
Matahari mulai terik, Apri juga mulai lelah mengayuh sepedahnya yang sudah beberapa kali mengelilingi kompleks, sedangkan Naya dan bunda tengah ngobrol ngalor ngidul sambil duduk di trotoar kompleks.
"Bunda.. pulang yuuuk!" seru Apri sambil mengayuh sepedahnya yang menghampiri bunda dan Naya yang tengah duduk di trotoar.
"Ayo Pri." ucap bunda dan berdiri dari duduknya.
"Balik sekarang nih bun?" tanya Naya, yang masih betah dengan posisi duduknya.
"Tahun depan Nay." ledek bunda, sambil berjalan meninggalkan Naya.
"Ayo kaka Nay, pulang!" seru Apri yang mengayuh sepedahnya ke arah Naya.
"Iya montok." ucap Naya.
"Montok siapa ka?" tanya Apri, berbarengan dengan itu Naya berdiri dari tempat semula ia duduk.
"Ya Apri lah.. hahahha.. gemes deeeh!" seru Naya sambil mencubit gemas pipi Apri saat Apri tepat di samping Naya.
"Auuuuuh sakit." ucap Apri yang mengeluh sakit sambil mengelus-elus pipinya yang di cubit Naya.
"Naya." panggil bunda yang menengok ke arah Naya dan juga Apri.
"Iya buuuun.. nih jalan tuh." ucap Naya yang langsung berjalan cepat menghampiri bunda.
"Ayo Cupit, sanah jalan duluan." ucap Naya sambil mendorong punggung Apri yang tengah duduk di atas sepedah.
"Dorong terus ka." ucap Apri yang malah ke enakan di dorong.
"Yeeh, kamu tuh.. ke enakan di dorong." ucap Naya.
"Biarin, kaka Nay yang mau dorong sih.. weeek." ledek Apri dengan menjulurkan lidahnya ke arah Naya.
"Yeee, ngeledek lagi nih bocil.." ucap Naya sambil mencubit pinggang Apri.
"Aaaah geli kaka." ucap Apri dengan menggeliyetkan badannya.
"Ora mampir Imah?" tanya bu haji Mindil yang sedang duduk di warung nasi uduk miliknya.
Terlihat pula ada beberapa orang yang tengah menikmati sarapannya ada yang makan nasi uduk, ada yang makan ketupat sayur, ada yang makan lontong ada pula yang makan gorengan.
"Gak pok haji, mau langsung pulang ajah." jawab bunda.
"Bundaaaa." rengek Apri sambil mengayuh sepedahnya di belakang bunda dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Apa, Pri?" tanya bunda, sambil menengok ke arah Apri.
"Apri laper lagi, Apri cape.. tadi kejer bunda.. di ledekin kaka Nay juga." ujar Apri panjang lebar sambil menyandarkan kepalanya di stang sepedahnya dengan kedua tangan jadi bantalan.
"Melas amat sih anak bunda di lietnya!" seru bunda sambil mengelus sayang kepada Apri.
"Laaaaper." ucap Apri lagi.
"Nay juga gak nolak bun, nasi uduk." ucap Naya yang bertingkah bak anak kecil dengan kedua tangannya bertaut di belakang badannya.
"Malu umur Nay." tegur bunda.
"Maooo." ucap Naya lagi.
"Udah mampir sini, debat bae luh pada." ujar bu haji Mindil yang melihat Naya, bunda dan Apri yang terlihat sedang melakukan rapat dadakan.
"Ya udah, ayok." ajak bunda menggiring Naya dan Apri memasuki warung nasi uduk bu haji Mindil.
Apri yang sudah tidak sabar langsung duduk manis di atas bangku dengan mengayun-ayunkan kedua kakinya yang menjuntai ke bawah.
Naya langsung duduk di samping kanan Apri sambil memainkan ponselnya yang sedari tadi bergetar tanda pesan masuk yang minta segera di baca.
__ADS_1
"Kalian mau makan apa nih?" tanya bunda pada Apri dan juga Naya.
"Uduk." ucap Naya dan Apri berbarengan.
"Kompak amat?" tanya bunda.
"Kan laper." jawab Apri.
"Apa bae, Pri." ucap Naya, sambil senyum-senyum melihat ke layar ponselnya.
Naya membaca dalam hati setiap pesan yang di kirim oleh Surya.
✉️ 0896222***
Kamu masih di kompleks yank?
✉️ 0896222***
Udah balik belom sih kamu dari kompleks?
✉️ 0896222***
Lagi sama cowok luh ya? pesen gua di cuwekin!!!
✉️ 0896222***
Woy, ada orang gak si?
✉️ 0896222***
Jangam ampe gua bales cuwekin pesen luh ya. boles woy!!
✉️ 0896222***
"Nasi uduk 2 pok haji." ucap bunda, sambil duduk di samping kiri Apri.
"Beres, mao pake semur apa sayur?" tanya bu haji Mindil
Bu haji Mindil mengambil sebuah piring lalu menyendokkan nasi uduk ke atas piring yang di pegangnya, tidak lupa menaburkan bawang goreng di atas nasi uduk.
"Pake kuah sayur sama jengkol, ada emak haji?" tanya Naya.
"Ada itu mah." jawab bu haji Mindil, mulai menyendokkan kuah sayur beserta jengkol sesuai keinginan Naya.
"Sambel ya emak haji." ucap Naya.
"Iye.. Apri pake apa luh tong?" tanya bu haji Mindil yang sudah menuangkan beberapa sendok sambal di atas nasi uduk Naya beserta kerupuk.
"Semur sama bakwan emak haji." ujar Apri.
"Pake sambel ora tong?" tanya emak haji Mindil, yang sudah menyendokkan nasi uduk untuk Apri di atas piring beserta bawang goreng dan sebuah bakwan.
"Kaga." ucap Apri.
Bu haji Mindil membawa dua porsi nasi uduk sesuai permintaan Apri tanpa sambal dan Naya dengan sayur jengkol lalu menghidangkannya ke depan Naya dan juga Apri.
"Silahkan di nikmati ya, kalo kurang tinggal bilang." ujar bu haji Mindil pada Naya dan Apri.
"Makasih emak haji." ucap Naya.
"Makasih emak haji." ucap Apri.
"Iye sama-sama." ucap bu haji Mindil.
"Luh ora makan Imah?" tanya bu haji Mindil yang berdiri di samping bunda.
__ADS_1
"Iya, bunda gak ikut makan?" tanya Naya.
"Ini bunda mau pesen Nay." jawab bunda.
"Luh mao makan apa Imah?" tanya bu haji Mindil lagi.
"Tupat sayur aja deh pok haji." ujar bunda.
"Luh tupat sayur pake sambel ora?" tanya bu haji Mindil sambil menepuk bahu bunda
"Kagak deh pok haji." ucap bunda.
"Beres, gua siapin dulu ya!" seru bu haji Mindil, lalu meninggalkan bunda untuk membuatkan pesenan bunda.
Bu haji Mindil mengambil sebuah mangkuk dan mulai mengambil ketupat yang di bungkus dari daun pandan dan membelahnya lalu memotong menjadi beberapa bagian dan menaruhnya di atas mangkuk.. tidak lupa menyirami potongan ketupat dengan sayur buatan bu haji Mindil yang sudah terkenal enaknya, menabur bawang goreng dan juga kerupuk sebagai topping.
Bu haji berjalan menghampiri bunda dengan tangan kanan membawa seporsi ketupat sayur sambil bertanya, "Emak Fatimah gimana kabarnya Imah? Sehat pan ya?"
"Alhamdulillah baik pok." jawab bunda.
"Ini pesenan luh." ucap bu haji Mindil sambil meletakkan seporsi ketupat sayur di hadapan bunda.
"Makasih ya pok haji." ujar bunda.
"Iya Imah.. eh kalo anak luh yang atu lagi masih sekolah pan ya?" tanya bu haji Mindil.
"Iya masih sekolah pok." jawab bunda sambil menikmati ketupat sayurnya.
Naya sama Apri mah jangan di tanya, masih menikmati nasi uduk. Apa lagi model Naya yang makan itu lelet bener.
"Laki luh masih kerja di taman Imah?" tanya bu haji Mindil.
"Iya masih pok." jawab bunda.
"Lah betah amat Imah, ampe dapet motor ya Imah?" tanya bu haji Mindil lagi.
"Alhamdulillah masih betah dan masih di percaya sama bosnya pok.. motor mah masih kredit pok." ujar bunda.
"Kalo ora begitu, luh ora punya Imah." ucap bu haji Mindil.
"Iya pok, kalo ora kredit ya ora punya." ucap bunda yang membenarkan ucapan bu haji Mindil.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bersambung....
Kira-kira bakal berantem gak tuh Naya ama si Surya? 🤔🤔
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊
mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️
••••> 👍 like
•••••> ✍🏻 komen
•••> ⭐⭐⭐⭐⭐
••••> ☕🌹🎁
••••> vote
••••> ♥️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊😊
🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺
__ADS_1