
Kreeeek..
Pintu di buka oleh Naya.
"Lah, beneran? kamu dari kapan yank? udah nyampe sini bae?" tanya Naya sambil mengucek matanya, memastikan benar orang yang di lihatnya adalah Surya.
"Lumutan aku nungguin kamu ke luar, baca pesan dari aku gak?" tanya Surya.
"Emang kapan, kamu SMS aku?"
"Tahun maren." gondok Surya yang sudah sampai di ubun-ubun.
"Aku ambilin kamu minum dulu deh ya!" ucap Naya yang kembali masuk ke dalam rumah.
Tidak lama Naya masuk ke dalam rumah, bunda berjalan pulang untuk melihat Surya dan juga Naya.
"Naya nya mana, Surya?" tanya bunda yang melihat Surya duduk sendiri di depan teras rumah.
"Ada bun, di dalam."
"Nayaaaa, ada Surya nih." teriak bunda dari luar rumah sambil ikut duduk menemani Surya.
"Iya bun, udah tau." jawab Naya yang sudah membawa gelas kosong dengan sebotol air minum dingin.
Naya duduk dia antara Surya dan bunda lalu Naya juga tidak lupa meletak'kan gelas ke lantai dan menuangkan air dingin ke dalamnya, lalu melerakka botol minuman di samping gelas.
"Kamu baru tau, Nay? kalo Surya dateng?" tanya bunda yang curiga, Naya baru mengeluarkan air minum, sedangkan Surya sudah datang dari beberapa menit yang lalu.
"Laaaah, emang Surya baru dateng.. iya kan yank?" tanya Naya yang sudah tidak malu lagi memanggil Surya dengan sebutan yank di depan bunda.
"Iya bae dah, biar kamu seneng." ucap Surya sambil meraih gelas berisi air dingin, menghilangkan tenggorokannya yang sudah meronta-ronta minta di guyur air minum.
"Busrak, yank yank.. pala luh peyang." ledek bunda.
"Surya tuh, udah dateng dari tadi Naya.. emang kamu ngapain aja di dalam? tadi, bukannya kamu nonton televisi?" tanya bunda pada akhirnya pada Naya.
"Dari tadi, yank?" tanya Naya meminta jawaban dari Surya.
"Makanya, tadi kan aku bilang.. baca pesan dari aku, yaaaaank!!"
Naya menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku kan baru bangun tidur, mana aku tau kalo ada pesan masuk dari kamu.. aku tuh taunya ada telepon masuk dari kamu, ya aku angkat." jelas Naya yang ngoceh tanpa henti.
"Surya, luh gak kerja?" tanya bunda mengalihkan perhatian.
"Libur, bun." jawab Surya.
"Surya, sekarang kerjanya ngapain?"
"Ngepel bun, cleaning servis."
"Kalo cleaning servis, kerjanya ngapain bar Sur? selaen ngepel?" tanya bunda yang ingin lebih banyak tahu.
"Kalo cleaning servis tuh datengnya harus lebih pagi dari karyawan toko bun, nyapu lantai, ngepel, ngelap kaca, bersihin toilet, macem-macem deh bun."
"Udah gajian dong, Sur?"
"Alhamdulillah, udah bun."
__ADS_1
"Asiiiik, bunda di traktir nih." ledek bunda.
"Apaan sih bun, malu tahu." kelah Naya.
"Apa sih Nay, bunda minta di traktir sama Surya, bukan sama kamu." ledek bunda lagi.
"Bunda mau makan apa?" tanya Surya.
"Emmmm apa ya yang enak tuh." pikir bunda, "Soto bae Sur, kayanya enak nih." ujar bunda lagi.
"Boleh, belinya dimana ya bun?" tanya Surya yang belum banyak tahu tempat jajanan di wilayah tempat tinggal Naya.
"Onah Nay, di belakang.. deket Bidan Wayan." ujar bunda memberi tahu tempat soto yang sudah buka sambil menunjuk ke belakang.
"Ayo yank, jalan ke sana!" ajak Surya pada Naya yang sudah berdiri.
"Naya, nganter Surya dulu bun." jelas Naya pada bunda.
