
...🌷🌷🌷🌷...
2 hari sebelum hari bersejarah untuk Sani.
Setelah mengantar Naya pulang ke rumah, "Aku bingung nih!" Seru Surya sambil duduk di teras lantai depan rumah Naya.
"Bingung kenapa?"
Ku ucap salam sambil mengetuk pintu rumah.
Tok tok tok.
"Assalamualaikum, bun!"
"Tumben ya sepi?" Tanya Surya yang tidak mendengar suara tivi menyala.
"Mungkin bunda lagi tidur, makanya rumah sepi." Ujar ku yang memilih duduk di teras di samping Surya sambil meletakkan tas selempang di lantai.
Sambil duduk ku ketuk pintu.
Tok tok tok.
"Ani, Apri, ayah, bunda!" Seru ku memanggil nama keluarga ku, tapi tidak ada yang menyahuti ku.
"Coba telpon ayah, gih!" Saran Surya.
"Coba deh."
Ku ambil hape yang ada di dalam tas selempang ku, ku lihat ada pesan dan juga panggilan tak terjawab dari nomor telpon ayah.
Aku mengerutkan kening, "Ayah ngapa ya ini telpon?"
"Coba telpon balik."
Ku dengarkan saran Surya untuk menelpon balik ayah.
Lama panggilan ku di jawab, apa ayah lagi di jalan ya? Tapi kemana?
"Ayah di mana?" Tanya ku saat panggilan ku di jawab ayah.
"Ayah lagi di jalan pulang ini, tunggu bentar ya! Konci rumah ada di atas pintu." Suara ayah dari sebrang sana.
"Ayah pergi sama bunda juga? Yang laen juga, yah? Naya dewekan ini?" Tanya ku dengan menatap Surya.
"Iya, tar ayah jelasin ya!" Seru ayah.
"Ya udah, hati hati yah!"
Ku taruh hape di lantai tidak jauh dari ku duduk.
__ADS_1
"Ayah kemana, honey?" Tanya Surya.
Aku bangkit dari duduk, tangan ku meraih sesuatu di atas pintu, "Kaga tau."
"Kamu nyari apaan?" Tanya Surya yang melihat tingkah ku.
"Nyari konci rumah, tadi kata ayah konci rumah ada di atas pintu." Tangan ku mencari konci rumah yang di simpan di atas pintu.
"Ini dia, akhirnya ketemu juga." Ucap ku saat sudah berhasil menemukan kunci.
Ku buka pintu.
"Semuanya pada pergi?" Tanya Surya yang melihat ku membuka pintu rumah dengan kunci.
"Kayanya mah gitu." Jawab ku sambil mengambil tas yang ada di lantai, "Aku taro tas dulu, terus sekalian ambil air buat kamu minum." Ujar ku yang lantas masuk ke dalam rumah.
Ceklek.
Pintu sengaja aku buka.
Bisikan setan mulai menggelayuti otak dan hati Surya.
Kalo di dalam gak ada orang, bisa kali ya... emmm coba gw bujuk Naya deh.
Surya masuk ke dalam rumah, mencari keberadaan ku yang sedang ada di kamar mandi, cuci muka biar seger.
Surya tidak mendapati kekasihnya di kamar dan ruang depan, suara gemericik air terdengar dari kamar mandi.
"Nay!" Panggil Surya dari depan pintu kamar mandi melihat wajah Naya yang segar karena basah dengan air, membuat gejolak di hatinya semakin menggebu, hasratttnya semakin ingin menyentuh Naya.
"Kamu kenapa?" Tanya ku dengan bingung, tumben tatapan Surya aneh gitu.
Surya menatap Naya dengan tatapan lelaki yang ingin menerkam, penuh nafsuuu.
Aku ikuti tatapan mata Surya yang ternyata sedang menatap bagian sensitif ku, ku tutupi dengan tangan ku, "Kamu ngelietin apaan?"
Surya menarik tangan ku dan membawa ku ke kamar ku, "Kamu kenapa si Sur?" Tanya ku yang langsung di dudukkan di pinggiran kasur.
"Jangan tolak aku, ini cuma sebentar kok, gak akan makan waktu lama! Please, sekali aja." Ujar Surya dengan matanya yang tajam.
