Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Serfi


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


"Motor lu masih bersih, nonton tivi bae gidah lu sono!" Bunda mengusir ku dengan bahasanya yang caplak.


Aku tidak hiraukan perkataan bunda, ku ambil sikat dan aku sikat roda belakang sepedah motor ku.


"Tadi aja di suruh nyuci motor pake kaga mao, punya motor mah Nay, di rawat orang mah, biar awet... apa juga kalo di rawat bakal awet, ini mah kalo ora di suruh, ora di kerjain."


Mulai dah radio kusut berdendang.


"Ciyeeee ilaaah, rajin amat itu!" Seru Dava yang lewat depan rumah dengan membawa tentengan kantong plastik.


"Iya dong rajin, biar kinclong motonya." Seru bunda.


Dava melirik ke arah ku yang sibuk menyikat ban motor, "Itu perawan sekarang gawe di mana pok?" Tanya Dava yang kini menghampiri bunda dan duduk di teras rumah nenek Fatimah.


"Masih di sektor sekolah, lu sekarang yang di mana?" Tanya bunda sambil tetap mencuci sepedah motor ku sedangakan aku hanya jadi penyimak di antara mereka.


"Aye sekarang kerja di sorum mobil pok."


"Lah ya enak itu mah, mobil lu banyak Dava." Ujar bunda.


Dava tergelak mendengar pernyataan bunda.


"Mobil orang bun, bukan mobil aye." Terang Dava.


"Tar lu dikit lagi punya mobil, jadi bos lu Dava!" Seru bunda mendoakan Dava.


"Amiiiin mpok.


"Nai, sibuk amat lu neng!" Seru Dava.


"Iya." Jawab ku singkat.


"Kerja di tempat apaan sekarang Nai?"


"Resto juga, bang!" No


Ku masuk ke dalam rumah dengan tangan menenteng


Setelah berjibaku dengan ramainya resto, kini waktunya diri ku dan teman teman beristirahat sejenak sambil tetap berjaga di depan menunggu pengunjung resto datang, menunggu sampai jam pulang tiba.

__ADS_1


Aku dudukkan diri ku di bangku yang membelakangi mesin kasir, sedangkan ka Novi mendudukkan dirinya sambil menghitung uang yang ada dalam mesin kasir.


Sedangkan Ariyanti tengah membenarkan rambutnya sambil bergaya dengan menggunakan kamera hapenya.


Dodi yang baru kembali dari kamar kecil, akhirnya di mintai tolong oleh Ariyanti untuk mengambil foto dirinya.


"Bang Dod... sini dah!" Seru Ariyanti.


"Kenapa lagi?" Tanya Dodi saat mendudukkan dirinya di sebelah Ariyanti.


"Fotoin dong, bang!" Ariyanti menyodorkan hapenya pada Dodi.


"Satu foto, sepuluh rebu ya!" Ledek Dodi.


Plak.


"Awh."


Telapak tangan Ariyanti mendarat dengan keras di bahu Dodi.


"Hahaha, bercanda gw Ri!" Ucap Dodi dengan tergelak.


Ariyanti mengajak ka Novi dan aku untuk ikut serta berfoto bersama dengannya."Ka Novi, Naya... kita foto dulu yu!"


"Ayo sini, Nay!" Kini ka Novi dan Ariyanti yang mengajak ku.



"Sekarang sama bang Dodi nyok!" Seru Ariyanti.


Dodi menolak untuk di ajak foto, "Ah jangan deh, biar kalian bertiga aja yang foto, Dodi tukang fotografernya."


"Jangan gitu dong, Dod... kan buat kenang kenangan ini yang anak waiters ama kasir, anak dapur mah belakangan." Ujar ku.


"Tuh kan bener, ayo lah bang Dodi!" Seru Ariyanti.


"Terus yang fotoin nanti siapa?" Tanya Dodi.


"Bang Adi! Tolongin dong, fotoin!" Seru Ariyanti.


"Ya udah hayo, dari pada nangis lu, Ri!" Seru Adi yang langsung ke luar dari dapur.

__ADS_1


Usulan ka Novi, "Kita foto di dapur aja ngadep sini, kesannya kaya jendela gitu."


"Oke lah." Ujar Dodi.


Aku, Dodi, Ariyanti dan ka Novi akhirnya foto di dapur dengan bantuan Adi yang mendadak jadi fotografer.



"Coba dong liet hasilnya!" Seru ka Novi yang masih berada di dapur.


Adi menyerahkan hape milik Ariyanti pada ka Novi.


"Bagus juga, kamu kaya anak ilang Nay!" Seru ka Novi.


Dodi langsung ke luar dari dapur untuk merokok.


"Coba liet!" Seru Ariyanti, "Eh iya, kamu kenapa jadi nyempil gitu ya Nay?" Tanya Ariyanti saat melihat hasil jepretan Adi.


"Gak apa nyempil juga, asal orangnya yang jangan nyempil, tar ilang ora ketawan lagi!" Ledek Adi.


"Sadis lu ka Adi!" Ledek ku.


"Ya lagi lu doang Nay yang di foto kaku gitu!" Ledek Adi.


"Sebodo." Ucap ku yang memilih ke luar dari dapur dan duduk di bangku dan main game di hape.


"Dih, gitu aja ngambek!" Seru Adi.


"Siapa juga yang ngambek? Orang lagi mao maen game sih!" Seru ku.


"Nov! Udah riset belom lu? Gw mau stok daging nih!" Seru ka Fajar dengan wajah datar.


"Oh, iya... tunggu tunggu!" Ka Novi langsung meninggalkan dapur dan duduk di belakang mesin kasir membuatkan risert hari ini agar bisa di cocokkan dengan stok barang yang ada.


Bersambung...


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊


Jangan lupa 👍

__ADS_1


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah


__ADS_2