Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Meli


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Aku melajukan kembali kendaraan ku, berharap tidak ada lagi masalah mau itu tilang atau polisi.


"Maaf ya, bang... duit abang jadi ke pake buat bayar tilang." Ujar Meli yang merasa tidak enak hati.


"Iya, Mel... emang lagi apes kali ya." Ujar ku.


Dari kejauhan mata ku tertuju pada pengendara sepedah motor yang meminggirkan motornya di tepi jalan, ada pula beberapa dari mereka yang memutar kembali kendaraannya.


Aduuuuh, alamat jelek ini, itu ada apaan ya rame rame di depan, malah motor ini belom ada SIMnya,.


Ada beberapa motor di antaranya yang pada menepi di pinggir jalan dan ada pula dari mereka yang langsung bener berhentinya di samping.


Hati ku harap harap cemas lagi.


"Ada apaan, bang?" Tanya ku pada pengendara yang sedang memutar laju sepedah motornya.


"Ada razia, bang di depan." Ujarnya.


Makin menclos hati ku ini.

__ADS_1


Singkat ceritanya aku kena tilang untuk ke dua kalinya dengan permasalahan yang sama.


Teman yang ku benceng tidak memakai helm, sedangakan Surat Izin Mengemudi, untungnya tidak di pertanyakan. Jika saja itu di pertanyakan, habis lah sudah riwayat ku. Bukannya dapat bersenang senang bisa berangkat kerja dengan gadis cantik nan manis malah isi dompet ku terkuras 200 ribu hanya untuk membayar tilang dengan cara damai.


Ku paksakan senyum di wajah ku saat akan menyuruh Meli untuk naik ke atas motor ku.


"Mudah mudahan gak ada razia lagi ya bang di depan." Ujarnya saat sudah duduk di atas motor.


"Yah, mudah mudahan ya, Mel." Ujar ku yang kemudian menstarter motor ku dan kembali melajukannya ke jalan menuju lotte Gandaria, salah satu mall terbesar di Jakarta.


Apa gw kualat kali ya ama si Naya, kan gw udah bohongin dia. Gw ngakunya lagi bantuin baba, tapi malah gw lagi jalan sama itu cewek, ah gak lah. Masa sih gw kualat sama Naya, orang gw sama Naya cuma pacar ko, belom juga jadi bini gw.


Ku tepis segala prasangka ku yang kena tilang karena Naya. Mungkin emang lagi apes gw aja kali ya.


Aku dan Meli menyebrangi jalan dengan ku raih tangannya dan ku genggam tangannya.


"Ciyeeee yang udah jadian .. pj dong!" Seru salah seorang teman ku.


"Apa bae lu!" Seru ku yang melewatinya begitu saja.


Kami berpisah setelah melewati eskalator.

__ADS_1


Meli berjalan menuju loker di mana anak sales promotion gril berkumpul dan menyimpan tasnya.


Sedangkan aku langsung berjalan menuju lokker para cleaning servis berada untuk menyimpan tas mereka, tempat lokker yang di jadikan tempat untuk istirahat dadakan, kami biasanya akan merebahkan tubuh yang lelah setelah mengepel dan kadang mencuci lantai dengan alat pembersih lantai.


Ku simpan tas ku di dalam loker, tas yang isinya hanya bekal makan, minum, dan jaket.


Sebelum kembali untuk memulai kerja, ku sempatkan diri ku untuk meraih hape ku dan ku lihat apa ada pesan yang masuk atau ada.


Ku baca pesan dari Naya.


"Kamu lagi apa, yank?"


"Kamu udah makan yank?"


"Jangan lupa makan, yank!


Bersambung...


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊

__ADS_1


Jangan lupa 👍


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah


__ADS_2