Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 25


__ADS_3

Siang itu begitu terik, tapi tidak memudarkan semangat Apri yang lagi asik dengan mobil-mobilannya.


Tuung,, tuuung,, tuuung,,


Suara yang di hasilkan dari pentungan es krim yang di pukul oleh Abang es krim.


"Es krim,, es krim,, " teriak tukang es krim. Yang sudah biasa lewat depan rumah pake gerobak dorong.


"Nay mau Nay,, Apri mau es krim.." teriakan Apri dari halaman rumah dengan suara cadelnya, saat melihat tukang es krim berhenti di depan rumah.


Saat Apri teriak minta es krim, tidak terdengar jelas oleh bunda dan juga Naya, maklum Apri teriaknya juga pake ada pelonya dan tidak jelas.


Sedangkan bunda dan Naya sedang menonton acara televisi di kamar Naya. Akhirnya bunda memilih untuk meminta Naya melihat Apri yang lagi main di halaman rumah.


"Coba lihat gih Nay, Apri kenapa!" perintah bunda agar Naya melihat keluar rumah.


"Iya." Naya langsung berjalan ke luar rumah untuk melihat Apri.



Saat sudah berada di luar rumah, Naya melihat Abang es krimnya sedang menyajikan es krim ke dalam semprong es krim.


Berhubung tinggi badan Apri lebih rendah dari pada gerobak es krim, jadi lah tidak terlihat jika di belakang gerobak itu ada Apri yang sedang berdiri.


Berbeda dengan Naya, yang sudah tau tingkah adik kecilnya itu.


Pasti deh itu es krim buat Apri, sedang kan Apri sendiri berdiri terhalang gerobak es krim. Batin Naya.


Naya pun lebih memilih menghampiri bunda, meminta uang yang akan di gunakan untuk membayar es krim yang pasti akan di makan Apri.


"Kenapa Nay? Kamu gak jadi liet Apri?" tanya bunda.


Naya mengadahkan tangan kanannya pada bunda, " bagi duit bun, Apri berentiin tukang es krim." jawab Naya.


"Itu bocah ya, bukannya minta duit dulu. Untung aja tukang jajanan yang lewat sini udah tau Apri anak bunda." ujar bunda sambil menyerahkan uang selembar berwarna abu-abu, 2 ribu rupiah.


Aku pun langsung menerima uang pemberian bunda sambil berkata, "Naya juga mau dong bun, es krim." kata ku sambil senyum-senyum.


"Hem kamu tuh, sini lagi uangnya kasih bunda." pinta bunda.


"Kok di pinta lagi sih bun?" kata ku, "kan Naya mau es krim juga." ucap Naya sambil menyerahkan uang yang sebelumnya sudah bunda kasih.


"Karena kamu mau es krim, jadi uangnya bunda tuker Nay. Ini sekalian bunda juga mau ya, tapi bunda yang di gelas ya Nay!" jawab bunda sambil menyerahkan uang 10 ribu rupiah.


Aku pun langsung mengambil uang 10 ribu dari bunda. "Hahaha, bunda ngiler tuh pengen makan es krim." jawab ku sambil berlalu meninggalkan bunda di kamar.



Apri yang lagi makan es krim di bangku plastik.


"Enak ya, yang udah dapat es krim. Udah di bayar belum, Pri?" Ledek ku saat melihat Apri lagi serius dengan es krim di tangannya.


"Kakak Nay yang bayar." kata Apri polos.


"Iiih gemes deh." ucap ku sambil mencubit pipi tembem Apri.


Tidak menunda waktu lagi, aku pun langsung berjalan menghampiri tukang es krim.


"Dua lagi ya Bang, yang 1 di gelas plastik, 1 lagi di semprong ajah." kata ku, sambil menyerahkan uang 10 ribu yang tadi di kasih bunda.


Abang es krim mengambil uang yang aku sodorkan, "Kembaliannya neng." kata Abang es krim menyerahkan kembalian.

__ADS_1


"Makasih, Bang." kata ku setelah menerima uang kembaliannya, dan menyimpan di saku celana belakang.


Ting..


Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Naya. Naya pun langsung merogoh saku celana dan mengambil ponselnya.


