Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 70


__ADS_3

Naya mengantar makanan ke meja nomor 5 dengan riyang.


"Permisi ibu, pesanannya sudah datang!" seru Naya saat sudah di samping meja customer, dan meletakkan seporsi bebek asap paha ke meja yang ibu duduki itu.


"Iya mbak, benerkan mbak.. saya mampir loh kesini nyobain apa tuh tadi kata mbak?" tanya si ibu dengan ramah.


"Bebek asap, ibu." senyum Naya.


"Iya benar, saya coba ya mbak." ucap si ibu yang mulai mencuci bebek asap pesenannya.


"Kalo gitu, biar saya tinggal ya bu.. nanti kalo ada yang di butuhkan.. panggil aja bu!" pamit Naya pada ibu yang berpakaian modis tapi gak sombong, begitulah kesan buat Naya pada si ibu.


Naya menaruh nampan pada tempatnya dan berdiri di samping ka Tika.


"Ka." panggil Naya.


"Apa Nay." ucap ka Tika yang lagi menyoret pena di atas kertas.


"Ka Tika buat apa sih?" dengan keponya Naya melihat hasil coretan tangan ka Tika.



cerita'nya hasil coretan tangan ka Tika.


"Widiiiih, keren ka." takjub Naya.


"Biasa aja Nay."


"Itu cakep loh ka, kaya kartun jepang gitu.. kok ka Tika bisa sih buat kaya gitu?"


"Bisa lah, kan awalnya liet terus berimajinasi." terang ka Tika.


"Ka, besok beneran libur?"


"Iya bener, kenapa emang Nay?"


"Nanti aku kesepian dong gak ada ka Tika di resto." ucap Naya.


"Ya elah Nay, ada yang lain noh.. ada Fifi, Eka, Elisa, Nini, Novi, anak cowok juga ada."


"Eet omongannya beda ka, beda yang di bahas." terang Naya yang kurang nyambung dengan obrolan selain ka Tika.


"Cuma 3 hari doang Nay.."


*****


Saat jam pulang tiba, lampu resto juga sudah padam, listrik sudah di turunkan, semuanya mulai berdo'a sesuai kepercayaan masing-masing.


"Berdo'a selesai.. terimakasih untuk kerjasamanya malam ini, semuanya selamat beristirahat." pak Aziz menutup pertemuan, dan semua bubar.


"Kamu belum di jemput, Fi?" tanya Naya yang melihat Fifi malah duduk di kursi.


"Aku gak di jemput bapak Nay." jawab Fifi.


"Ya udah, aku duluan ya Fi." pamit Naya dan berjalan menuju pangkalan ojek tempat ayah menunggu Naya.


"Duluan Nay." ucap Rion yang melewati Naya.


"Iya, hati-hati." balas Naya.


Saat Ipul, Angga dan juga Tohir berjalan melewati ayahnya Naya yang sedang duduk di atas motornya sambil mengobrol bersama dengan bapaknya Eka.


"Duluan, pak." ucap Ipul.


Angga dan Tohir menundukakan badan sedikit, kalo kata dia mah hormat gitu. hehehe.


"Oh iya, wah kompak bener nih pada jalan kaki." kata ayah yang salut dengan Ipul, Angga dan Tohir.


"Iya pak, orang rumahnya deket kok dari sini." kata Ipul.


"Deketan pula pak, rumahnya pada." Tohir yang ikut menimpali ucapan ayah.


"Hati-hati ya jalannya!" seru ayah.


"Iya pak." kata Ipul.


Ipul, Angga dan juga Tohir berjalan menjauh meninggalkan ayah Adi dan juga bapaknya Eka.


"Jalan duluan gua, Di." pamit ayahnya Eka pada ayah Adi.


"Oke bos, hati-hati bos!" seru ayah Adi.


Eka dan bapaknya berjalan meninggalkan ayah yang masih menunggu Naya.


Dreet dreet..


Getaran dari ponsel Naya, tanda pesan masuk.


0896222***


Kamu udah pulang yank?


0896222***


Aku baru keluar toko, lagi ngasoh dulu di luar.


"Belom juga di jawab, udah ngirim pesan bae nih bocah." batin Naya.


Naya membalas pesan pada Surya.


Naya

__ADS_1


Aku baru mau pulang.


"Anak ayah, serius amat maen hapenya!" seru ayah saat Naya sudah berdiri di samping ayah.


"Bales pesan doang yah, hehe." jawab Naya sambil mencium punggung tangan kanan ayah.


"Pesan siapa tuh?" tanya ayah.


"Ahahaha, ayah mao tau bae." ledek Naya.


Ayah dan Naya pulang ke rumah dengan mengendarai motor, ayah mengendarai motor dengan kecepatan sedang.


"Ayah.. bunda masih ngambek gak?" tanya Naya saat berada di jalan.


"Ah bunda kamu mah, masalah kecil di gede-gedein."


"Waaaah, aromanya masih ngambek nih bunda sama ayah." tebak Naya.


"Kaya kagak tau bunda kamu bae, Nay."


"Lagi ayah, udah tau lembur.. kaga ngabarin bunda." ujar Naya yang ikut menyalahkan keteledoran ayah.


"Ah bunda kamu mah, tar juga baik dewek."


"Ya au yah, emang kalo nanem pohon di tol itu harus malem ya yah?" tanya Naya.


"Biar gak ganggu yang gunain jalan tol Nay kalo malam tuh, itu juga salah supir yang bawa pohon datengnya telat." jawab ayah yang mengutarakan alasan keterlambatannya pulang.


"Kalo lembur gitu, dapet makan gak yah?" tanya Naya lagi.


"Kemaren dapet, ayah makan di sono.. abis ayah laper bener." jelas ayah.


"Dapet duit juga yah?"


"Dapet, kan ayah beliin mertabak duitnya Nay."


Dreeet.. dreeet...


Pesan masuk di ponsel Naya.


Naya meraih ponselnya yang di letakkan di saku baju kerjanya dan melihat siapa yang mengirim pesan.


0896222***


Kamu pulang sama siapa yank?


Naya langsung membalas pesannya.


Naya


Sama ayah.


0896222***


Naya


Iya, kamu lagi sama siapa?


0896222***


Sama temen.


Naya


Cewek apa cowok?


0896222***


Cowok lah.


Naya


Gak ada ceweknya?


0896222***


Iya gak ada lah.


Naya


Kamu pulang, jalan kaki lagi?


0896222***


Iya jalan kaki lagi.


Naya


Pulangnya hati-hati kamu ya yank!!


0896222***


Iya sayang ku, manis ku, cinta ku.


Naya


Kedubrak


0896222***


Ngapa?

__ADS_1


Naya


Ora


0896222***


Lah itu tadi.


Naya


udah ya, dikit lagi mao nyampe rumah.


0896222***


Iya, langsung mandi terus makan.


Naya


Iya


Motor yang ayah kendarai sampai di gang.


"Baso yah!" seru Naya yang melihat tukang bakso.


"Beli gih." ayah menghentikan motornya di gang.


"Bagi duit yah." pinta Naya yang masih duduk di atas motor.


Ayah langsung mencari-cari uang di beberapa saku, mulai dari saku jaket yang sedang ayah kenakan, saku celana, sampai membuka dompet, "Ayah gak nemu duit, Nay." ucap ayah pada akhirnya.


"Ya udah yah, pulang ajah." ucap Naya dengan lesu.


"Kamu, bukannya abis gajian Nay?" tanya ayah.


"Kan duitnya kasih bunda semua, Naya gak boleh pegang uang banyak.. takut hilaf." ucap Naya.


Ayah melajukan lagi motornya dan berhenti di depan teras rumah.


"Assalamualaikum, bunda." panggil Naya yang sudah berdiri di depan pintu.


"Waalaikum salam." suara ibu dari dalam rumah.


Kreeeek. pintu di buka bunda.


"Baru pulang kamu, Nay?" tanya bunda.


"Iya." Naya langsung mencium punggung tangan kanan bunda.


"Capek kamu Nay?" tanya bunda lagi.


"Kaga bun."


Naya masuk ke dalam rumah, menuju kamar menaruh tas dan mengambil baju ganti, lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengelap badan yang lengket dengan keringat setelah beraktivitas di resto.


Ayah memasukkan motor ke ruang depan, bunda sudah masuk terlebih dahulu ke kamar Naya.


Ayah menyusul bunda yang berada di kamar Naya, ayah melihat Ani yang sudah tertidur pulas, "Imah." panggil ayah saat sudah berdiri di samping bunda.


"Ngapa?" jawab bunda ketus.


"Buse* dah, masih ngambek bae luh." ledek ayah.


"Bodo amat."


"Apri kemana Imah?" tanya ayah.


"Nginep di rumah emak."


"Anak luh, pengen maka baso noh." ucap ayah memberi tahu bunda.


"Siapa?"


"Naya, tadi minta di beliin ama gua." ayah ikut duduk di samping bunda.


"Ya beliin apah!" seru bunda yang masih fokus pada layar televisi.


"Gua ora punya duit, kalo punya juga udah gua beliin."


Bunda bangun dari duduknya, "Mao kemana luh Imah?" tanya ayah.


"Ngambil duit, buat Naya beli baso." jawab bunda yang langsung berjalan ke kamarnya.


"Bunda mana yah?" tanya Naya yang sudah terlihat lebih segar setelah ganti baju dan mengelap badanya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


β€’β€’β€’> πŸ‘ like


β€’β€’β€’β€’> ✍🏻 komen


β€’β€’β€’> ⭐⭐⭐⭐⭐


β€’β€’β€’β€’> vote


β€’β€’β€’> πŸŽβ˜•πŸŒΉ

__ADS_1


β€’β€’β€’> β™₯️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊


🌺🌺🌺🌺 salam manis πŸ™‚ 🌺🌺🌺🌺


__ADS_2