
...🌷🌷🌷🌷...
Naya menggeprak lengan Surya, "Yank, bangun yank. Udah pagi, makan dulu yank!"
"Eeemmmmhh!" Surya menengkurapkan posisi tidurnya, hingga wakahnya kini bersembunyi di bantal, rese banget sih lu!
Bunda Imah mengerutkan keningnya, "Udah bagen bae laki lu mah, Nay. Tar juga bangun. Lu dulu makan, tar ayah lu pulang... lu langsung berangkat ke dokter." Oceh bunda Imah dengan cuek namun menatap tajam pada Surya, kapan lu ngersain sakit, gw cuwekin lu! Dasar mantu ora ada pikirannya! Udah tau bininya lagi sakit, bukannya khawatir, malah enak enakan molor lu!
Tidak berselang lama Naya sudah mencuci mukanya dengan di bantu bunda, naya juga sudah mengenakan sweater nya.
"Udah lu duduk dulu di situ. Tar juga ayah lu pulang." Ucap bunda Imah yang mendudukkan Naya di sofa kecil yang ia bawa ke teras rumah.
Sementara Surya yang berada di kamar dengan matanya yang terpejam, telinganya memasang dengan tajam, mendengarkan pembicaraan apa saja yang terjadi di antara Naya dan ibu mertua nya itu.
Ayah tiba di rumah dan memarkir sepedah motornya di depan rumah.
"Gimana, Imah?" Tanya ayah Adi dengan tangannya yang terulur menyentuh kening putri tertuanya Naya.
"Lah ya yang lu liet itu, bang! Udah adam apa masih panas itu suhu badannya?" Tanya bunda Imah yang kini menggenggammm uang untuk Naya berobat.
"Masih panas ini!" Oceh ayah Adi yang menatap istrinya yang bunda Imah berdiri di depan pintu.
Bunda Imah menyerahkan uang seratus ribu pada ayah untuk membawa Naya ke dokter.
__ADS_1
Bunda Imah menunggu di rumah dengan melanjutkan pekerjaan rumahnya.
Ayah Adi membawa Naya ke klinik dan ibu bidan yang sedang berjaga tidak mau menangani Naya, justru menyarankan Naya untuk di bawa pada dokter kandungan dan melakukan rongsen.
Naya berbaring di ranjang kelinik dan dokter bertanya tanya dengan mengecek denyut nadi Naya.
"Ini ada apa ya, bu?" Tanya bu bidan.
"Saya datang bulan gak teratur dok, baru berenti ke luar sehari, udah ke luar lagi dan itu deres dok." Ucap Naya.
Dokter mengerutkan keningnya, "Itu udah berapa lama, bu?"
"Hampir 2 minggu, dok."
"Kalo demamnya dari kapan ini, bu?" Tanya bu bidan lagi.
"Apa ibu melakukan suntik kb? Atau melakukan pencegahan ke hamilan?" Tebak dokter.
"Suntik kb dok, itu yang sebulan sekali." Ucap Naya apa adanya.
"Maaf pak, nanti ibunya di bawa ke rumah sakit xxx aja ya pak! Biar nanti di sana bertemu dengan dokter kandungan dan lakukan rongsen jika di perlukan untuk mengetahui alasan terjadinya pendarahan pada ibu." Ujar bu bidan panjang lebar.
Ayah yang tidak mengerti pun hanya mengiyakan saja, "Jadi ke rumah sakit xxx nih bu dokter? Kalo ibu dokter kenapa gak mau ngobatin anak saya?" Tanya ayah.
__ADS_1
"Saya gak berani pak untuk memberikan obat pada putri bapak, apa lagi saat ini putri bapak sedang demam, saya juga tidak tahu obat jenis apa yang di gunakan anak bapak untuk kontrasepsi nya." Ujar bu bidan.
Di jalan ayah ngedumel, meluapkan kekesalannya namun motornya melaju ke rumah sakit yang di katakan oleh bu bidan. Sedangkan Naya menaiki motor dengan bersandar pada punggung ayah Adi. Tubuh Naya begitu lemas dan lelah. Rasanya tidak punya tulang untuk menegakkan duduknya.
"Rese banget tuh bidan, bilang kek kalo itu dia gak mau ngobatin lu Nay! Pake nyuruh ayah ke rumah sakit segala." Gerutu ayah Adi.
Sampai di rumah sakit xxx.
Ternyata dokter kandungan yang di cari Naya dan ayah sedang tidak ada jam prakteknya, Naya dan ayah di minta kembali nanti malam saat ada dokter kandungannya.
Dreeet dreeet dreeet.
Hape ayah berdering.
"Siapa yah yang telpon?"
...•••••••••...
Bersambung ....
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
__ADS_1
Jangan lupa komen ya reader, paling anteng ini novel jarang ada yang komen ðŸ¤ðŸ¤
Jempol terus bergoyang 💃💃