Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 68


__ADS_3

"Apri, mana Imah? pulang ora bareng ama luh?" tanya nenek Fatimah yang belum melihat keberadaan Apri.


"Tadi ngakunya mah langsung maen ama si Sandi, mak." jawab bunda apa adanya.


Naya keluar dari dalam rumah nenek Fatimah dengan membawa gelas kosong di tangan kanannya dan ketel stainless yang berukuran lumayan besar.


"Eeet bujuk dah, luh kata gendong pake di bawa tuh ketel air gua Naya." ujar nenek Fatimah saat melihat Naya membawa ketel stainless.


"Ahahaha, biasa aja dong nek.. tar kalo air di gelas abis, nenek gak pake nyuruh Naya lagi buat ngambilin air buat minum gitu." ucap Naya sambil meletakkan gelas kosong dan juga ketel stainless di saung.


"Ada baeee kamu Nay, akalnya!" seru bunda.


"Ada dong, Naya gitu." ucap Naya yang langsung duduk di saung.


Bunda menuangkan air ke dalam gelas yang kosong hingga terisi penuh.


"Nih mak!" seru bunda sambil menyodorkan gelas yang sudah berisi air.


"Iye, makasih ya." ucap nenek Fatimah yang langsung meraih gelasnya dan langsung membasahi tangan kanannya dengan air tersebut.


"Oh iya Nay, kamu liet Apri gih.. di depan ada gak!" seru bunda yang memberi perintah Naya untuk melihat Apri.


"Eeeet ya, baru juga duduk." keluh Naya.


"Udah gih, liet dulu adek kamu.. kalo ada ya kamu pulang lagi Nay." bujuk bunda.


"Iya iya." dengan wajah di tekuk Naya bangun dari duduknya dan mulai melangkah untuk mencari Apri.


Sore hari di resto..


Saat yang lain tengah sibuk dengan aktivitasnya..


Pak Aziz sedang duduk di meja kayu yang berada di balik papan putih panjang sambil menulis jadwal kerja dan libur karyawan dapur bebek dengan menggunakan kertas HVS.


Ka Tika yang sedang berdiri di belakang mesin kasir tengah menempel kode plu dan juga keterangan nama item dari setiap kode plu.


A Awan dan juga Tohir lagi asik dengan asap, apa lagi kalo bukan bebek asap dan juga ayam asap. Buat stok nanti malam jika ramai dengan pesenan asap.


"Ka Tika lagi apa?" tanya Naya yang sedang menaruh nampan setelah mengantar pesanan.


"Ini nempel kode plu, biar kalian bisa inget.. tapi tetap harus di luar kepala." ujar ka Tika mengingatkan.


"Emang ka Tika jadi libur?" tanya Novi yang tiba-tiba muncul di belakang Naya.


"Jadi dong." jawab ka Tika senang.


"Aku libur kapan ka?" tanya Naya.


"Coba gih tanya pak Aziz." jawab ka Tika.


"Serius amat.. lagi pada ngapain sih?" tanya Fifi yang baru muncul dari arah resto mie kocok.


"Dari mana luh ka?" tanya Eka.


"Dari toilet." jawab Fifi.


"Mojok luh ya sama anak mie kocok?" tanya Novi.


"Apa sih luh Vi, eh dapat salam luh dari anak mie kocok juga." elak Fifi.


"Dari siapa Fi?" kepo ka Tika.


"Itu loh ka, anak mie kocok yang baru yang rambutnya keriting ikal gitu tapi putih kok anaknya." jelas Fifi menceritakan ciri-ciri anak yang tengah naksir sama Novi.


"Ah goroh bae luh, Fi." ucap Novi yang tidak percaya.


"Yeee, bener lah.. masa gue bohong." ucap Fifi.

__ADS_1


"Orderan baru." kata Nini yang sudah berdiri di depan kasir dan menyeraykan catatan pada ka Tika.


Naya lagi menyalin kode plu dan keterangan item produk di atas kertas yang biasa di gunakan untuk mencatat orderan.


Kertas catatan Nini berpindah tangan ke ka Tika, lalu ka Tika mengoder pesenan ke anak dapur.


"Woy woy woy, orderan baru woy.. gawe ayo gawe!" seru ka Tika yang melihat anak dapur alias Ipul, Angga dan Rion tengah berkerumun di tempat asap meninggalkan stan dapur.


Ipul, Angga dan Rion langsung berjalan menuju dapur, balik ke habitat kerjanya 🀣🀣


"Order apaan ka?" tanya Angga.


"Bebek goreng dada 9, paha 2 dan nasi 11 take away." ucap ka Tika.


"Widiiiiih banyak amat dadanya." ucap Ipul yang langsung menyalakan kompor gas dan memanaskan minyak goreng.


"Lah ya emang catetannya gitu, Pul." kata ka Tika.


"Minumnya engga ka?" tanya Angga.


"Kaga." jawab ka Tika, dan berlalu meninggalkan dapur.


Ipul langsung berjalan menuju lemari frozen dan meraih plastik pack yang ada dalam stainless yang berbentuk persegi panjang berisi beberapa plastik pack dengan masing-masing berisi bagian dada bebek, paha bebek, dada ayam, paha ayam, bebek utuh dan juga ayam utuh.


Ipul mengambil 1 pack plastik yang berisikan dada bebek dan 1 potong dada bebek dari plastik yang lainnya, lalu Ipul memasukkan dada bebek ke dalam penggorengan yang berisi minyak goreng yang tadi sudah di panaskan.


Lalu Ipul mengambil plastik pack lain lagi yang berisikan paha bebek dan memasukkan 2 potong ke dalam penggorengan yang sama.


Angga langsung mengambil dus pack dan juga plastik putih bening yang akan di gunakan untuk membungkus nasi.


Dengan sigap Rion langsung mencetak nasi ke dalam mangkuk dan menaruh di atas piring yang beralaskan plastik bening yang tadi Angga siapkan. Angga membungkus nasi dan menaruh di dalam dus pack.


Ka Tika mengambil nampan dari dalam ciler yang berisikan potongan timun, kol, tomat dan juga daun selada.


Ka Tika mulai memasukkan lalapan ke dalam plastik hingga 11 bungkus.


"Kalo sambel mah udah di stok." jawab ka Tika.


Sementara itu di meja kasir..


"Buat apaan Nay?" tanya Novi yang melihat Naya mencatat.


"Buat di hafalin." jawab Naya.


"Wah otak encer kaya kamu mah bakal cepet hafalnya, Nay." puji Novi.


"Kalo gak di hafalin, ya gak bakal hafal Nov!" seru Naya.


"Lah otak kamu kapan encer Nay, waktu sekolah aja kamu rengking 1 udah ditu akuntansi juaranya." ujar Novi yang mengingat kenangan kala sekolah dulu.


"Itu mah dulu Nov, beda sama sekarang." kata Naya.


"Dari SMP juga Naya mah udah pinter Nov, kutu buku.. jam istirahat adanya di kelas mulu." sambar Nini yang ikut nimbrung.


"Lah SMK juga sama dia mah Ni, nyari dia mah gampang bener.. kalo gak di kelas ya di perpustakaan.." ujar Novi.


"Perpustakaan ampe kelas 2 doang, kelas 3 mah kaga Nov." jawab Naya mengoreksi perkataan Novi.


Pak Aziz berdiri di belakang kasir sambil berkata, "Ini bapak udah buat jadwal libur kalian ya." ujar pak Aziz sambil memperlihatkan selembar kertas HVS di depan dadanya yang berisi nama-nama karyawan dapur bebek.


"Wiiih mau dong pak, liet." kata Novi.


"Aku juga mau liet pak." ucap Naya.


"Saya kapan pak libur?" tabya Eka.


"Orderan baru." seru Elsa yang menyodorkan kertas catatan order pada pak Aziz.

__ADS_1


Pak Aziz meletakkan kertas HVS yang berisi jadwal kerja karyawan dapur bebek di atas meja kasir, lalu mulai menyampaikan orderan pada a Awan.


"Awan, bebek asap 2 ekor potong 4." ucap pak Aziz.


"Beres." jawab a Awan.


Novi mengikuti jejak Naya dengan mencatat kode plu dan keterangan item produk.


Dreeet dreeet


Getaran pesan masuk pada ponsel Naya.


Naya membuka pesan yang masuk di ponselnya.


βœ‰οΈ 0896222***


Kamu lagi apa yank?


βœ‰οΈ 0896222***


Jangan lupa makan


Naya membalas


βœ‰οΈ Naya


Lagi kerja, nanti aja kalo mau smsn kalo udh pulang kerja.


βœ‰οΈ 0896222***


Udah dapet jadwal libur apa belom?


βœ‰οΈ Naya


Udah dong, barusan di buat jadwal sama pak Aziz.


βœ‰οΈ 0896222***


Kapan?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung....


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


β€’β€’β€’> πŸ‘ like


°°°> ✍🏻 komen


>>>>> ⭐⭐⭐⭐⭐




\=\=\=\=\> πŸŽβ˜•πŸŒΉ



β€’β€’β€’β€’β€’\> β™₯️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊



🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2