Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 60


__ADS_3

Saat jalan pulang menuju rumah.. dengan bersemangat Apri berjalan mendahului Naya dan bunda.


"Jalan cepat amat Pri, mao ngambil gaji ya?" ledek Naya.


"Kan Apri mau punya sepedah, seneng lah." ucap Apri.


"Emang ayah udah beli sepedahnya bun?" tanya Naya.


"Bunda gak tau Nay, paling entar jam istirahat kali Nay." jawab bunda.


"Yaah Pri, kayanya ayah gak jadi beli sepedah deh." ledek Naya yang sukses membuat Apri berhenti berjalan.


"Kok gak jadi?" tanya Apri dengan kedua tangan berada di pinggang alias bertolak pinggang.


"Gak jadi lah, kan ayah lagi kerja.. ahahaha." ledek Naya lagi.


Apri menghampiri Naya dan meraih tangan kanan Naya yang sedang menenteng belanjaan.. lalu Apri menggigit tangan Naya..


"Auh.." Naya meringis kesakitan.


"Emang enak.. week." ucap Apri lalu menjulurkan lidahnya dan berjalan lagi dengan semangat.


"Apri gak boleh gitu.. minta maaf sama kaka!" perintah bunda.


"Kaka nakal bunda." jawab Apri.


"Tapi kaka jangan di gigit sayang." ucap bunda, "Kamu juga Naya, jangan gitu ngeledekin adenya mulu." omel bunda.


"Iya maaf bun." ucap Naya.


Apri menghampiri Naya dan meraih tangan Naya yang tadi sudah Apri gigit.


"Maafin Apri ya kaka." ucap Apri.


"Iya, maafin kaka juga ya?" tanya Naya.


"Baikan." ucap Apri.


Saat sampai di saung, terlihat nenek Fatimah yang masih setia tiduran di sana.


"Waah, beneran borong luh Imah?" tanya nenek Fatimah yang melihat bunda dan Naya membawa tentengan belanjaan.


"Iya mak." jawab bunda.


Bunda dan Naya mendudukkan dirinya di saung dan meletakkan kantong belanjaan di atas saung.


Apri langsung memainkan lidih yang tergeletak di atas tanah dan memasukkan ke lubang semut.


"Nih konci rumah luh, tadi si Naya udah pulang bawa sepedah." ujar nenek Fatimah.


"Lah ini Naya baru pulang nek." ujar Naya dengan bingung.


Bunda meraih kunci rumah dari tangan nenek Fatimah.


Nenek Fatimah langsung melihat satu persatu isi setiap kantong belanjaan yang tadi di bawa Naya dan bunda semua ada 3 kantong plastik belanjaan.


"Maksudnya nenek kamu tuh, ayah tadi udah pulang bawa sepedah." jelas bunda.


Mendengar ada sepedah, Apri langsung berlari menghampiri saung dan bertanya pada nenek Fatimah, "Bener ada sepedah nek?"


"Iye, noh di taro dalem rumah luh." ujar nenek Fatimah.


"Asiiiik.. Apri punya sepedah." sorak Apri kegirangan.


"Bilang apa Pri sama kaka?" tanya bunda.


"Makasih kaka Nay." ujar Apri sambil mencium pipi Naya.


"Sama-sama Apri." ucap Naya.


"Ayo bun, pulang.. Apri mao naek sepedah baru." ucap Apri dan berjalan menuju rumah.


"Ayo Nay, bawa sekalian Nay belanjaannya." ucap bunda.


"Beres bos." ledek Naya.

__ADS_1


Naya membawa semua kantong belanjaan dan menyusul bunda yang sudah berjalan lebih dulu.


"Imah, gua mao ayam goreng." ucap nenek Fatimah.


"Beres mak, terima makan tar ya!" seru bunda.


Bunda membuka pintu dengan kunci, lalu Apri mendorong pintu dengan tidak sabaran.


Kreeek.. pintu di buka Apri.


"Pelan-pelan Apri." ucap bunda.


"Horeeee, sepedah." sorak Apri saat melihat sepedah yang ia damba sudah ada di depan mata.



Kira-kira gitu sepedah yang jadi rebutan Apri kalo lagi minjem punya teman.


Apri langsung menaiki sepedahnya dan membawanya keluar rumah.


"Bunda, Apri main." ucap Apri yang sudah meluncur dengan sepedah barunya.


"Widih keren, ben 10 ya Pri?" tanya Naya yang berpapasan dengan Apri di luar rumah.


"Apri gitu, pasti keren." ujar Apri bangga.


"Ahaha, dasa* botak." ucap Naya.


Apri tidak menghiraukan perkataan Naya dan terus mengayuh sepedanya dengan riyang.


Dreet.. dreeet.. getaran dari ponsel Naya.


"Heet ya, getar mulu.. ora tau orang lagi ribet apa ya." keluh Naya dalam hati.


"Bun, ini taro di sini?" ucap Naya saat sampai di dalam rumah dan meletakkan kantong belanjaan di lantai.


"Taro kulkas Nay itu sekalian.. susu Apri taro meja.. ayam sama bumbu ungkep bawa kesini." teriak bunda dari dapur.


"Busrak... nyerocos bae bun kalo udah nyuruh.. di rem bun." ledek Naya.


Yah begitulah bunda, kalo udah nyuruh kaya petasan banting, kaya kereta yang gak bisa di rem.


Setelah selesai dengan memasukkan belanjaan di kulkas, Naya menyimpan susu Apri di atas meja yang berada di kamar bunda dan beralih membawa ayam dan bumbu ungkep yang bunda minta ke dapur.


"Nih bun, mau di apain lagi?" tanya Naya saat sudah berada di dapur.


Naya melihat bunda yang sedang mengulek bumbu dengan menggunakan cobek.


"Bunda lagi ngapain?" tanya Naya.


"Ngulek bumbu buat ayam lah." ucap bunda.


"Lah kan bunda tadi udah beli bumbu ungkep buat ayam." ujar Naya.


"Lah iya ya." ucap bunda dan menghentikan aksinya dari mengulek bumbu.


"Ngapain bunda ngulek lagi buat bumbu ayam ya Nay?" tanya bunda pada Naya.


"Lah ya au.. bunda yang ngulek, bukan Naya." ujar Naya.


"Ya udah Nay, itu bumbu ungkep taro sonoh." ucap bunda yang menyuruh Naya meletakkan bumbu ungkep di atas kompor.


"Kalo ayamnya bun?" tanya Naya.


"Cuci Nay, terus taro di penggorengan gede taroin air." ucap bunda memberi arahan pada Naya.


Naya mengambil penggorengan gede seperti arahan bunda dan mencuci ayam di kamar mandi lalu menaruhnya di penggorengan dengan air bersih.


"Airnya segini bun?" tanya Naya sambil kedua tangannya membawa penggorengan.


"Nah iya, udah taro situ di kompor, luh nyalain dah tuh kompornya Nay." ucap bunda.


"Udah bun." ucap Naya saat sudah selesai dengan perintah bunda.


"Ya udah sonoh kalo udah mah." ucap bunda.

__ADS_1


"Itu bumbu, ora di masukin sekalian bun?" tanya Naya.


Bunda menaruh cobek yang berisi bumbu yang sudah halus ke atas tungku kompor.


"Ini mao bunda taroin." ucap bunda sambil menaruh bumbu ungkep dan bumbu ulekan bunda ke dalam penggorengan yang berisi ayam.


"Lama gak bun?" tanya Naya.


"Ya lama lah, tunggu airnya tiris, bumbu nyerep deh ke ayam." ucap bunda.


"Naya kamar dulu ya bun." ucap Naya.


Naya berjalan meninggalkan dapur di ikuti bunda yang berjalan di belakang Naya.


Naya merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai membuka pesan yang masuk di ponsel Naya.


✉️ 0896222***


Kamu lagi apa cantik?


✉️ 0896222***


lagi sama pacar ya tik?


✉️ 0896222***


kok pesan aku gak di baca bales sih?


✉️ 0896222***


maaf udah ganggu waktunya


✉️ 0896222***


hay


"Astaga ini pesan dari tadi yang masuk dia doang." gumam Naya.


"Kamu kenapa Nay?" tanya bunda yang melihat Naya berbicara sendiri.


"Ini ada orang usil." ucap Naya.


"Kok bisa?" tanya bunda.


"Lah ini liet aja, pesannya gak di bales langsung kirim pesan lagi." ucap Naya sambil memperlihatkan layar handphonenya pada bunda.


"Kira-kira kamu tau gak itu siapa?" tanya bunda.


"Kalo di perhatiin mah kaya ketikan si Surya." ucap Naya.


"Lah emang itu bukan nomor teleponnya Surya?" tanya bunda.


"Ini nomor baru bun, Naya gak kenal." jawab Naya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung...


kira-kira siapa yang kirim pesan ke Naya pake nomor baru ya ??


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


••••> 👍 like


••••> ✍️ komen


•••••> ⭐⭐⭐⭐⭐


•••••> vote


•••••> 🎁☕🌹


•••••> ♥️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺


__ADS_2