Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 56


__ADS_3

Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 22.50 tapi sayangnya resto belum ada tanda-tanda akan tutup, karena masih banyak customer yang masih menikmati makannya.


"Pak, gak closing pak?" tanya ka Tika yang melihat pak Aziz sedang duduk bersama dengan a Awan di tempat pengasapan.


"Closing dong Tik, emang udah jam berapa sih?" tanya pak Aziz lalu bangkit dari duduknya.


"Sebelas kurang 10 menit pak." jawab ka Tika yang sebelumnya sudah melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.


"Ya udah, kamu lanjut cuci lap dulu gih, ajak 1 orang buat bantu kamu. Sisain 1 lap." ujar pak Aziz.


"Dapur gimana pak? Closing juga?" tanya Ipul.


"Dapur udah closing aja, Pul" seru pak Aziz.


"Asap juga closing ya, Awan!" perintah pak Aziz pada a Awan yang usianya seumuran.


"Siiiip." ucap a Awan sambil menunjukkan 2 jempolnya.


"Ayo Tohir, kita priper pulang!" seru a Awan pada Tohir untuk memulai aksi bersih-bersih.


A Awan dan Tohir membagi tugas untuk membersihkan perlengkapan asap, dari mulai mencuci panggangan, talenan kayu yang ukurannya terbilang jumbo, 1 ekor bebek bisa tidur di atas talenan tersebut. Mencuci golok yang di gunakan untuk memotong bebek ataupun ayam, dan menyimpan kembali bebek serta ayam dan menyimpan bumbu asap ke dalam frozen.


Bagian dapur juga membagi tugas, antara Ipul, Angga, Rion, Heru sama-sama membagi tugas untuk membersihkan dapur.


"Nov, ikut ka Tika yuk. Cuci lap." ajak ka Tika pada Novi.


"Oke ka, emang udah boleh priper pulang ka?" tanya Novi sambil berjalan mendekat ke arah kasir, karena Novi sedang berdiri di depan westafel depan.


Tanpa menoleh ke arah Novi, ka Tika langsung berjalan ke arah dapur dengan membawa sabun colek yang akan di gunakan untuk mencuci lap.


"Udah boleh Nov." yang di jawab pak Aziz.


Pak Aziz yang memang berniat untuk berdiri di depan sambil memperhatikan masih ada berapa customer lagi dan sambil memantau anak buahnya yang berjaga di depan.


"Novi, ke belakang dulu ya pak." seru Novi seraya melewati pak Aziz yang tengah berdiri di sisi kanan kasir.


"Iya, Nih sekalian... jangan lupa bawa lap Nov." seru pak Aziz sambil melirik ke arah lap yang biasa di gunakan untuk mengelap meja.


"Iya pak, ini baru mau di bawa." seru Novi sambil meraih dan hendah membawa lap ke dapur.


"Novi, sisain 1 lapnya!" seru pak Aziz.


"Iya pak, nih di taro tuh atu biji pan yak?" tanya Novi.


"Iya satu." jawab pak Aziz.

__ADS_1


Tinggal lah Fifi, Eka, Elsa, Nini, Naya dan pak Aziz yang berdiri di depan sambil mata melihat ke arah para customer, bersiap siaga kala ada customer yang hendak meminta bil atau ada hal lain yang di minta.


Fifi yang sedang berdiri di barisan belakang dekat dengan dinding dapur dan dekat dengan mie kocok, sedang mengobrol dengan Midun.


Elsa berdiri di dekat meja nomor 5 yang berada di ujung, sedangkan Eka di meja nomor 13 yang juga berada di ujung. Nini di sisi westafel dekat dengan meja nomor 8, Naya berdiri di sisi kanan kasir dekat dengan pak Aziz, Fifi di sisi kasir sebelah kiri.


"Ehem.. ehem.." pak Aziz berdehem untuk mengalihkan perhatian Fifi dari Midun.


Sontak Fifi pun membuang pandangannya dari Midun, dan mencari orang yang berdehem, "Eh bapak, kirain siapa?" ucap Fifi dengan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatel.


"Kamu lagi ngapain Fi?" tanya pak Aziz.


"Lagi lietin customer pak." jawab Fifi dengan suara yang lirih.