🌹🌹🌹


💌 Surya


Kamu lagi apa yank?


💌 Naya


Beli es krim


💌 Surya


Beli dimana?


💌 Naya


Depan rumah, tukang lewat pake gerobak. Kamu mau?


💌 Surya


Mana bisa. Kamu dimana, aku dimana 😡


💌 Naya


Haha, pake hati. Bisa deh di rasa 😋😋


💌 Surya


💌 Naya


Ya udah dateng kesini. Kamu g kerja?


💌 Surya


Ini lagi istirahat.


💌 Naya


Tar kamu pulang jam berapa?


"Ini neng, es krimnya." kata si Abang es krimnya.


Ku simpan kembali ponsel ke dalam saku samping celana yang lagi aku kenakan.


"Makasih, ya Bang." sambil ngambil 2 es krim yang aku pesan. Saat akan berbalik badan, aku sudah melihat bunda lagi duduk di teras rumah.


"Ini bun, es krimnya." kata ku sambil menyodorkan es krim yang ada di gelas plastik pada bunda.


Aku pun ikut duduk di teras rumah bersama dengan bunda sambil menikmati dinginnya es krim, di tengah teriknya matahari.


"Enak ya bun." Kata ku sambil menjilati es krim.


"Iya, kembaliannya mana Nay?" tanya bunda.


"Hehehe, bunda inget ajah sama duit." jawab ku sambil cengengesan. "Tadi aku taro mana ya bun, kembaliannya kok gak ada ya?" tanya ku, saat merogoh saku celana untuk mengambil uang kembalian dari beli es krim. "Yang ada malah ponsel aku ini bun." kata ku sambil memperlihatkan ponsel milik ku.

__ADS_1


Bunda geleng-geleng kepala saat melihat tingkahku saat mencari uang kembalian.


"Coba saku celana kamu yang ada di belakang, Nay?" kata bunda memberi usul.


"Hehehe. Kok bisa ada di sini ya bun?" tanya ku heran, saat tebakan bunda benar. Jika uang kembalian ada di saku celana ku yang ada di belakang.


"Ini bun, kembaliannya." ujar ku sambil menyerahkan uang kembalian yang tadi ada di saku celana.


"Tadi bunda perhatiin kamu Nay, dari kamu bayar es krim, sampe kamu smsan, nyimpen kembalian es krim." kata bunda panjang lebar, " Oh iya Nay, Surya udah kerja Nay?" tanya bunda.


"Iya udah bun."


"Kalo Novi, gimana Nay?"


"Novi kemaren udah dateng buat ngelamar di resto, tapi pulang lagi bun. Gak langsung kerja." jawab ku.


"Kemaren itu ada kejadian lucu juga bun, udah tau mau ngelamar kerja, orang mah ya pake yang rapih gitu ya bun. Ini mah pake kaos bola, sama kaos kaya orang mau maen ke rumah teman bun. Tapi itu orang pada di terima bun, langsung kerja bun." ucap ku yang bersemangat bercerita pada bunda.


"Berarti, itu rezeki mereka Nay." kata bunda.


"Udah gitu bun, pulang kerja malah langsung dapat traktiran dari owner makan di macdonald bun." kata ku lagi.


"Itu lah rezeki Nay, gak bisa di duga, gak bisa di tebak juga kan? Owner itu apa Nay?" tanya bunda.


"Owner itu sebutan buat yang punya resto bun. Yang aku tau sih gitu bun." Jawab ku, "Coba kemaren juga ada Novi bun. Seru tuh bun, tambah banyak teman, semalam juga resto lagi rame banget bun. Tapi untungnya customer nya pada ramah-ramah bun."


Jadilah Naya dan bunda menikmati es krim sambil mengobrol di teras rumah, sedangkan Apri duduk di bangku plastik.


bersambung.....


.


.


.


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊


.


.


jangan lupa 😊😊😊 mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung author dengan beri


.


.


----------> 👍 like


.


----------> ✍️ komen


.


----------> ⭐⭐⭐⭐⭐


.


----------> vote

__ADS_1


🌹 terus dukung karya receh author 😊😊


__ADS_2