
Meli berjalan menuju loker di mana anak sales promotion gril berkumpul dan menyimpan tasnya.
Sedangkan aku langsung berjalan menuju lokker para cleaning servis berada untuk menyimpan tas mereka, tempat lokker yang di jadikan tempat untuk istirahat dadakan, kami biasanya akan merebahkan tubuh yang lelah setelah mengepel dan kadang mencuci lantai dengan alat pembersih lantai.
Ku simpan tas ku di dalam loker, tas yang isinya hanya bekal makan, minum, dan jaket.
Sebelum kembali untuk memulai kerja, ku sempatkan diri ku untuk meraih hape ku dan ku lihat apa ada pesan yang masuk atau ada.
Ku baca pesan dari Naya.
"Kamu lagi apa, yank?"
"Kamu udah makan yank?"
"Jangan lupa makan, yank!
Hati ku semakin merasa bersalah setelah membaca pesan dari Naya.
Aku tidak tahu apakah Naya di sana masih bisa setia dengan ku atau tidak, yang aku tahu aku hanya takut jika Naya tidak lagi setia pada ku, hingga aku bisa berbuat tega padanya, dengan sadar ku bohongi dia hanya untuk aku bisa berangkat kerja bareng dengan salah satu sales promotion gril dan mungkin itu karma untuk ku hingga tadi saat di jalan menuju lotte gandaria aku sampai 2 kali kena tilang.
Akhirnya aku balas pesan Naya.
"Maaf honey, aku lupa ngabarin kamu... aku udah di tempat kerja, kamu jangan lupa makan, nanti berangkat kerja hati hati ya! Tengok kanan kiri dulu sebelum nyebrang. Nanti pulang kerja aku jemput kamu. Love you honey, aku sayang kamu, cinta ku muach muach." Pesan yang aku kirim ke Naya.
Tidak lama pesan kundi balas oleh Naya.
__ADS_1
"Kamu kerjanya hati hati ya, yank." Balasan singkat Naya.
Aku pun menyimpan kembali hape ku ke dalam tas dan ku taruh di dalam lokker kerja ku.
Di tempat lain.
Naya lagi nonton televisi di atas kasur.
"Lagi apa lu, Nay?" Tanya bunda di depan pintu.
"Lagi ton tivi, bun." seru ku.
"Mending lu cuci noh motor!" Seru bunda.
"Nanti aja bun, masih bersih ko itu motornya." Elak ku dan ku rebahkan tubuh ku di atas kasur.
Bunda langsung membawa ember besar ke depan rumah dengan berisi air, tidak lupa dengan gayung, sikat, lap kain dan juga sampo.
"Konci motor mana, Nay?" Pinta bunda yang sudah berdiri di dalam kamar ku.
Aku pun bangun dari tidur ku dan meraih konci motor yang ada di atas lemari box.
Setelah kunci motor ku berpindah tangan baru lah bunda ke luar dari kamar ku.
Sesaat aku berfikir, buat apa bunda nanyain kunci motor ya?
__ADS_1
Dari pada penasaran aku pun ke luar rumah dan melihat bunda yang sedang mencuci motor ku.
Bunda bunda, di kata masih bersih juga." Aku masuk lagi ke dalam rumah dan merebahkan tubuh ku di atas kasur.
Bukannya senang tapi rasa tidak nyaman yang aku rasakan.
Akhirnya aku ke luar dan berniat untuk ikut membantu bunda mencuci motor ku di depan.
"Ngapain lu?" Tanya bunda sewot saat melihat ku memegang gayung hendak menyiramkan air pada motor ku ini.
Bunda pasti marah ini mah, "Bantuin bunda nyuci motor!" Seru ku dengan menampilkan sederet gigi putih ku.
"Motor lu masih bersih, nonton tivi bae gidah lu sono!" Bunda mengusir ku dengan bahasanya yang caplak.
Aku tidak hiraukan perkataan bunda, ku ambil sikat dan aku sikat roda belakang sepedah motor ku.
"Tadi aja di suruh nyuci pake kaga mao, punya motor mah Nay, di rawat orang mah, biar awet... apa juga kalo di rawat bakal awet, ini mah kalo ora di suruh, ora di kerjain."
Mulai dah radio kusut berdendang.
Bersambung...
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊
__ADS_1
Jangan lupa 👍
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah