
...🌷🌷🌷...
"Bunda mao sukro deh."
"Oke, tar Naya beliin."
Ku tinggalkan bunda yang asik nonton tivi, sedangakan aku melangkah ke warung beli cemilan.
Ke warung nietnya mau beli cemilan, menghindar dari bunda juga yang bahas bang Dava, eeeh sekarang malah ketemu sama orangnya.
Haduuuh, itu kan?
Ku lihat bang Dava tengah mengobrol dengan bang Anis di depan rumah kontrakan yang akan aku lewati saat mau ke warung.
Bang Dava langsung mengabaikan bang Anis saat ia menyadari ku yang akan melewatinya.
"Mau kemana, Nay?" Tanya bang Dava yang menyapa ku.
Aiiiih, mau menghindar malah udah ngeliet duluan bang Dava nya! Nyapa aku pula..
"Ini, mau ke warung." Jawab ku sambil terus berjalan tanpa menghiraukan lagi bang Dava.
"Gw duluan, Nis!" Bang Dava melambaikan tangan kanan pada bang Anis dan menyusul ku.
"Naya gak berangkat kerja?" Tanya bang Dava yang kini menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki ku.
"Tar siang." Jawab ku acuh, jangan sampe bang Dava nanyain pesennya yang gak Nay bales, bingung Nay jawabnya.
Dava membatin, apa Naya marah sama permintaan gw semalam ya? Apa gw harus omongin sekarang juga ya? Tapi gak enak juga, Naya lagi mau ke warung... gak enak kalo sampe ada yang denger.
Sampai di warung aku langsung mengambil sukro pesenan bunda, ku ambil wafer dan chiki untuk ku.
"Ini bang, abis berapa?" Ku perlihatkan jajanan yang aku ambil tadi sebelum akhirnya aku menyerahkan uang ku untuk membayarnya.
Dalam diam, bang Dava terus memperhatikan Naya, jangan abaikan abang, Nai!
"Naya duluan, bang!" Seru ku pamit pada bang Dava yang masih menatap ku dalam diam.
Skip 2 hari kemudian.
Sebelum berangkat kerja, bunda menanyakan ku lagi.
"Nay! Surya beneran dateng ama sodaranya itu nanti malam minggu?" Tanya bunda yang sedang duduk di teras rumah memandang tanaman yang ada di taman depan rumahnya.
"Iya kayanya mah."
"Ampe Surya ama keluarganya dateng, lu udah gajian pan Nay?"
"Iya udeh gajian emak."
Sepatu sudah terpasang kini aku pamit pada bunda.
"Nay jalan, bun!" Ucap ku saat sudah mencium punggung tangan bunda
__ADS_1
"Hati hati lu, Nay?"
"Iye!"
Berangkat kerja sendiri dengan mengendarai sepedah motor.
Sama seperti hari biasanya, menyapa bang Dava dan emaknya di saat bertemu. Tapi rasanya kali ini berbeda.
Emak Ijah tampak sinis saat aku menyapanya, namun aku tidak mau menghiraukannya.
Sampai di resto, ku lihat beberapa teman ku sudah ada yang sampai.
Dih tumben lu Nay, datang belakangan!" Oceh ka Fajar yang masih duduk di atas motonya.
"Iya, lagi pengen datang belakangan!" Seru ku yang lantas turun dari motor setelah memarkirnya.
Aku pun langsung priper setelah menaruh tas, ku bereskan meja kasir dan tidak berselang lama Ariyanti datang dan dia pun langsung bergabung dengan ku merapihkan bagian depan resto yang menjadi tanggung jawab anak waitres.
Tidak terasa priper yang di lakukan bersama akhirnya rampung dan resto pun mulai open order dan satu persatu akhirnya ada saja pengunjung yang memesan bif.
"Kayanya malam mingggu besok lu bakal kerja tanpa gw dah Ri!" Seru ku yang memilih duduk di besi pembatas resto.
"Mao kemana lu, Nay?" Tanya Ariyanti.
"Ada urusan keluarga."
"Urusan keluarga? Kirain gw ada acara lu di lamar ama cowok lu, secara kan lu udah pacaran lama." Tebakan Ariyanti benar adanya, tapi untuk saat ini Naya akan menutupi.
Aku menatap Ariyanti, dengan padangan yang merasa kasihan karena aku sudah menutupinya saat tebakannya benar.
Kali ini aku pulang dengan di jemput Surya.
"Kita makan dulu ya, honey!" Seru Surya saat aku sudah duduk di motor ku.
"Mao makan apaan, yank?"
"Kamu ikutin aku aja honey?"
Surya pun melajukan motornya di depan ku dengan sesekali memperhatikan ku lewat kaca spionnya, memastikan jika aku masih berjalan dan mengikutinya.
Sampai di tempat tujuan, Surya memarkir motornya dan aku pun mengikutinya.
Surya memilih makan bakso di emperan.
Sambil menunggu bakso siap, aku pun memilih memainkan game di hape ku.
Dreeet dreet.
Aku buka dan aku baca isi pesannya, ternyata dari ayah dan bang Dava.
"Belum pulang, Nai?" Pesan dari ayah.
"Belum yah, sebentar lagi!" Pesan yang aku kirim untuk ayah biar ayah dan bunda yang ada di rumah tidak khawatir pada ku.
__ADS_1
Lalu ku alihkan pandangan ku pada pesan dari bang Dav
Tumben bang Dava ngirim pesen jam segini, emang belom tidur apa ya?
Surya tidak memperhatikan ku, matanya fokus pada benda pipih yang ada di tangannya.
Surya lagi ngapain ya? Itu tangannya lagi maen game apa sibuk balesin pesen dari gebetan, apa selingkuhannya lagi?
Rasanya ingin melihat apa yang di lakukan Surya namun aku harus menjaga sikap, gak enak juga kan kalo langsung ngerebut hape Surya.
Saking aja aku dan Surya lagi duduk berhadap hadapan, mungkin ada baiknya juga. Karena pesan yang aku terima itu pesan dari bang Dava.
Kening ku mengkerut, bang Dava ngapain lagi ya?
"Kok tumben, jam segini belum balik gawe Nay?" Pesan yang bang Dava kirim ke nomor telepon ku.
"Udah malam loh ini!"
"Jangan kelamaan di luar?"
Ku tarik sudut bibir ku ke atas, saat membaca pesan dari bang Dava.
Ya ampun bang Dava ampe segitunya meratiin gw belum pulang... kalo kaya gini caranya gw bisa luluh ini.. secara Surya sekarang malah jadi cuek.
Ku balas pesan bang Dava dengan sesekali melirik Surya, jaga jaga aja jangan sampai ketahuan kalo aku ini lagi balas pesan cowok.
Surya itu paling tidak suka jika aku menyimpan nomor telepon cowok yang bukan saudara, bagi Surya jika aku sampai menyimpan nomor telepon cowok apa lagi nomor mantan akan memancing ku untuk berselingkuh dan bermain api.
Bagi Surya mencegahnya jauh lebih baik dari pada nantinya hal yang di takutkannya benar benar sampai terjadi.
Tapi jika di telisik jauh ke belakang, bukan kah Surya yang lebih sering menghianati Naya?
Surya masih menyimpan nomor telepon mantannya, saking aja Naya kaga tau kalo di antara nama cowok di kontak Surya itu ada nama mantannya.
Setelah makan bakso selesai, Surya meminta di bungkuskan bakso 3 porsi untuk di bawa pulang Naya.
Sampai di rumah aku pun memberikan bakso pada bunda, Surya menunggu ku di teras.
"Tadi di warung siapa, honey? Ko ngeluetin aku gitu banget sih! Kaya gak suka gitu?" Tanya Surya saat aku duduk di sampingnya.
Surya menanyakan siapa yang melihatnya dengan sinis saat tadi kami melewati warung yang terdapat beberapa anak muda tengah berkumpul.
"Yang mana?"
Bersambung
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
Jangan lupa 👍
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.
__ADS_1
Komen mu merubah popularitas ku 😁