
Bunda yang masih dongkol memilih duduk di saung setelah ayah kerja dan Ani berangkat sekolah.
Dengan ciri khas nenek Fatimah yang selalu mengenakan kain yang di lilit di pinggang dan juga baju model kancing depan. Nenek Fatimah menghampiri bunda yang lagi duduk di saung sambil membawa piring yang berisi nasi.
"Im, luh masak apa?"
"Ada tempe sama tumis kangkung, mak."
Nenek Fatimah duduk di saung, "Ambilin buat gua kek, Imah.. gua madang nasi doang ini."
"Eeet nenek-nenek, ora tau orang lagi kesel di rumah, ada bae yang nyuruh buat ke rumah.. ora di ambilin, ya sian entar gua yang dosa." batin bunda yang tidak sejalan dengan akal sehatnya.
Dengan menyamping kan ego, akhirnya bunda mengambil alih piring yang sedang di pegang nenek Fatimah dan bangun dari duduknya.
"Aya ambilin dulu, mak." sambil berjalan bunda meninggalkan nenek Fatimah yang sedang duduk di saung.
Saat bunda masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan lauk yang ada di gerobok ruang depan, bunda tidak mendapati Naya di dalam kamar, tapi mendengar suara orang yang sedang berada di kamar mandi.
"Ah paling si Naya, tau lagi mandi apa nyuci baju." gumam bunda yang bersikap masa bodo.
Setelah selesai menyendokkan lauk di piring untuk nenek Fatimah, bunda kembali lagi ke saung.
"Ini, emak." ucap bunda sambil menyodorkan piring ke nenek Fatimah.
"Makasih, Imah." nenek Fatimah pun mulai memakan nasinya.
"Emak, makan di dalam gih." ucap bunda yang tidak enak jika makan di luar dan di lihat oleh orang yang lewat.
"Enakan makan di sini Imah, gua kan sekalian nemenin luh di mari." ujar nenek Fatimah yang menolak untuk pindah makan di dalam rumah.
Nenek Fatimah pun makan di saung sambil sesekali berbicara dengan bunda.
"Ora enak emak, tar kalo di liet orang yang lewat."
"Ora ada orang yang lewat, Imah." bantah nenek Fatimah.
"Emang kalo orang lewat, bilang-bilang emak?"
"Ora ada yang lewat, si Naya kemana Imah?"
"Ada noh di rumah." jawab bunda singkat.
"Ngapain dia di rumah? biasanya dimari ama luh."
"Au lagi ngapain di rumah, tadi mah aya ngambil lauk buat emak.. suaranya tuh bocah lagi di kamar mandi."
"Baru mandi tuh bocah? perawan mandi siang bener?"
"Aya ora tau emak, Naya mandi apa nyuci baju."
Benar saja apa yang bunda bilang pada nenek Fatimah tadi, Ipit yang merupakan tetangga yang rumahnya ada di depan gang lewat sambil membawa tentengan di tangan kanannya.
"Mindo-mindo, ada apanya si mak? makan lahap bener." serono Ipit.
"Mindo-mindo, Pit." tawar bunda.
"Ada apanya emang?" tanya Ipit yang sudah berdiri di depan saung.
"Mindo Pit, Imah ini masak kangkung ama tempe." jawab nenek Fatimah.
__ADS_1
"Eeet itu juga udah enak banget, mak.. Mpok ora ikut madang?" tanya Ipit yang melihat bunda tidak ikut makan.
"Gua mah udah tadi, luh dari mana Pit?" tanya bunda yang melihat tsi Ipit jalan dari arah belakang.
"Ini dari belakang beli cemilan."
"Borong, Pit?"
"Hahaha, ini beli cemilan buat bang Kandi, mpok." ujar Ipit.
"Wiiih sayang laki nih, bagus bagus." puji bunda sambil menunjukkan kedua jempolnya ke arah Ipit.
"Iya dong, sayang laki mpok, ayang embeb." ujar Ipit menimpali banyolan bunda.
"Ya udah gih, tar laki lu nyariin bae dah." ujar bunda mengingatkan Ipit.
"Waah iya mpok, mpok sih ngajakin ngobrol!" seru Ipit.
"Aya pulang, mpok." ucap Ipit lagi yang sambil berjalan meninggalkan saung.
Sementara Ipit melanjutkan jalannya untuk pulang, tinggal lah bunda dan nenek Fatimah lagi yang masih duduk di saung.
"Imah? Ipit beli apaan ya?" tanya nenek Fatimah kepo.
"Mana aya tau, emaaaak.. tadi emak ora nanya pas ada orangnya."
"Gua mao nanya, ora enak.. kan tadi dia bilangnya cuma beli cemilan."
"Emang ngapa dah mak? emak, mao cemilan juga yaaaa?" tebak bunda yang sudah tau isi kepala nenek Fatimah.
"Lah kalo di bagi, ya gua maoo." ujar nenek Fatimah.
"Siapa juga yang ngarepin makanan orang si Imah?" elak nenek Fatimah yang masih tidak mau mengaku.
"Lah ya emak lah, masa aya." ledek bunda sambil bangun dari duduknya.
"Luh mao kemana Imah?"
"Mao pulang, nonton tv."
"Eet sini apa temenin gua ngobrol." ucap nenek Fatimah.
"Aya mao rebahan, mak."
ucap bunda.
"Eeet tidur mulu sih, rejeki luh di patok ayam lu, tidur pagi-pagi.. bebenah orang mah." omel nenek Fatimah yang tidak di hiraukan lagi oleh bunda.
"Emak mao tidur juga ora ada yang larang, kerjaan aya udah beres huuuh
Saat bunda masuk ke dalam rumah, bunda melihat Naya di dalam kamar yang lagi tiduran di atas kasur.
"Eeet ya, anak gua ngapa lagi sih? semalem luh masih seneng-seneng bae Nay." batin bunda bertanya-tanya akan perubahan pada sikap Naya.
"Naya yang lagi tiduran di atas kasur tidak menyadari jika dirinya sedang di perhatikan oleh bunda.
Bunda memilih masuk ke dalam kamar, menyalakan televisi dan juga kipas angin lalu mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Naya yang mendengar suara televisi menyala pun mentadari jika bunda sedang ada di dalam kamarnya bunda.
__ADS_1
Naya melihat layar ponselnya lagi.
"Kok masih gak ada kabar sih?" batin Naya.
Naya mengirim pesan lagi ke nomor Surya.
"Kamu lagi ngapain?" pesan yang Naya kirim ke nomor ponsel Surya.
Lama Naya menunggu balesan, tapi tidak ada pesan yang masuk dari nomor Surya.
"Hai, kamu lagi apa?" pesan dari nomor yang tidak di kenal 085298****.
Naya melihat pesan yang masuk dengan semangat yang di pikir adalah pesan balasan dari Surya, namun saat di lihat layar handphonenya dan ternyata dari nomor yang tidak ia kenal hatinya langsung menciut tidak bersemangat.
Naya membalas pesan dari nomor yang tidak ia kenal.
"Siapa luh?" pesan yang Naya kirim ke nomor 085298****.
"Bujuk, galak amat.. kenalan dong." pesan dari nomor 085298****.
"Cewek apa cowok luh?" tanya Naya to the poin pada nomor yang tidak di kenal nya.
"Bayu, asli bogor." pesan dari nomor 085298******.
"Tar gua di kerjain lagi nih, Surya kali nih ya?" batin Naya menebak-nebak jika dirinya sedang di kerjain lagi oleh Surya.
"Goroh bae luh, ngaku bae kalo Surya mah." pesan yang Naya kirim.
"Siapa tuh Surya? saya gak kenal Surya." 085298****.
Naya tidak membalas pesan nya lagi, mengabaikan nya dan memilih matanya terpejam karena hembusan dari kipas angin yang menyala di kamarnya.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung....
Hayo tebak π
Surya apa beneran Bayu ya?π€
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...βββββ...
...β biar gak ngantuk...
...πΉ...
...β₯οΈ biar gak ketinggalan jalan ceritanya...
...πΈπΈπΈ salam manis πΈπΈπΈ...
__ADS_1