Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 94


__ADS_3

πŸ’”πŸ’”πŸ’”


"Orangnya mesen apa, Nay?" tanya ka Tika saat melihat Naya yang berjalan menghampirinya.


Naya menyerahkan kertas orderan pada ka Tika, "Mesen ka."


"Buku menunya gak kamu bawa lagi, Nay?"


"Orderin dulu itu ka, nanti aku kasih tau." jawab Naya.


Ka Tika menghampiri dapur, "Orderan baru ya! 3 bebek goreng dada take away."


Ka Tika menempel kertas catatan'nya pada dinding ciler.


"Ada customer baru Tika? " tanya pak Aziz yang lagi duduk di hadapan pak Pangesta.


"Ada pak."


"Pesenan ibu, belom juga dateng Tik?" tanya bu Leni yang berjalan ke arah dapur.


"Belum ada yang dateng bu." jawab ka Tika.


"Coba kamu suruh siapa gitu, buat ke Peringga." ujar bu Leni.


"Iya bu." ka Tika langsung berjalan ke belakang kasir.


"Ada yang mau ke Peringga gak?" tanya ka Tika saat sudah berdiri di belakang mesin kasir.


"Gak mau ah, malu di lietin sama karyawan laen." batin Novi sambil menggelengkan kepalanya.


"Jauh ah ka." keluh Nini.


Fifi yang berdiri di depan westafel pun menoleh ke arah ka Tika.


"Kamu gih Fi, ke Peringga!" perintah ka Tika pada akhirnya.


Fifi menghampiri ka Tika, "Ngapain, ka?" tanya Fifi.


"Tadi bu Leni pesen makanan di Peringga, tapi belum juga di anter.. kamu tanyain gih sama kasir Peringga." ucap ka Tika memberi tahu pada Fifi.


"Tik Tik, sekalian suruh bawa bilnya." suara bu Leni yang masih berada di dapur.


Tanpa mengulang perkataan bu Leni, ka Tika dan juga Fifi pun mendengar nya.


"Beres, bu" ucap Fifi dengan centilnya berjalan meninggalkan resto menuju Peringga.


"Ka Tika, Peringga di mana sih?" tanya Naya.


"Itu loh, resto baru yang ada di deket toilet." jawab ka Tika.


"Bukannya kosong ya?" setau Naya stand itu kosong, belum ada penyewa.


"Udah di isi Nay, kemaren baru buka, langsung ngadain promo.. paling rame itu resto." tutur ka Tika.


"Emang jual apaan ka?"


"Makanan jepang, banyak deh menunya." jawab ka Tika.


"Bebek goreng dada, take away.. siap." ucap Ipul dari dapur.


"Biar aku aja ya ka?" tanya Novi yang meminta izin ka Tika untuk menyiapkan pesenan yang di take away.


"Ya, udah gih." jawab ka Tika.


Mendengar jawaban dari ka Tika, Novi pun langsung berjalan ke arah meja panjang.


"Mau kemana kamu, Nov?" tanya pak Aziz yang melihat Novi berjalan ke arah dapur.


Novi pun menghentikan langkah kakinya mendapat pertanyaan dari pak Aziz.


"Aduuuh, di marahin gak nih gua.. malah pak Pangesta tampangnya serem bener." batin Novi.


"Mao nyiapin yang buat take away, pak." jawab Novi dengan suara yang pelan.

__ADS_1


"Sambelnya jangan sampe lupa ya, Nov." ujar pak Pangesta mengingat kan Novi dengan suara beratnya.


"Iya, pak."


"Kalo ngomong tih, suaranya yang kenceng.. suara kok pelan bener kamu tuh." oceh pak Pangesta lagi.


"Iya, pak." jawab Novi yang hanya mampu berkata iya.


"Udah sana." usir pak Pangesta dengan kibasan tangannya.


Novi melirik pak Aziz.


"Iya, udah sana siapin." ucap pak Aziz yang mengerti tatapan mata Novi.


"Akhirnya ke luar juga dari kandang macan." batin Novi saat sudah berda di meja panjang.


"Yang mana, Pul? yang mao di take away." tanya Novi.


"Noh liet catetan order." oceh Ipul yang berdiri menyandar pada Frozen panjang yang ada di dapur.


Novi melihat catatan order yang ada di dinding ciler. Lalu mulai menyiapkan nya.


Novi mengambil dus pack yang ada di atas meja panjang, melapisinya dengan plastik bening, lalu memasukkan bebek goreng dada ke dalam dus dengan menatanya.


Menutup dus pack dan memasukkannya ke dalam kantong plastik, tidak lupa menyiapkan lalapan untuk take away dengan mengambil plastik dan memasukkan lalapan ke dalamnya.


Setelah selesai dengan lalapan, Novi pun menyiapkan sambal untuk take away, di masukkan nya sambel ke dalam plastik klip, Novi menata kembali plastik yang berisi lalapn dan juga sambel ke dalam kantong plastik.


"Udah nih, ka." ucap Novi dan meletak'kan kantong plastik ke atas nampan.


"Wiiiih, mantep da'ah.. pinter nih baru namanya.. belajar sama siapa si?" pujian di lontarkan ka Tika untuk Novi yang sudah selesai dengan pesenan yang di take away.


"Belajar dari ka Tika." jawab Novi yang membuat hati ka Tika terbang melayang jauh ke awan.


"Mumpung kamu di sini, sekalian buat bil nih Nov." ucap ka Tika.


"Oke." jawab Novi yang langsung berdiri di belakang mesin kasir dan ka Tika yang menggeser badan nya.


Sementara Novi membuat kan bil, berbarengan dengan Fifi yang berjalan ke arah resto dengan di ikuti seorang pria yang membawa pesenan di atas nampan.


"Aiiiih, gantengnya.. sut sut cowok, kenalan dong." banyolan Novi ke luar saat melihat karyawan Peringga berdiri di depan kasir.


Karyawan Peringga tersenyum ramah, "Ka, nanti titip piringnya ya." ucap karyawan Peringga pada ka Tika.


"Beres, nanti di ambil sendiri kan?" tanya ka Tika.


"Iya, ka." jawab karyawan Peringga dan berlalu meninggalkan meja kasir.


"Eeeet ya, cakep- cakep si ora punya nama." kecewanya Novi saat karyawan Peringga pergi begitu saja tanpa menyebutkan namanya.


"Ahahaha, kamu si Nov.. terlalu pecicilan." ledek ka Tika.


"Tapi lucu dan imut kan!" ge'ernya Novi.


"Eet, seli ya gak ada Eka." ucap Nini.


"Eka lagi halan- halan sama ayang embeb." celetuk Novi.


"Sok tau kamu, Nov." ucap ka Tika.


Naya yang merasa haus, memilih untuk berjalan ke dapur untuk minum.


Saat melewati bu Leni dan pak Pangesta.


"Kamu udah makan, Nay?" tanya bu Leni yang lagi makan dengan pak Pangesta.


"Udah, bu." jawab Naya dan berjalan kembali ke dapur.


"Ngapa, Nay? ada orderan baru?" tanya Ipul.


"Kaga, aus pengen minum." jawab Naya sambil mengambil gelas kosong di atas rak dan membuka Frozen lalu menuangkan es batu ke dalam gelas, lalu menuangkan air putih di gelasnya.


Naya menyimpan gelas nya di pinggir Westafel, lalu berjalan lagi ke depan, pos jaga buat waitres.

__ADS_1


"Ka Tika, mao tanya dong." tanya Naya yang sudah berdiri di sisi kanan ka Tika.


"Tanya apa?"


"Cowok."


"Tanya aja."


"Kalo biasanya ngabarin terus kaga, artinya apa ka?" tanya Naya.


"Siapa tuh?" selidik ka Tika.


"Te- temen aku ka, itu pacarnya... kalo aku kan baru kemaren halan-halan sama Surya." jawab Naya yang terlihat gugup.


"Jujur bae kalo kamu, Nay.. pake bohong segala." celetuk ka Tika.


"Terus artinya apa?"


"Mungkin lagi bosen."


"Masa sih bosen?" tanya Naya lagi.


"Udah berapa hari dia kaya gitu?"


"Dari yang abis pulang jalan, udah gak ngabarin aku pas nyampe rumah juga ka." ucap Naya yang ke ceplosan.


"Tuh kan bener, itu cowok kamu." tebak ka Tika yang kali ini membuat Naya tidak bisa berkilah.


"Ya au, ka."


"Dia lagi bosen Naya, sama kamu." ucap ka Tika.


Wajah Naya yang ceria berubah menjadi sedih, "Sabar Nay.. cowok masih banyak kok." ucap ka Tika sambil mengelus punggung Naya.


"Masa sih? Surya bosen sama aku? baru kemaren jalan-jalan kan." batin Naya yang sulit menerima indra pendengaran nya.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


"Anak ayah, ngapa nih.. mukanya cape bener?" tanya ayah saat Naya sudah berdiri di depan ayah sambil mencium punggung tangan kanan ayah.


"Cape yah." jawab Naya.


"Sian amat, anak ayah cape." ayah menghidupkan mesin motornya saat Naya sudah duduk di boncengan.


Ayah melaju kan motornya menuju rumah.


"Ayah lagi pacaran sama bunda, setia gak?" tanya Naya.


"Lagi sama bunda kamu mah, ayah setia Nay."


"Lagi belom sama bunda, ayah gak setia?"


"Ko tanyanya gitu Nay? kamu lagi ada masalah sama Surya?"


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...⭐⭐⭐⭐⭐...


...🌹...


...β˜•...

__ADS_1


...β™₯️...


...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...


__ADS_2