
Matahari pagi yang cerah menyambut para penduduk bumi untuk segera memulai aktivitasnya.
Naya yang masih mengantuk segera bergegas mandi dan berkumpul bersama dengan keluarga untuk memulai aktivitasnya dengan sarapan bersama.
****
Beberapa menit kemudian bunda sudah selesai dengan menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga. Kami sekeluarga menikmati sarapan nasi goreng buatan bunda dengan di temani tahu goreng.
"Maaf bun, Nay gak bantuin bunda siapin sarapan.." dengan tidak enak hati karena Naya bangun agak siang.
"Gak apa-apa Nay. Semalam gimana Nay hari pertama di restoran?" tanya bunda sambil tangan kanannya menyupkan nasi goreng pada Apri.
"Cape bun, lelah apa lagi kalo lagi rame. Gak bisa duduk.."
"Ya begitulah lah Nay, namanya juga kerja. Harus semanget Nay." kata bunda.
"Iya bun,,"
"Bosnya gimana Nay,, baik gak,,?" ayah yang gantian bertanya.
"Belum tahu yah, mudah-mudahan aja baik yah."
"Nanti kamu berangkat naik angkot Nay?" tanya bunda.
"Iya yah. Berangkat naik angkot, pulangnya di jemput ayah. Jemput kaya kemaren ya yah.!"
"Beres Nay,," kata ayah sambil bersikap siap.
"Hahaha ada-ada aja nih ayah." kata ku dan Ani berbarengan.
Ani yang sudah selesai dengan sarapannya langsung memakai tas punggung'nya.
Bunda yang melihatnya pun langsung merogoh saku celana yang di kenakannya untuk menyerahkan uang jajan pada Ani.
"Jangan nakal di sekolah ya, Ani." Ujar bunda saat Ani mencium punggung tangan kanannya.
"Ani gak pernah nakal bun."
"Yaaah, jangan lupa pulang lagi, anterin Nay ke pabrik,," kata ku saat Ani juga mencium punggung tangan kananku.
"Kaka naek angkot aja..Hihihi 😅😋" Ledek Ani sambil berlalu keluar memakai sepatu.
"Kamu tuh yang naek angkot 😋." Naya yang tak mau kalah.
"Apa sih kalian ini. Masih pagi juga." Bunda yang langsung menumpuk piring kosong bekas sarapan kami.
"Biar Nay yang cuci bun?" Pinta Naya pada bunda. Naya pun langsung membawa piring yang sudah di tumpuk oleh bunda tadi ke kamar mandi.
Yah maklum di rumah tidak ada westafel untuk mencuci piring kotor, yang ada hanya kamar mandi yang bisa alih fungsi. Bisa buat cuci baju, cuci piring, cuci muka, cuci kaki, cuci badan alias mandi hehehe.
*****
Setelah mengantar Ani, ayah pun langsung pulang kembali untuk mengantar Naya ke pabrik.
Pagi ini Naya memang berencana untuk izin risen dari pabrik pada pak Suma. Karena Naya sudah mengambil keputusan untuk tetap mengambil pekerjaan yang di restoran, maka Naya harus mundur dari pabrik.
Masuk kerja di pabrik dengan baik-baik, maka keluar pun juga harus dilakukan dengan cara yang baik-baik juga.
"Nanti Nay bilangnya gimana ya yah sama pak Suma?" Tanya Naya saat berada di jalan menuju pabrik.
__ADS_1
"Ya bilang aja kalo kamu dapat tawaran kerja di restoran." saran ayah.
Dalam hati Naya ada keraguan, "Apa boleh ya sama pak Suma? Bismillah deh, kan belum di coba."
"Nay, ayo bareng." ajak Egi yang melihat Naya hendak memasuki gerbang pabrik.
"Ayo,, tapi aku gak ke atas buat kerja ya Gi.."
"Loh kenapa gak kerja? Loh sakit?" Tanya Egi khawatir.
"Engga ko."
"Aku duluan ya Gi.." Naya menghentikan langkahnya di depan pintu kantor pak Suma.
"Ngapain lu ke kantor Nay,,?"
"Gw mau izin risen Gi." ucapku dengan jari telunjuk di bibir.