"Mbak.." panggil seorang ibu dari meja nomor 10.


Elsa berjalan menghampiri tempat duduk si ibu, "Ada yang bisa saya bantu, bu?" tanya Elsa saat sudah berdiri di samping si ibu.


"Saya minta bilnya, mbak." ucap si ibu mengutarakan maksudnya.


"Iya bu, tunggu sebentar.. biar saya pintain bilnya." ucap Elsa dan berlay meninggalkan si ibu.


"Kenapa Elsa?" tanya pak Aziz.


Pak Aziz langsung berjalan dan berdiri di belakang mesin kasir, sambil berkata, "Ayo Elsa, Naya, Fifi. Sini perhatiin bapak buat bil. Biar nanti kalian juga bisa buat bil." ucap pak Aziz.


Elsa, Naya dan Fifi pun langsung berdiri berdekatan di meja kasir, agar bisa melihat pak Aziz yang sedang membuat bil.


"Jadi kalian harus perhatikan kode plu masing-masing item, jika jumlah barangnya ada 2 maka kita harus tekan tombol jumlah barang lalu tekan tanda * baru kode plu." tutur pak Aziz menjelaskan panjang lebar pada Elsa, Naya dan Fifi dengan jari tangan sambil membuat bil meja nomor 10.


"Terus kalo udah pak?" tanya Elsa antusias.


"Kalo semua udah selesai, kamu cek lagi ada yang dalah atau kurang gak, kalo udah yakin bener langsung kalian tekan tombol ini subtotal karna customernya kan tetap berada di meja, nanti keluar hasil print yang sudah kita ketik." ucap pak Aziz.


"Ini kamu kasih ke customer," seru pak Aziz menyerahkan kertas bil dan nampan bil pada Elsa. "dan jangan lupa nanti kalian buat copy'nya buat nanti bukti laporan ke pak Pangesta." jelas pak Aziz.


"Ini kasih sekarang pak?" tanya Elsa yang sudah memegang nampan bil beserta kertas bil.


"Iya sekarang." jawab pak Aziz.


Elsa langsung berjalan menghampiri si ibu yang ada di meja nomor 10.


"Sampe di sini ada yang belum ngerti?" tanya pak Aziz pada Fifi dan Naya.


"Kalo salah kode, gimana pak?" tanya Naya.

__ADS_1


"Tinggal di tekan tombol Clear, baru ketik kode plu yang benar." jawab pak Aziz.


"Kamu udah ngerti Fi?" tanya pak Aziz.


"Ngerti pak." jawab Fifi.


"Pak, ini uangnya." Elsa menyerahkan kembali nampan bil beserta uang dari customer.


"Karena laci kasir sudah tertutup, kalian gunakan tombol yang ada di bawah kasir untuk membuka laci ya, ini di angkat sedikit." kata pak Aziz sambil mengangkat sedikit mesin kasir dan laci kasir pun terbuka.


"Wiiih bisa gitu pak?" tanya Naya kegirangan melihat laci kasir bisa terbuka.


"Kan ada tombol kecil di bawah mesin Nay, kalian raba aja bawah mesin kasir." seru pak Aziz.


Pak Aziz menaruh uang yang di berikan Elsa dan memberikan uang kembalian pada Elsa.


"Makasih pak." jawab Elsa setelah menerima uang kembalian dan berjalan kembali ke meja nomor 10 untuk memberikan uang kembalian pada customer.


"Pak, meja nomor 13 minta bil." seeu Eka yang sudah berdiri di depan kasir.


"Sekarang gantian, Eka sama Nini sini perhatiin bapak buat bil." seru pak Aziz.


Pak Aziz menerangkan hal yang sama pada Eka dan juga Nini, sedangkan Naya dan Fifi berdiri ke tempat semula.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊😊😊 dengan cara ↩️


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’> πŸ‘ like


β€’β€’β€’β€’β€’β€’> ✍️ komen


β€’β€’β€’β€’β€’β€’> vote


β€’β€’β€’β€’β€’β€’> πŸŽπŸŒΉβ˜• jika berkenan 😊😊


β€’β€’β€’β€’β€’> ⭐⭐⭐⭐⭐


β€’β€’β€’β€’β€’β€’> β™₯️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊😊


🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2