Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Malu kaga Sur?


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Surya mengantar Naya ke kamar mandi. Membiarkan Naya di dalam kamar mandi seorang diri. Sedamgkan Surya sendiri dengan jahilnya mengetuk pintu kamar Sani yang tidak di kunci.


Tok tok tok tok tok.


"Gak usah jahil deh lo bogel! Masuk lo!" Sungut Sani yang ada di dalam kamar menatap ke arah layar tivi yang sedang menampilkan Susanna, ratu horor.


Tok tok tok tok.


Surya mengetuk pintu kamar Sani lagi lalu berjalan dengan perlahan dan berdiri di depan kamar mandi dengan tangan yang memegang hapa.


"Bocah jahil banget ya!" Seru Sani dengan kesal yang lantas melihat beranjak dari tidurnya dan membuka pintu.


"Heh bogel, jail bamget lo!" Sungut Sani yang melihat Surya berdiri di depan pintu kamar mandi.


Dengan tampang tidak bersalah berkilah Surya, "Apa si lo, marah marah bae weng!" Hahaha masa iya dia tau itu gw yang ngerjain! Hehehe.


Dengan ke dua mata yang melotot tajam, ke dua tangan yang berada di pinggang, "Bacot bae lo, di sini kan adanya lo doang! Awas lo jail lagi!" Sani kembali dengan membiarkan pintu kamarnya tetap terbuka.


Surya menahan tawa karena berhasil menjahili kakanya.


Ceklek.


"Udah?" Tanya Surya saat melihat Naya yang ke luar dari dalam kamar mandi.


"Iya, udah." Naya kembali ke kamar yang akan ia tempati saat menginap dengan tangannya membawa baju seragam kerjanya dan sekarang Naya sudah berganti baju dan celana dengan wajah yang tampak segar kena basuhan air keran.


Dengan cahaya dari lampu hape sebagai penerang membuat suasana semakin horor di tambah lagi Surya ngotot ingin menonton film Susanna terlebih dahulu di dalam kamar kakaknya Sani.


Akhirnya malam itu ke tiganya menonton film Susanna dengan Naya yang lebih sering acuh dan menyibukkan matanya dengan game yang ada di hape-nya.


Naya dan Sani sama sama tiduran di atas kasur Sani, sedangkan Surya duduk di tepian kasur Sani.


Tangan Surya yang jahil mengguncang paha Naya berkali kali, "Itu yank, liet apa! Seru tau!" Seru Surya yang ingin Naya menikmati acara film horor yang tengah ia tonton.


"Kamu aja, aku gak mau!" Seru Naya.


"Ihs kamu cemen nih, masa sama tontonan aja takut." Ledek Surya dan tidak berapa lama, "Waaaaa." Surya menjerit mana kala sosok menyeramkan muncul di layar tivi Sani.


Bugh.


Sani melempar Surya dengan bantal yang ada di dekatnya.

__ADS_1


"Bego, berisik lo, suara lo kecilin volumenya!" Sungut Sani dengan tingkah kocak Surya, belum lama lo ngeledekin bini lo, sekarang malah lo sendiri yang takut, dasarrr Surya.


"Ihs kampretttt lo, gw kan kaget itu dia tau tau nongol!" Surya beralasan dengan wajah yang tampak canggung, jadi malu kan ini gw jadinya.


Sedangkan Naya terkekeh melihat kelakuan Surya, "Katanya berani, baru nongol gitu aja udah takut, bukan aku aja yang payah, kamu juga payah, haha." Dengan rasa puas Naya meledek Surya.


"Kualat dia Nay ama lo, abis ngatain lo tuh. Malu kaga Sur?" Ledek Sani.


"Ihs masih mendingan gw, gw nontonin itu film, ayo apa yank. Seru tau!" Surya membujuk Naya kembali untuk ikut menonton.


Pada hal tanpa Surya perhatikan, Naya juga sesekali melirikkan matanya pada layar tivi.


"Aku takut, kalo udah liet nanti ke bawa mimpi. Mending aku nonton tivinya pake cara aku aja." Terang Naya.


Surya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan perkataan Naya, "Dengan cara apaan maksudnya?"


"Ya pokoknya pake cara aku aja." Terang Naya yang tidak mau mengatakan pada Surya.


"Udah deh jangan pada debat, berisik tau!" Keluh Sani.


Surya fokus lagi pada layar tivi.


"Laki lo kemana, weng?" Tanya Surya yang baru menyadari jika tidak ada kaka iparnya.


"Gawe malam dia." Jawab Sani.


Naya ngemil di kamar sembari bermain game sedangkan Surya masih berseluncur dengan dunia mayanya.