"Lu kenapa risen Nay? Apa karena Fitri?" tanya Egi penuh selidik.
"Nanti gw ceritain." Naya langsung mengetuk pintu kantor pak Suma.
Setelah mendengar suara pak Suma yang memperbolehkan untuk masuk, Naya pun langsung membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke kantor ruang kerja pak Suma.
Pak Suma tengah duduk sambil tangannya memainkan ponselnya.
"Maaf pak, saya mengganggu waktu bapak,," ucapku takut-takut.
"Kenapa memangnya.?" pak Suma pun langsung meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya.
"Saya mau izin mengundurkan diri pak. Sebelumnya terimakasih pak karena bapak sudah memperbolehkan saya untuk bisa bekerja di pabrik."
"Saya dapet tawaran kerja di restoran pak."
"Oooh, kirain kamu mau merid. Untuk masalah gaji kamu, nanti biar saya kabarin ya."
"Terima kasih ya pak."
"Iya Nay, kalo kamu ga betah di tempat yang baru, balik lagi ke pabrik ya Nay,,?"
"Insya Allah pak. Kalo gitu, Nay pamit ya pak. Sekali lagi terima kasih ya pak."
****
Setelah pulang dari pabrik, Naya langsung di antar pulang ke rumah oleh ayah Adi. Setelah mengantar Naya sampai rumah, ayah pun kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ayah berangkat ke Bakmi Japos untuk mengurus taman yang ada disana.
*****
Siang harinya, Naya tengah berada di halaman rumah membantu bunda menjemur pakaian.
Dreeet,, dreeet,, ponsel Naya bergetar.
Aku pun langsung mengeringkan tangan ku yang basah ke baju yang sedang aku kenakan.
Terpampang jelas nama si penelpon, siapa lagi kalo bukan Surya, aku pun langsung tersenyum dan menjawab telponnya.
"Halo,," ucapku sambil berusaha menjepit ponsel dengan bahu kiri dan memiringkan kepala ke kiri, agar ponsel tetep berada di deket telinga.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Surya lewat sambungan telepon.
__ADS_1
"Lagi bantu bunda jemur baju,, kamu lagi apa?"
"Aku lagi kangen sama kau." terdengar suara manja Surya.
"Sama."
"Sama apanya?"
"Ya itu.. Kamu ga mau coba naro lamaran kerja di tempat aku yang sekarang yank,,?
"Aku udah naro lamaran kerja di jayen bintaro."
"Katanya apa?"
"Tunggu di hubungi. Mudah-mudahan aja ada rezeki aku disana. Filling aku kuat di situ."
"Amiiiin, mudah-mudahan kamu keterima kerja."
"Semalam kamu pulang jam berapa? Di jemput siapa? Ko ga ngabarin aku?"
"Pulang jam 11 malam nyampe rumah, terus di jemput sama ayah. Aku mau ngabarin kamu tapi lupa."
"Gak bohongkan lu yank,,?
"Ya gak lah. Ada juga lu tuh yang bohong."
"Bohong apa?"
"Udah selesai Nay, jemur bajunya?" Tanya bunda.
Naya pun menoleh ke belakang, terlihat bunda yang sedang berdiri di depan pintu dengan bertulak pinggang sambil tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.
"Sedikit lagi bun."
"Kamu lagi ngomong sama siapa di telpon?" bunda berjalan menghampiri Naya.
"Surya bun."
"Kenapa yank?"
"Bunda tanya, aku lagi telponan sama siapa."
"Terus kamu jawab apa?"
Bunda yang sudah berdiri di depan Naya pun langsung mengambil alih ponsel Naya.
"Surya, lagi ngapain Surya?" Tanya bunda.
"Lagi telponan bun. Bunda gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah bunda baik. Surya udah sarapan?"
Sedangkan sekarang yang sedang berbicara dengan Surya di telpon ya bunda.
Naya yang sudah selesai dengan menjemur baju pun langsung membawa ember kosong yang tadi terisi baju basah ke dalam rumah untuk di simpan di dalam kamar mandi.
bersambung.....
mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author dengan 👍 like, komen 💞💞 dan vote
__ADS_1
jangan lupa tambahkan ke daftar favorit ❤️ reader agar tidak ketinggalan ceritanya 😊