
...🌷🌷🌷...
"Coba aja kaka bales pesennya, tanya dah ini siapa...gampangkan?" Ujar Ani dengan ide briliannya.
"Tapi nanti kalo ka Surya tahu kaka ngirim pesen ke nomor gak di kenal, ka Surya bisa marah dong."
"Ah kaka mah, baru juga pacaran udah banyak banget aturan, tinggalin bae orang kaya gitu mah ka, noh cowok masih banyak di luar."
"Waaa elah itu bacot enak bener kalo ngoceh, cowok boleh banyak di luaran, tapi hati kaka mah udah mentok ama ka Surya hahaha."
"Apaan, Nay?" Tanya bunda yang pura pura tidak mendengar obrolan antara aku dan Ani.
Aku menoleh ke arah bunda yang berdiri di ambang pintu kamar ku, "Apaan ya, bun?" Tanya ku pura pura gak paham dengan maksud pertanyaan bunda padahal mah ya ngerti banget bunda mao tanya apa, terlihat jelas di mata bunda kalo bunda bohong, ga tau apa apa.
Bunda menatap Naya dengan menggelengkan kepalanya, Anak gua udah pandai nyembunyiin rasa, Naya Naya, orang tua mao lu bohongin, lupa lu lahir dari perut sape? Lah ya perut gua lah, hadeh.
Ani menyambar tas punggungnya yang ada di atas lemari box lalu membawanya, Waaah kalo kaya gini mah aku kabur aja ah, hahaha.
"Ada yang mao spik guguk nih, wak wak wak wak." Ledek Ani.
Dalam hati aku mengumpat, Kampretttt lu, Ni.
☀️☀️☀️
Jam di dinding masih menunjukkan pukul 8 pagi, hanya ada aku di kamar yang lagi nonton tivi, bunda lagi jemur baju, nenek Fatimah masih rajin menyapu halaman menyapu daun yang berjatuhan dari pohon mangga yang sengaja di tanam di halaman rumahnya, sedangakan adik kecil ku Apri lagi main dengan temannya, sendiri lah aku bertemankan tivi dan juga hape.
"Naya, ke luar lu, bejemur sini!" Suara teriakan bunda.
"Iya dulu." Sahut ku yang lantas berjalan ke luar untuk berjemur, vitamin matahari biar badan gak lemes 🤣🤣.
"Ngapain lu di dalam bae?" Tanya bunda dengan tangan sibuk menjemur baju.
"Lagi nonton tivi."
"Surya ora nengokin lu, Nay? Apa udah putus lagi?"
"Lah ya au bun, nanya sih gitu."
"Ya abisnya pagi mana? Kan lu mah kalo Surya ora ke rumah bearti lagi putusan pan?"
"Tar juga dia kesini."
Ngeng ngeng ngeng.
Yang di omongin panjang umurnya, langsung nongol.
Surya datang lalu memarkirkan sepedah motornya di halaman rumah nenek Fatimah.
"Ora kerja lu, tong?" Sapa nenek Fatimah pada Surya yang sedang memarkirkan sepedah motornya.
"Entar, nek...masuk malam." Surya menciumi punggung tangan kanan nenek Fatimah.
Aku merogoh saku celana kolor yang aku kenakan, Mati dah gw, hape mana ya? Itu pesen yang dari nomor gak di kenal udah gw apus apa belom ya?
Buru buru aku masuk ke dalam untuk mencari hape ku sapa tau ada di dalam kamar dan aku lupa menghapus pesan yang semalam masuk.
Ternyata tingkah ku ini membuat Surya jadi curiga, aku masuk ke dalam rumah dengan terburu buru dengan wajah cemas.
"Assalamualaikum, bun!" Surya mencium punggung tangan kanan bunda.
"Waalaikum salam, udah madang Sur?" Tanya bunda.
"Udah dong, bun." Surya mendudukkan dirinya di teras rumah lalu mengeluarkan sebungkus rokok, korek gas dan hapenya ia letakkan di atas teras dekat ia duduk.
"Ada apanya, Sur?"
__ADS_1
"Ada daging tak bertulang." Ujar Surya yang mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusannya dan menyalakan api dari korek gas.
"Apaan itu, Sur?"
Surya menyesapp rokoknya, melongo pintu rumah, Naya ngapain si di dalam? Jadi curiga gw.
Karena Surya tidak menjawab pertanyaan bunda, bunda pun melihat ke arah Surya di lihatnya Surya tengah menatap ke arah pintu.
"Pantesan di tanya dia ora nyaut, lagi ngelietin onoh pintu ampe ora fokus itu kuping." Gumam bunda.
Bunda berjalan ke arah teras rumah dan mendudukkan dirinya di teras tidak jauh dari Surya duduk.
Bunda memanggil Surya, "Sur, Sur." namun tidak ada jawaban, "Surya!" Bunda memanggil Surya dengan menaikkan suaranya.
Surya menoleh dengan gelagepan bicaranya, "Eh iya bun, apaan bun? Tadi bunda nanya apaan dah?"
"Naya ada di dalam, paling lagi pake bedakan, nungguin ayang embeb dateng." Ledek bunda.
"Ya au, bun."
"Lu ora kerja, Sur?" Tanya bunda.
Surya menghela nafas, Eeet ya, kaga nenek Fatimah kaga bunda, kalo ketemu yang di tanyain kalo kaga makan ya kerja, kerja bae kerja, kapan liburnya?