"Apaan si? Gak jelas ah kamu, ayo ke depan lagi!" Aku bangkit dari duduk hendak melangkah.
Surya menarik tangan ku lagi dan mendudukkan ku di pingiran kasur.
"Aku gak minta kamu buat serahin itu kamu, aku cuma gunain ini!" Surya menunjukkan jari telunjuk kanannya pada ku.
"Apa?"
"Tahun depan juga kita bakal nikah!" Seru Surya.
__ADS_1
Dengan gerakan yang cepat di saat aku masih termangu dengan perkataannya, Surya berhasil duduk di sambing ku dengan merapatkan duduknya dengan ku, dengan gerakan yang cepat tangan kanan Surya menerobos masuk ke dalam celana ku, menerobos segi tiga pengan dengan satu jarinya menerobos area sensitiffff ku.
Surya mengeranggg, tubuh ku menegang seperti tersengat aliran listrik enak tapi takut mungkin itu yang ada di pikiran ku saat itu.
Jariii telunjuk Surya menari nari, maju mundur di dalam sana dan setelah puas ia mengeluarkannya.
"Makasih, honey!" Surya mengecup pipi ku lalu jalan ke luar rumah dan duduk di teras.
Setelah aku sadar Surya tidak lagi duduk di samping ku, "Apa yang tadi Surya lakuin?" Bodohhh nya gw, apa gw masih bisa di bilang perawannn?
Ku ambil baju dan celana rumahan ku lalu aku ganti di kaar mandi dengan menyeka badan ku yang lengket.
Apa tahun depan aku serius bakal nikah sama Surya? Kalo Surya bohong, gimana?
Hati ku di landa takut kehilangan Surya, apa lagi setelah apa yang ia lakukan pada ku, bodohhh nya aku, tidak bisa mengembalikan segalanya seperti sedia kala.
Saat aku ke depan dengan membawa minum, ku lihat sudah ada minuman kemasan dan juga 2 bungkus bakso.
"Kapan kamu belinya?" Ku taruh gelas dan botol minum di sampingnya.
"Tadi, ambilin mangkok gih honey!" Perintah Surya.
Aku pun masuk ke dalam rumah untuk mengambil 2 buah mangkok kosong dan sendok.
Ku taruh mangkuk di depannya lalu aku duduk dengan bibir mengerucut
Tatapan mata ku jadi sinis pada Surya, enak banget ya, setelah apa yang udah dia lakuin ke gw.
Surya membuka bungkusan bakso untuknya lalu menuangnya ke dalam mangkok, "Ayo makan honey! Apa mau aku bukain bungkusannya?" Tawarnya.
"Bisa sendiri!" Seru ku dingin sambil membuka bungkusan yang satunya lagi, melakukan hal yang sama menuangnya ke dalam mangkok.
Surya menatap ku dalam diam, memperhatikan ku yang makan bakso dengan malas malasan.
"Makan yang banyak, honey!" Surya menjeda perkataannya, tangan kanannya merogoh saku celananya dan mengeluarkan cincin yang sudah ada dalam genggaman tangan kanannya.
Surya menarik tangan kiri ku, "Maaf tadi aku hilafff honey, ini tanda cinta aku sama kamu, aku pastiin bakal nikahin kamu tahun depan." Surya memasangkan cincin itu di jemari manis tangan kiri ku.
"Laen kali jangan kaya gitu ya! Aku gak suka!" Seru ku, aku gak suka kalo hati ku jadi terikat sama kamu, apa lagi hubungan kita masih ngambang dan belum jelas, aku takut hati aku gak bisa kehilangan mu.
Aku pun melanjutkan makan bakso ku lagi.
Kayanya Naya masih marah banget sama gw, cincin yang gw kasih aja gak di perhatiin, kan dari pada gw ngelakuin sama cewek laen... mending gw ngelakuin sama pacar gw sendiri, udah jelas gw sama dia mau nikah. Surya membenarkan tindakannya, apa yang sudah ia lakukan pada Naya sudah di anggapnya benar.
Bersambung....
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊
__ADS_1
Jangan lupa 👍
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah