
Malam pun datang, meja yang tadinya kosong melompong tanpa ada customer, kini sudah mulai terisi dengan datangnya beberapa customer yang mulai memesan makanan, ada juga sedang menikmati pesenannya.
"Mbak." panggil ibu customer dari meja nomor 15 sambil melambaikan tangan kanannya.
Naya yang melihatnya pun langsung menghampiri si ibu.
"Iya ibu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Naya ramah.
"Minta bill dong, mba." ucap si ibu yang tengah mengaduk gelas jus dengan sedotan.
"Tunggu sebentar ya bu." ujar Naya, lalu langsung berjalan menghampiri kasir.
"Kenapa, Nay?" tanya pak Aziz yang berdiri di sisi kanan kasir.
"Minta bill pak." jawab Naya.
"Ya udah, kamu buatin." ucap pak Aziz.
"Laaah.. ya jangan saya pak, Novi dulu ja.. tuh mumpung anaknya di dapur." ngeles Naya.
"Novi." panggil pak Aziz.
"Iya dulu pak." jawab Novi dari dapur lalu menghampiri meja kasir, "Kenapa pak?" tanya Novi saat sudah berdiri di belakang mesin kasir.
"Hehehe, buat bill Nov, meja nomor 15." ucap Naya sambil senyum.
"Ah luh Nay.. buat dewek kek." ujar Novi.
"Kamu dulu Nov, kan sekalian lagi di kasir." kata pak Aziz.
"Lietin pak!" seru Novi yang akhirnya mengalah dan mengambil catatan order meja nomor 15 lalu menekan tombol angka sesuai kode plu.
"Wiiih keren Novi bisa!" seru Naya saat menerima struk orderan dari Novi.
Setelah menerima struk, Naya menghampiri meja nomor 15 sambil membawa serta nampan bill.
"Alhamdulillah ya Allah, Novi bisa." ujar Novi sambil bertepuk tangan.
"Tuh baru anak buah bapak.. pinter kamu." puji pak Aziz.
"Permisi ibu, ini billnya." ucap Naya ramah sambil meletakkan nampan bill yang berisi struk tagihan ke atas meja.
Si ibu melihat jumlah tagihan, lalu mengambil uang dari dalam dompet dan menyodorkan uang seratus ribu pada Naya, "Ini, mbak."
Naya menerima uang dari si ibu sambil berkata, "Maaf ya bu, saya bawa lagi ini billnya." ujar Naya.
"Tapi nanti di kasih saya lagi kan mbak, billnya?" tanya si ibu.
"Iya ibu, nanti di kasih ke ibu lagi kok billnya, cuma buat bukti aja di kasir." jawab Naya.
"Ooooh gitu ya."
"Iya bu, permisi ya bu." pamit Naya untuk mengambil kembalian di kasir.
Di kasir sudah ada Novi yang lagi menunggu Naya, "Gimana Nay? gak ada yang salah kan?" tanya Novi.
"Gak, ini uangnya Nov." Naya menyodorkan uang pada Novi.
Novi menerima uang dari Naya dan menaruh di dalam laci, "Tadi si ibu abis berapa duit ya Nay?" tanya Novi.
"Abis tiga puluh dua ribu, jadi kembali enam puluh delapan ribu." jawab Naya.
"Gak ada tiga ribu, Nay." ucap Novi saat tidak menemukan empat ribu di dalam laci.
"Kenapa, Nov?" tanya pak Aziz yang sudah berdiri di belakang Novi.
"Gak ada tiga ribu pak." jawab Novi.
Pak Aziz melihat struk orderan selanjutnya dari tangan Naya, "Kamu kasih Naya tujuh puluh ribu." ucap pak Aziz pada Novi.
__ADS_1
"Nanti kamu minta dua ribu ke si ibu ya Nay." ucap pak Aziz pada Naya.
"Oke deh pak." jawab Naya yang mengerti maksud perhitungan pak Aziz.
Naya langsung menghampiri si ibu.
"Lah pak, malah saya nombok dong pak? masa baru jadi kasir, udah nombok pak!" seru Novi.
Pak Aziz langsung tersenyum menanggapi perkataan Novi, lalu berkata, "Tar kita itung-itungan ya."
"Iiih si bapak mah.. nombok ini.. kita nombok." keluh Novi.
Naya kembali ke kasir dengan membawa dua ribu rupiah dan menyerahkannya pada Novi.
"Ini duit tips ya Nay?" tanya Novi.
"Duit omset, Novi." jawab Naya.
"Masih belum ngerti Nov?" tanya pak Aziz.
Novi menggelengkan kepalanya, tanda masih belum mengerti.
Pak Aziz pun menjelaskan pada Novi dan Novi pun mulai mengerti dengan uang dua ribu, yang memang uang kasir, uang omset lah ya.
Ibu meja nomor 15 berdiri dan hendak meninggalkan tempat duduknya.
"Terima kasih ibu." ucap Eka yang melihat ibu itu akan pergi.
Ibu customer itu pun melempar senyum pada Eka.
Naya yang masih berdiri di samping kasir pun langsung berjalan ke meja 15 dengan membawa nampan dan juga semprotan air beserta kain lap.
Naya dan Eka membersihkan meja nomor 15 bersama.
"Biar Eka aja ka, yang lap mejanya." usul Eka.
"Oke, aku yang bawa nampan ya." Naya langsung membawa nampan yang berisi piring dan gelas kotor untuk di bawa ke westafel yang ada di dapur.
"Aku aja yang cuci kain lapnya." usul Naya.
"Lah ya jangan ka, udah biar Eka kalo gak Nini aja yang cuci lap.. biar ka Naya sama ka Novi bisa riset mesin kasir." usul Eka.
"Bener tuh apa kata Eka." ucap pak Aziz yang setuju dengan usulan Eka.
"Eka gitu loh pak." ucap Eka dengan bangga.
"Lagu luh pera, Eka." ledek Novi.
"Bodo amat ka Novi." ledek balik Eka sambil membawa semua kain lap untuk ia cuci.
"Pak, izin ngabarin ayah buat jemput." ujar Naya pada pak Aziz.
"Iya, pake minta izin segala kamu Nay." ucap pak Aziz.
Naya mengambil ponselnya yang ada di saku bajunya dan melihat ada pesan masuk dari Surya, tapi Naya acuhkan dan kembali pada tujuan awal untuk mengabari ayah agar di jemput, Naya mulai mengetik pesan untuk ayah.
Isi pesan Naya gini nih reader π
Naya
Ayah, jemput Naya.
jangan ngebut ya. santai bae.
Begitu kira-kira pesan Naya untuk ayah, Naya pun kembali melanjutkan aktivitasnya priper pulang.
Saat do'a.
"Terima kasih untuk semuanya, atas kerja samanya hingga hari ini dapat berjalan dengan lancar.. untuk yang besok libur, selamat berlibur dan sampai berjumpa besok untuk yang tidak libur." ujar pak Aziz.
__ADS_1
Semuanya pun bubar.
"Ayah udah dari tadi?" tanya Naya sambil mencium punggung tangan kanan ayah.
"Baru nyampe Nay, tadi abis ngojekin ibu-ibu ke lampu merah, mayan nih Nay, bisa beli bakso." ujar ayah dengan semangat.
"Aseeek, baru bae Naya mao minta bakso sama ayah." Naya duduk di bonceng ayah.
Saat di jalan menuju rumah..
"Denger-denger besok kamu mau jalan Nay?" tanya ayah.
"Pasti bunda, yang ngomong." tebak Naya.
"Siapa lagi.. kalo bukan bunda si Nay."
Naya bersandar pada punggung ayah, melepas lelah.
"Cape ya Nay?"
"Banget yah."
"Kamu sanggup kerja di resto Nay?" tanya ayah yang tidak tega melihat Naya harus pulang malam.
"Sanggup gak sanggup, sanggupin bae yah." ujar Naya.
"Harus ikhlas ya Nay, biar berkah." ujar ayah.
"Beres yah, ternyata gak gampang ya yah, nyari duit tuh." ucap Naya.
"Namanya juga nyari duit Nay.. hidup yang di cari ya duit, apa-apa pake duit."
Lagi asik ngobrol sama ayah, ponsel Naya getar.
Dreeet dreeet
Naya melihat layar ponselnya dan ada tanda pesan masuk.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
bersambung....
Pesan dari siapa tuh ya??
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...π like...
...β’...
...βπ» komen...
...β’...
...vote...
...β’...
...βββββ...
...β’...
...πβπΉ...
...β’...
...β₯οΈ...
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊ salam manis πΊπΊπΊπΊ