
...β β β ...
Naya dan Surya berjalan beriringan dengan tangan yang saling bertautan, jalan yang di tempuh lumayan jauh memakan beberapa menit.
Selama berjalan kaki, Naya dan Surya juga mengobrol saling bertukar cerita selama tidak bertemu, membahas kerjaan dan keseharian.
"Pertanyaan aku tadi, belum kamu jawab loh yank." ucap Surya yang mengingatkan Naya.
"Pertanyaan yang mana ya? perasaan udah di jawab."
"Taaaan, mantan." ledek Surya.
"Oooooh."
"Dari SMP kamu bisa bertahan sama tuh prinsip kamu, kaga mau pacaran pan ya!" jelas Surya mengingat perkataan Naya.
"Iya, terus?"
"Kenapa pas SMK, kamu bisa pacaran?" tanya Surya yang penasaran.
"Pengen tau banget ya? apa mao tau ajah?" tanya Naya, yang enggan membahas mantan.
"*Kalo di bahas, tar luh ngambek kaga?" batin Naya.
"Ayo dong jujur sama aku, yank.. jangan-jangan kamu masih punya perasaan sama mantan kamu itu?" batin Surya*.
Pada punya pikiran sendiri- sendiri dah tuh. π€£π€£π€£
"Aku udah tolak mulu malah, aku juga udah bilang mau belajar aja." ujar Naya.
"Tolaknya gimana?"
"Aku pura-pura pacaran sama temen hape aku." jawab Naya.
"Maksudnya?"
"Temen hape, temen yang kenal di hape, terus belom ketemu juga." jawab Naya.
"Mantan kamu itu, percaya?"
"Percaya lah."
"Kalo sekarang, kamu masih kontek sama temen hape kamu itu?" tanya Surya.
"Masih, tapi udah gak sering kaya dulu." jawab Naya jujur.
"Dulu, tiap hari gitu.. kamu kontekan sama temen yang di hape kamu?" tanya Surya pebuh selidik.
"Iya kan dulu, kalo sekarang mah kaga.. udah jarang." jawab Naya.
"Coba aku liet hape kamu!" pinta Surya sambil mengadah tangan.
"Mao ngapain?"
"Ya aku liet lah.. kamu masih kontek gaak sama dia!" ucap Surya tegas.
"Tuh pan, bau-bau nya dia marah ama gua." batin Naya.
Naya pun menyerahkan ponselnya pada Surya, "Nih." ucap Naya.
Surya membuka pesan masuk yang ada di ponsel Naya.
βοΈ "Lagi apa, Nay?" ka coky.
"Siapa nih ka Coky? perhatian amat!" ucap Surya ketus saat melihat isi pesan di ponsel Naya.
"Orang cuma nanya gitu doang, juga." kilah Naya.
Surya menghapus kontak ka Coky yang ada di ponsel Naya.
"Kalo dia ngirim pesan lagi, jangan di balas!" seru Surya.
__ADS_1
"Laaaah, bisa gitu?" tanya Naya.
Surya melambaikan tangan ke arah angkot yang akan lewat, angkot pun berhenti di depan mereka. Naya dan Surya menaiki angkot tersebut yang akan membawa ke duanya ke Bintaro Plaza.
Gak berasa kan, udah di angkot ajah tuh.. jalan jauh pun tak terasa orang jalannya berdua ayang embeb.
Surya menyimpan ponsel Naya di saku jins sebelah kirinya, "Pokonya aku gak mau kamu deket sama tuh orang lagi." ucap Surya.
"Diiih orang temen doang juga." ucap Naya.
"Bagi kamu temen, tapi kalo nanti dia suka sama kamu, gimana?" tanya Surya.
"*Eeet ya, mikirnya jauh amat sih luh, Surya!" batin Naya yang menggerutu.
"Gini amat ya punya pacar yang nyata." batin Naya lagi*.
Maklum, setelah putus dengan mantan yang di SMK, Naya pacaran sama temen hape, itu juga kaga sampe ketemu, Naya udah di putus cinta alias di tinggal nikah. π€£π€£π€£
"Kalo temen resto mah, boleh ya?" tanya Naya.
"Iya, boleh."
"Tapi kamu juga ya, gak boleh tuh nyimpen nomor cewek." pinta Naya.
"Lah, ka Sani kapan cewek.. masa iya aku gak nyimpen nomornya?" tanya balik Surya yang keberatan dengan permintaan Naya.
"Pokonya gak boleh temen cewek." kekeh Naya pada permintaannya.
"Lah kan Maya, Egi, Yana anak gudang cewek.. temen aku juga." kilah Surya lagi.
"Au ah gelap."
"Curang amat sih luh, jadi lanang." batin Naya.
Angkot yang membawa Naya dan Surya pun sampai di Bintaro Plaza.
"Kiri, bang!" seru Surya.
Si abang angkot pun menepikan mobil angkotnya dan menghentikan nya sejenak.
"Makasih, bang." ucap supir angkot dan menjaankan kembalik angkot nya.
Naya dan Surya menyebrang jalan dengan tangan yang masih bertautan, saling menggenggang.
"Udah kaga nyebrang." ucap Naya.
"Iya gak apa-apa, biar romantis." ucap Surya, sambil menatal Naya.
"Kalo kaya gini kan gua gak malu-malu amat luh pake jins gini, asal jangan celana bahan sama cut bray dah, udah berasa jalan sama orang jadul gua.. jaman dulu." batin Surya.
"Jangan lietin aku terus, liet jalan tuh." ucap Naya yang malu di pandang terus sama Surya.
"Abis kamu cantik sih." puji Surya.
Naya dan Surya memasuki Bintaro Plaza, hawa sejuk ac menyambut mereka.
"Kita mau kemana, yank?" tanya Naya.
"Kamu mau liet- liet dulu apa mao duduk dulu?" tanya Surya meminta pendapat Naya.
"Langsung ke Gramedia yuk, yank!" ajak Naya.
"Boleh." ucap Surya yang langsung berjalan bersama menaiki eskalator ke lantai 3, tempat Gramedia berada.
Sampai di Gramedia, Naya langsung berjalan ke tempat komik dan mengambi buku komik yang ada di deretan rak yang tersusun rapih dan melihat isi buku yang sudah tidak di segel dengan plastik.
Sudah beberapa buku komik berganti-ganti mampir ke tangan Naya, Naya hanya membuka lembaran- lembaran halaman lalu menaruhnya lagi di rak.
"Kamu gak mau beli, yank?" tanya Surya yang memperhatikan Naya dari tadi.
"Aku gak ada uang, uang gajian aku kasih bunda semua.. lagi juga bukunya mahal." ucap Naya sambil memperlihatkan lebel harga buku pada Surya.
__ADS_1
"Kamu ambil yang kamu mau, tar aku yang bayar." ucap Surya pada akhirnya.
"Siyan bener pacar gua, mao buku komik aja ora ke beli.. pada hal kan dia kerja.. bunda gimana sih." batin Surya.
"Gak lah, jalan lagi yuk!" seri Naya mengajak Surya untuk ke luar dari Gramedia.
"Tunggu dulu, kamu mau komik apa novel? biar aku yang bayar." ucap Surya sambil menghentikan langkah kaki Naya.
"Terserah kamu aja." ucap Naya.
Surya pun mengambilkan Naya buku novel bergenre romantis, "Nanti peragain ya!" seru Surya pada Naya.
Pada hal Surya ora tau itu isi novel kaya pagimana. π€£π€£
"Au amat." ucap Naya.
Surya berjalan ke kasir dengan membawa buku novel yang di pilihnya tadi di ikuti Naya yang berjalan di belakang Surya.
Naya ke luar dari Gramedia dengan menenteng plastik yang berisi buku novel yang di beli Surya untuk nya.
"Makasih, yank." ucap Naya.
"Iya, sama-sama."
Surya membawa Naya menghampiri stand ice krim yang ada di depan Gramedia, lalu memesan ice krim cone rasa vanila untuk Naya dan juga dirinya.
"Kita duduk di sana, yuk." ajak Surya yang menunjuk kursi besi yang ada di dekat tangga darurat.
Naya dan Surya menikmati dinginnya dan manisnya ice krim cone rasa vanila di temani dengan suara musik yang berasal dari tempat permainan anak yang berada di sebrang toko Gramedia.
"Abis ini, kamu mau kemana lagi yank?" tanya Surya.
"Kemana ya?"
"Gak mau beli iket rambut apa jepitan gutu?" tawar Surya.
"Tar dulu, aku ngasoh dulu.. es krimnya juga belom abis." ucap Naya sambil menikmati es krimnya.
"Kamu mao coba punya aku gak?" ucap Surya sambil menyodorkan es krim yang ada di tangannya pada Naya.
"Rasanya juga sam." ucap Naya yang mencooba es krim milik Surya.
"Bedo dong, kan dari bibir aku." ucap Surya.
"Au menan."
Sampai es krim habis, Naya dan Surya melanjutkan perjalanannya, mengelilingi Bintaro Plaza, menghabiskan waktu berdua.
"Coba masuk situ, yuk!" seru Naya.
...πΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
Toko mana lagi nih, kira-kira yang di masukin sama Naya dan Surya? π€
Ikuti kisah selanjutnya, keseruan apa lgi ya??
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...βββββ...
... πΉbiar semangat...
__ADS_1
...β biar βπ» ora ngantuk...
...πΈπΈπΈ salam manis πΈπΈπΈ...