebek dan entog asap untuk mencapai tingkat kematangan yang pas.


Naya membuat es teh manis dan juga es jeruk.


"Masih lama gak, Ka?" tanya Naya sambil memindahkan minuman yang sudah di buatnya ke nampan.

__ADS_1


"Udah duluan aja ka, yang ini biar Eka yang anter." jelas Eka.


"Oke lah kalo gitu." Naya mengantarkan minuman ke meja customernya, terlihat sudah mulai berdatangan teman dari si pria yang tadinya datang sendiri.


Selang beberapa menit, semua pesenan sudah di atas meja, terlihat Ipul sedang duduk di bangku pengasapan. Eka stand by di depan bersama dengan Naya, sedangkan Rion jadi kasir dadakan.


"Ayo dong, minta bilnya Ka.. Nay?" ledek Rion yang di landa kegabutan.


"Ya au, Rion... tapi Alhamdulillah ya, sekalinya dateng langsung rame udah gitu juga customernya gak bawel." ujar Naya sambil mengipaskan buku menu ke arahnya.


"Iya, Ka... mudah-mudahan dapet uang tips ya!" ledek Eka.


"Eeet Rion mah ngarep ada bebek apa entog yang gak di makan gitu, kan mayan hahaha." celetuk Rion.


"Hus, mudah-mudahan kentang gorengnya juga ya hehehe." sambung Naya.


"Yeee luh, Nay... samanya." timpal Rion.


"Mbak." salah satu dari customer memanggil dengan melambaikan tangan.


"Iya, ka!" Eka berjalan menghampiri wanita muda berbaju biru yang tadi memanggilnya.


Tidak lama Eka kembali sambil mencatat di atas kertas.


"Nambah ya, Ka?" tebak Rion.


"Soooooo pasti dong." ujar Eka dengan senyum mengembang.


"Nambah apaan, Ka?" Naya menerima kertas yang di berikan Eka padanya.


"Buseeeeeet dah Nay, jangan pake towa lah." ledek Rion yang di buat kaget dengan teriakan suara Naya.


"Hehehe, sorry ya... keceplosan " ucap Naya yang merasa bersalah dengan kecerobohannya pake teriak, udah tahu masih ada banyak customer, cari malu sendiri kan Nay?


"Aduuuuuuh... jadi malu kan, ngapa tadi ora maranin Ipul bae ya!" batin Naya yang baru kepikiran untuk berjalan menghampiri Ipul.


Beberapa menit kemudian.


Akhirnya customer pun meninggalkan resto setelah selesai dengan pembayan... kini tinggal lah merapikan meja kembali menjadi bersih, mengangkat piring kotor untuk di bawa ke dapur dan di cuci.


Dreeet... dreeet... dreeet.


Getaran panggilan masuk ke hape Naya.


Naya yang sedang mengelap meja merasakan ada getaran dari hapenya .


Di raihnya saku baju untuk mengambil hape dan melihat dari layar hape.


"Nomer gak di kenal? nomer siapa nih?" batin Naya bertanya tanya melihat nomor yang menghubungi nomor Surya saat ini.


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya. Naya menjawab panggilan telpon yang masuk ke nomor Surya dengan perasaan gugup, takut, cemas, gelisah melebur menjadi satu.


Naya menempelkan benda pipinya ke telinga kanannya, mendengar kan siapa yang menelepon ke nomor Surya yang saat ini sedang di pegang oleh Naya.

__ADS_1


"Halo, a.. aa kemana aja sih?" suara wanita mengomel dari sambungan telepon.


Deg...


Jantung Naya langsung berdegup kencang.


"Ko suara cewek ya? siapa lagi nih?" batin Naya setelah mendengar suara yang sedang meneleponya.


"Halo a? kok diem aja sih? tar jadi kan ke rumah?" terdengar suara manja dari si penelepon.


"Kalo gua pengen tahu ini bener selingkuhan Surya apa kaga, gua harus bohong nih." batin Naya yang mulai di liputi rasa curiga dan takut.


"Maaf, ini siapa ya?" jawab Naya yang memberanikan diri untuk bertanya pada si penelepon.


"Eh, ini bener nomor teleponnya aa Surya, kan?" suara wanita itu terdengar kaget setelah mendengar suara Naya.


"Iya bener ko, ini nomor teleponnya Surya... emang ini siapanya Surya ya?" tanya Naya.


"Maaf nih, kalo boleh tahu... situ siapanya aa Surya?" bukannya menjawab pertanyaan Naya, wanita itu malah balik bertanya.


"Saya adeknya, eeeem emang ini siapanya Surya ya?" ucap Naya bohong dengan hati yang resah dan detak jantung yang dag dig dug.


"Oooowh adeknya aa Surya. Kirain pacar aa Surya... kalo boleh tau, aa Surya nya kemana ya dek?" ada rasa lega saat mendengarnya.


"Emang gua pacarnya Surya, ngapa luh!" batin Naya.


"Eem itu lagi kerja ka, hapenya lagi aku pake." jawab Naya pada akhirnya.


"Ooowh gitu ya! ya udah deh, bilang aja tadi Desi pacarnya telpon ya." ucap wanita yang ternyata namanya Desi dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Naya menatap layar handphonenya, "Enak amat luh ngomongnya! pacar, pacar, gua nih pacarnya." omel Naya pada benda pipih yang ada di genggaman nya


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Bersambung...


Kira-kira, bakal ada perang dunia gak tuh antara Naya dan Surya?


Terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


Mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


...⭐⭐⭐⭐⭐...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...🌹 yang di tunggu...


...β˜• yang di nanti...

__ADS_1


...🌺🌺🌺salam manis🌺🌺🌺...


__ADS_2