"Tar Surya masuk malam, bun...oh iya bun, itu Naya kenapa bun? Bisa di seruduk motor gitu?"
"Oh itu, bocah lagi buru buru mao pulang, mobil yang di depannya udah berhenti, di kata dia mah ora ngapa kali, dia nyelip bae itu lah si Naya nongol dari depan, ya dia kaget langsung nyeruduk Naya, sempet ngerem juga dianya, jadi Naya juga ora parah parah amat." Terang bunda.
"Emmmm, terus orangnya tanggung jawab, bun?"
"Ya tanggung jawab, nanti kalo dia gajian, mao ngasih duit buat berobat...kalo sekarang mah KTP dia dulu yang di tahan di sini."
"Cewek apa cowok bun, yang bawa motor?"
Bunda memijat kakinya sendiri yang berselonjor, "Cowok...kalo di denger orang mah ya Sur, di seruduk apa di serempet motor itu parah, makanya dari kemaren ada bae yang dateng buat nengokin Naya." Terang bunda.
"Minum dulu nih, yank!" Aku menaruh gelas dan toples biskuit di dekat Surya.
"Oh, iya." Surya mengambil gelasnya dan meminumnya, tatapannya mengarah pada Naya, baru ke luar ini bocah, bikin gw curiga bae si, ada yang di tutupin nih kayanya dari gua, apaan ya?
"Nay, ember bawa ke dalam gih!" Perintah bunda.
"Iya." Aku membawa ember ke dalam dan menaruhnya di kamar mandi, lalu aku temui lagi pacar ku, ayang embeb ku.
Aku lihat bunda sudah tidak ada di luar, Surya hanya duduk seorang diri.
"Bunda kemana, yank?" Tanya ku yang langsung duduk di dekat Surya.
"Ada di rumah nenek. Aku pinjem hape kamu dong, honey!" Seru Surya dengan nada suara yang terkesan dingin.
Mau tidak mau, aku berdiri lagi dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil hape, "Baru juga duduk." Oceh ku.
"Udah sana ambil, jangan lama ya honey!" Seru Surya.
"Iya, wel!"
Surya menatap punggung Naya yang menghilang di balik tembok. Awas bae lu lama, bearti bener ada yang di sembunyiin.
Aku menyambar hape yang ada di atas lemari box lalu aku menemui Surya lagi.
"Nih hapenya." Aku menyerahkan hape ku pada Surya, aku mendudukkan diri ku di sampingnya, mencomot biskuit dari dalam toples, untung aja udah aku apus dari bangun tidur itu pesennya, terus nomor yang gak di kenal tadi juga udah aku salin di buku, jadi aman deh kalo Surya meriksain hape.
Aku melihat Surya yang tengah berseluncur jemarinya di atas kipet hape ku. Mudah mudahan Surya gak curiga, gak ada yang ketinggalan juga itu pesennya.
Sudah bisa di tebak apa yang Surya buka pasti yang di cek ya pesan yang masuk, pesan yang ke luar, panggilan masuk, panggilan ke luar, panggilan tidak terjawab, buku telpon pun tidak luput dari jangkauannya.
__ADS_1
Surya mengembalikan hape ku, "Udah kamu hapus ya, honey?" Tanyanya.
"Apaan yang di apus?" Tanya ku pura pura gak tahu.
"Pesennya lah, masa apaan!"
"Kaga ada, yank... mao pesen dari siapa emang yang aku apus?"
"Kali bae nomor yang gak kamu kenal, nanya kamu sakit apa? Lukanya parah apa gak! Bisa kan?"
Tuh kan bener bae, "Kaga ada yang kaya gitu."
Seperti terselamatkan, cacing di perut ku berbunyi minta di isi.
Kruk kruk kruk.
"Kamu laper, honey?" Tanya Surya menatap perut ku yang lempeng.
"Kedengerannya, pagi mana?"
"Banyak makan apa! Udah tau abis kecelakaan kaya gitu." Surya mematikan putung rokoknya lalu membuangnya.
"Mulut aku gak nafsuuu makan."
"Kamu mau makan apa?"
"Bakso."
Surya memasukkan lagi hape, bungkus rokok, korek gasnya ke dalam saku jinsnya, lalu ia berdiri.
"Kamu mau kemana, yank?" Tanya ku dengan wajah polos.
"Tadi kamu mau makan apa?" Surya malah balik bertanya.
"Ya bakso lah." Dumel ku dengan bibir mengerucut.
"Iya ayo." Surya menggenggam tangan ku dan menarik ku mengikuti langkah kakinya.
"Izin dulu sama bunda!" Cicit ku.
"Iya."
Surya membawa ku ke rumah nenek Fatimah dengan tangan yang masih saling berpegangan.
Dari depan pintu rumah nenek Fatimah aku melihat bunda tengah merebahkan dirinya di lantai dengan nenek Fatimah yang sedang melipat baju.
"Bun, mao ngajak Nay jalan dulu ya!" Seru Surya.
Nenek Fatimah yang berkicau, "Mao jalan ke mana, lu tong?
"Mao cari bakso buat Naya, nek."
"Bunda mao Sur." Oceh bunda.
"Iya bun, pake semua apa kaga bun?" Tanya Surya.
"Tanya Naya bae noh, Naya tau selera bunda."
🛵🛵🛵
"Bener gak ada yang kamu sembunyikan, honey?"
Bersambung...
Jangan lupa jempolnya ya 🤭🤭
__ADS_1
Komen mu merubah popularitas ku 😊