Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Meli


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Akhirnya Surya mengerti akan mau ku, untuk tidak menyentuh ku dan minta ini itu, hanya sekedar cipika cipiki, itu pun ia yang memaksa meski awalnya aku menolak, tetap aja bukan Surya namanya kalo mudah menyerah.


Pukul 8 malam di lotte gandaria, tempat Surya mengais rejeki saat ini sebagai clining servis.


Surya mengitari stand martket dengan membawa serta kain pel, membersihkan setiap lantai yang kotor, mengelap lantai yang terdapat cipratan air dari akuarium ikan hidup.


Surya berhenti di depan stand ikan segar dan bertanya pada rekannya yang berjaga di sana.


"Widih, bang ... ikannya pada kedinginan itu di taroin es batu bae!" Seru ku pada Solih yang sedang menaruh es batu di streofoam dengan sedemikian rupa agar suhu ikan tetap terjaga.


"Et lu Sur, gw kata siapa kali, ini ikannya lagi pusing, minta di dinginin pake es batu." Ledeknya dengan tangan menata es batu.


"Kalo kata orang mah minta di kompres kali ya bang? Saking bae ikan ora bisa ngomong." Ujar ku lagi.


"Iya bae dah, dari pada bonyok ... kerja lu yang bener, Surya!"


"Ah lu, bang ... gw lagi ngasoh juga."


Mata ku menyapu seluruh ruangan, tanpa sengaja mata ku tertuju pada seorang SPG (Sales Promotion Girl) yang sedang berdiri dengan ke dua tangannya sibuk menata buah jeruk yang ada di hadapannya.


Jiwa playboy ku angot dan timbul dalam benak ingin mendekati SPG (Sales Promotion Girl) itu. Kayanya anak baru itu, bisa kali di deketin.


"Bang, itu ada SPG baru ya di stand buah!" Seru ku pada bang Solih yang mau tidak mau bang Solih mengalihkan perhatiannya pada tangan ku yang menunjuk pada seorang Sales Promotion Girl.


"Ooh itu si Meli, iya itu anak baru ... baru pindahan dari lotte Ciputat." Seru bang Solih yang ternyata mengenalinya.


Namanya Meli, cantik kaya orangnya.

__ADS_1


"Udah punya cowok belom, bang?" Tanya ku lagi.


"Lah lu mah Surya, nanyanya jangan ama gw, gw ora tau itu mah, mending lu tanya langsung gih sama anaknya!." Jelas bang Solih.


"Oke lah, biar aya tanya dewek bae." Aku melangkah kaki ku dengan tekat bulat dan pasti, pasti gw bakal dapetin ini cewe.


Aku berhenti tidak jauh dari ia berdiri, aku pura pura mengepel lantai yang bersih ini.


"Ehem ehem, sibuk amat neng!" Seru ku yang tidak jauh berdiri dari si Meli, SPG inceran ku kini, inceran untuk aku dekati, inceran untuk aku memengkan hatinya.


"Eh, iya bang." jawab si Meli.


Ya ampun suaranya si Meli bikin gimana gitu di dengernya.


Gadis cantik berparas sunda, dengan rambut di kuncir kuda, kulitnya yang putih belum lagi bodinya yang aduhai bak gitar spanyol


Di liet dari deket, makin cantik bae ini si Meli. "Neng, namanya siapa, neng?"


"Nama neng cakep, kaya orangnya, cakep pisan." Puji ku pada gadis yang sebenarnya aku sudah tahu namanya dari bang Solih, yaaa deketin cewe harus pura pura nanya ini itu dulu.


"Btw, abang baru liet neng di mari."


"Saya lagi di oper, bang?"


"Operan dari mana, neng?"


"Lotte ciputat, bang."


"Kalo tinggaknya, neng di mana?" Tanya ku lagi ingin lebih mengenal dirinya.

__ADS_1


"Gang sate, bang." Jawab Meli ramah.


Dan obrolan pun berjalan seperti air yang mengalir, kami saling bertanya balik tetang diri pribadi.


Selama aku ngobrol dengan Meli, tidak sekali pun ia berkata kasar atau pun menjawab ketus pada ku, ia selalu menjawabnya dengan ramah sesekali tersenyum saat mendengar ledekan dari bibir ku.


Dari obrolan ku, aku tahu jika Meli ini belum penya kekasih, ia tinggal di gang sate bersama dengan orang tuanya.


Lebih kebetulannya lagi ternyata rumah ku dan ia tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Aku di kebon kopi dan dia di gang sate, kebetulan besok ia masuk siang, bisa lah aku ajak untuk berangkat bareng bersama ku, hitung hitung pendekatan ku padanya, kali aja jodoh ku adalah dirinya kan!


Selama janur kuning belum melengkung, masah ada kesempatan buat mepet itu si Meli.


Urusan ku dengan Naya, yah abaikan dulu lah, toh aku melakukan pendekatan sama Meli juga kan untuk diri ku membandingkan mana yang nanti kiranya cocok untuk teman hidup ku.


Jika Naya sudah aku selami, boleh lah mata ini hati ini menyelami gadis lain.


"Besok, berangkat kerja biar abang jemput ... mau gak Mel?" Tanya ku.


"Emmm gimana ya bang!" Meli tampak meragu.


"Mau aja lah Mel, toh abang kan searah sama Meli sama sama ke lotte gandaria, dari pada Meli naek angkot, mending sama abang naek motor." Bujuk ku agar Meli mau berangkat bareng dengan ku.


Bersambung...


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊


Jangan lupa 👍

__ADS_1


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah


__ADS_2