
...🌷🌷🌷...
Dalam diam Naya menimbang nimbang jarak antara rumah sampai ke tempat kerja, gimana ini, jaraknya makin jauh aja dari rumah. Masa iya gw berenti kerja gara gara jarak, lah terus motor gw si lumut siapa yang bayar dong bulanannya kalo gw misal sampe berenti kerja?
Plak.
Ariyanti menepak pundak Naya dengan tangannya saat Naya hanya diam tidak bergeming saat Ariyanti sedang bertanya padanya.
Naya menoleh ke arah Ariyanti, "Kenapa, Ri?"
"Lo besok dateng gak? Bawa motor sendiri apa di anter jemput?" Tanya Ariyanti.
"Dateng gw, kalo di rumah gak ada acara ya! Emmm kayanya mending gw bawa sepedah motor sendiri aja lah. Kalo di anter jemput, gw gak tau kan kita selesai beberes jam berapa terus pulangnya jam berapa." Ujar Naya panjang lebar.
"Tumben lo Nay, lagi lempeng ya? Hehehe." Ariyanti tergelak dengan penilaiannya Naya pada anter jemput.
"Iya nih gw lagi lempeng, kan obat gw itu ya lo yang abisin jadi gw lempeng." Ledek Naya.
Malam itu seperti biasa Naya di jemput Surya yang langsung dari tempat kerjanya menuju tempat kerja Naya.
__ADS_1
Naya menunggu Surya tidak jauh dari pos masuk mobil yang akan memasuki kawasan taman jajan.
Surya menghentikan laju sepedah motornya di depan Naya yang sedang berdiri seorang diri.
Surya melepas helm yang sedang ia kenakan dan menaruhnya di depan.
"Tumben kamu nunggu sendiri, yank? Si Novi kemana? Apa gak masuk dia?" Surya mencecar Naya dengan pertanyaan.
"Iya, mau gimana lagi? Kan yang lain juga punya acara, masa iya aku minta di tungguin. Ya gak lah, yank! Au amat ka Novi ke mana, kaga jelas." Naya mendudukan dirinya di belakang Surya dengan ke dua tangan yang melingkar di pinggang Surya.
"Yank, nanti hari sabtu aku gak usah di anter jemput ya yank!" Naya menyandarkan dagunya pada bahu Surya.
"Mau ngapain lo? Pake gak mau di anter jemput? Mau ketemu lo ya sama selingkuhan lo!" Tebak Surya dengan tatapan matanya yang tajam menatap Naya dari kaca spion motornya.
"Ko bisa pindah si?"
"Bisa lah, kan bos yang punya duit. Mau pindah ke mana juga udah jadi urusan dia, karyawan mah ngikut bae."
Surya membuang nafasnya dengan kasar, "Mao pindah ke mana itu resto tempat kamu kerja, yank?"
__ADS_1
"Emerald, mana gak ada akses buat naek angkot. Makin bae ini resto buat kalangan sedang ke atas."
"Iya itu ruko banyak yang kosong itu, kalo aku gak salah liet si gak jauh dari emerald ada city elektronik." Terang Surya.
"Ihs tapi kasian orang yang gak punya mobil, gak punya kendaraan kaga bisa makan steak lagi." Ujar Naya.
"Nah itu dia masalahnya. Orang mah kalo nyari tempat cari yang bener bener strategi bisa di jangkau siapa aja, lah ini malah gak bisa." Gerutu Naya dengan sebel.
"Lo lagi yank! Namanya juga bos, terserah dia orang mah." Ujar Surya.
"Ya gak gitu juga kali. Kan yang tau lapangan itu ya yang ada di dalamnya." Seru Naya.
...•••••••••...
Bersambung ....
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
__ADS_1
Jangan lupa komen ya reader, paling anteng ini novel jarang ada yang komen ðŸ¤ðŸ¤
Jempol terus bergoyang 💃💃