Sepasang mata yang lelah dan mulut yang lelah mengunyah membuat Naya terkantuk kantuk di tamabh malam yang memang sudah semakin larut, Naya memilih untuk menyudahi bermain gamenya.


"Aku tidur ah yank, mata aku ngantuk." Oceh Naya yang menaruh hape-nya di atas kepalanya.


Menyimpan cemilannya untuk besok lagi.


"Jangan tidur dulu apa, yank!" Surya yang melirik Naya yang tengah menduselkan wajahnya pada dadanya.


"Aku ngantuk!" Naya melingkarkan tangannya pada pinggang Surya, matanya yang sudah tidak kuat terjaga pun akhirnya tertidur.


Surya menyimpan kembali hapenya saat telinganya mendengar suara dengkuran halus dari bibir Naya.


Di bawah terang lampu yang tamaran, ke dua mata Surya menatap wajah Naya yang tampak tenang dalam tidurnya.


Tangannya terulur menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Naya, eeet ya lo mah yank udah tidur bae sih, orang gw lagi pengen juga!

__ADS_1


Surya beranjak dari tidurnya dengan menyingkirkan tangan Naya dari atas pinggangnya.


Bibirnya di benamkannn pada bibir Naya, Surya juga menyesappp bibir bawah Naya, melihat tidak ada pergerakan dan penolakan dari Naya, kini satu tangan Surya menelusup di balik baju Naya.


Menjalarrr naik hingga pada pengait belakang istrinya yang menutupi si kembar yang padat berisi.


Lidah Surya menerobosss masuk ke dalam mulut Naya dan menyesappp lidah Naya, membelittt lidahnya hingga Naya memggelengkan kepalanya saat nafasnya terasa hampir habis.


Tangan Naya memukul dada Surya dengan kesal, "Kamu mah! Aku kan ngantuk, tidur gih!" Naya menolak untuk meladeniiii hasrattt Surya.


Surya yang sudah di penuhiii dengan hasratttnya tidak menghiraukan penolakan Naya. Dengan gerakan yang cepat ia melepas apa yang ia kenakan. Menatap Naya yang tengah tertidur dengan penuhhh nafsuuu.


Bodo amat mao lo bilang ngantuk juga yank, gw yang pegang kendali dan lo cukup nikmatinnn permainan gw ini, hehehe.


Surya membuka baju yang Naya kenakan dan melorotkannn celananya pula beserta segitiga berenda yang menutupi puncakkk kepuasannyaaa.


Bibir Surya melumattt puncakkk si kembar secara bergantian dan meremasss nya, bibirnya menjalar turun memberikan gigitannn dan hisapannn kecil pada tubuh Naya hingga pada benda kecil yang ada di bawah sana.


Ke dua tangan Surya menahan pangkal paha Naya, mencondongkan kepalanya dan menyesappp benda kecil serta memainkannya dengan lidahnya.


Naya mengeranggg di buatnya, berkali kali tubuhnya bergelenjing karena ulah Surya.


"Aaaahh, eeemmhhhh, uuuuh." Dengan ke dua tangannya yang meremasss alas yang menjadi ia tidur, ke dua mata Naya yang terpejam karena rasa kantuknya pun hilang seketika merasakan milik ya berkeduttt di tambah dengan permainan yang di lakukan Surya


Di saat Surya merasa sudah waktunya melakukan pelepasannn, Surya menusukkan senjatanya pada tubuh Naya dengan perlahan dan melakukannya dengan ritme cepat hingga Surya pun ikut mengeranggg merasakan kenikmatannn yang hampir pada puncaknya, "Eeeeeemmhh, aaaaah."


Surya melakukan pelepasan hingga 4 kali permainan dengan Naya hingga jam menunjukkan di hapemya pukul setengah 3 dini hari, baru Surya menyudahinya dan terbaring di samping Naya.


Suara azan subuh berkumandang, telinga Naya dapat mendengarnya namun rasanya ke dua matanya seakan berat untuk membuka, baru sesaat ia ia bisa terjaga dan kini sudah ada suara azan.


"Udah tidur aja lagi, di sini kamu mau bangun siang juga gak akan ada yang marahin kamu! Baba aku mah gak kaya bunda kamu yang bawel, yang ngeharusin anaknya buat bangun pagi. Udah tidur aja!" Surya merekatkan tangannya pada pinggang Naya. Membawa Naya kembali pada tidurnya yang sempat ia usik.


Setan dateng dari mana aja, dalam bentuk apa aja 🤭🤭🤭


...•••••••••...


Bersambung ....


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon


Jangan lupa 👍

__ADS_1


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.


Komen mu merubah popularitas ku 😁


__ADS_2