"Iya gih sono, bunda tunggu ya!" seru bunda.
"Iya bun." jawab Naya.
Naya dan Surya pun berjalan beriringan menuju tempat yang menjual soto, sambil Surya menggenggam tangan Naya.
"Maaf ya yank, bunda minta di traktir sama kamu." ucap Naya yang tidak enak hati pada Surya.
"Iya, wajar lah.. kan aku baru gajian." jelas Surya sambil mengulam senyum.
"Maaf juga ya, duit kamu jadi berkurang." ucap Naya lagi, benar-benar gak enak hati.
"Gak usah gak enakan gitu, emang niet aku juga mau traktir bunda kok."
"Kejutan buat kamu, kali aja aku dateng ke rumah, kamunya gak ada."
"Aku gak ada? terus aku kemana?"
"Kali, kamu lagi jalan sama cowok laen yang punya motor." ucap Surya sekenanya.
"Enak bae luh kalo ngomong, kamu kali tuh yang lagi deket sama cewek lagi? cewek mana lagi? SPG ya?" tuduh Naya pada Surya.
"Enak bae kalo ngomong nih mulut." ucap Surya sambil menowel bibir Naya.
Obrolan kami pun terhenti saat sudah berada di depan gerobak penjual soto lamongan.
"Ibu, beli soto." teriak Naya, biar si ibu penjual soto keluarga dari dalam rumah kontrakan.
"Iya tunggu sebentar." jawab si ibu dari dalam rumah kontrakannya.
"Kamu mau ikut makan soto gak yank?" tanya Surya pada Naya.
Naya pun menghadap ke arah Surya dan membelakangi gerobak soto.
"Emang kamu gak mau makan soto?" tanya balik Naya.
"Engga, aku pengen ngajak kamu jalan ke Bintaro Plaza."
"Kamu yang izin ke bunda?"
__ADS_1
"Iya, tar aku yang izin."
Saat si ibu penjual soto ke luar dari dalam rumah dan berdiri di depan gerobaknya untuk membuat soto sambil bertanya, " Sotonya mau berapa bungkus, neng?"
Naya pun langsung melihat ke arah ibu penjual soto, "Lah si empok.. empok yang jualan soto?" tanya Naya yang mengenali penjual soto.
"Iya ini, gua yang jualan soto. luh jadi mao berapa bungkus nih sotonya?"
"Berapa bungkus, yank?" tanya Naya meminta pendapat pada Surya.
"Buat bunda, nenek, ayah, Ani, Apri." ucap Surya.
"Eet Apri sama bunda aja, Ani kan masih di sekolah, ayah juga belum pulang kerja." jelas Naya.
"Nanti juga kan Ani sama ayah pulang." ucap Surya.
"Empat bungkus aja, pok." ucap Naya pada akhirnya pada si empok penjual soto.
"Duduk dulu tuh Nay, ama si abangnya." ucap si empok sambil meracik soto pesenan Naya.
"Ayo yank, duduk dulu." ajak Naya agar Surya ikut duduk di bangku plastik yang tersedia.
"Kamu kenal, sama yang jual soto?" tanya Surya setengah berbisik setelah duduk.
"Kenal, itu empok Asni.. emaknya kalo malam jualan nasi uduk sama ketupat.. enak dah." jelas Naya.
"Bukan sodaranya mantan kamu?" tebak Surya.
"Diiiih, di kata aku tuh punya mantan di sekolah doang, itu juga atu biji."
"Kenapa cuma satu?"
"Dulu tuh prinsip aku, sekolah buat belajar.. bukan buat cari pacar." ucap Naya.
"Terus kenapa bisa punya pacar juga? kan belum lulus sekolah?" tanya Surya yang ingin tahu.
"Kasih tahu gak yaaaaa?" ledek Naya yang malah balik bertanya.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
Kira-kira apa nih alasan Naya, bisa goyah tuh prinsip sekolah bukan buat cari pacar?
Terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
Mohon ππ»ππ» dukung karya receh author π dengan cara β©οΈ
...π...
...komen...
...πΉβ...
...βββββ...
...vote...
__ADS_1
...β₯οΈ...
...πΈπΈπΈ salam manis πΈπΈπΈ...