Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 115


__ADS_3

"Ngutang bae ya, mao kaga?" tanya ayah meminta pendapat Naya bila Naya kredit hape.


"Beli seken bae dah, yah." jawab Naya.


"Ya udah, tar coba ayah omongin sama bunda ya!"


"Beres deh, yah."


🌿🌿🌿


Ke esokan paginya.


Setelah Ani berangkat ke sekolah serta ayah yang berangkat kerja.


Setelah Naya selesai mencuci baju, Naya langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi... sedangkan bunda kebagian untuk menjemur baju yang sudah di cuci Naya.


Bunda yang sudah selesai dengan menjemur baju, langsung membawa ember ke kamar mandi.


"Nay, udah kagak ngapa-ngapain kan?" tanya bunda saat melewati kamar tidur Naya, dilihatnya Naya sedang menyisir rambut.


"Udah gak bun, udah rapihkan?" tanya Naya balik pada bunda.


"Ya udah, kamu cari Apri gih" perintah bunda.


"Mao kemana, bun?" tanya Naya yang di buat bingung, kerjaan rumah udah rapih tapi malah di suruh nyari Apri.


"Kita mao ke Borobudur, Nay."


"Ngapain kesana, bun? Borobudur, bukannya di Jogyakarta ya bun?"


"Iiiih kamu mah, ono noh yang ada di Ciledug, udah kamu siap-siap terus jangan lupa cari Apri!" bunda langsung nyelonong ke kamar mandi untuk menaruh ember bekas cucian baju.


"Mao ngapain ya bunda ngajak aku sama Apri ke Borobudur, tumben amat?" batin Naya bertanya-tanya pada pantulan dirinya sendiri yang ada pada cermin.


"Naya, pake kolor bun?" tanya Naya sambil menaruh sisir di atas lemari box.


"Pake yang cakepan dikit Nay... celana panjang Nay." ucap bunda memberi saran


Naya mengganti celana kolornya dengan celana bahan model cut bray.


"Bunda, Naya pergi cari Apri dulu!" pamit Naya.


Sementara Naya mencari Apri, bunda bersiap dengan celana bahan panjang dan juga kaos tangan pendek, gak jauh beda sama Naya, pasti pake kaos tangan pendek juga. Tidak lupa bunda juga membawa dompet kecil yang berisi uang untuk membeli hape, kartu identitas diri bunda dan kartu identitas diri Naya, lalu di masukkan ke dalam saku celana nya yang ada di sisi kanan.


Sambil menunggu Naya dan juga Apri, bunda memilih ke saung sekalian untuk menitipkan konci rumah pada nenek Fatimah.


Sampai di saung, bunda langsung mendudukkan dirinya di pinggiran saung.


"Mao kemana luh Imah, tumben rapih?" tanya nenek Fatimah yang tidak biasa melihat bunda pake celana panjang.


"Mao ke Ciledug, emak." jawab bunda.


"Emak, nitip konci ya kalo Adi pulang." ucap bunda sembari memberikan konci rumah pada nenek Fatimah.


"Emang luh mao ngapain ke Ciledug, Im?" tanya nenek Fatimah dengan memasukkan konci ke dalam saku bajunya.


"Mao beliin Naya hape... do'ain ya mak, biar duitnya cukup." ucap bunda.


"Iya gua do'ain duit luh lebih biar bisa beliin gua buah ya, gua pengen makan duku, Im." ujar nenek Fatimah.


"Iya, tar aya beliin ya... emak mao berapa kilo?" tawar bunda.


"Sekilo bae dah... utamain hape buat Naya ya Im!" ujar nenek Fatimah yang kembali mengingatkan bunda tujuannya ke Ciledug.


"Iya, beres emak."

__ADS_1


"Bunda, ikuuut." teriak Apri dari ujung gang, yang melihat bunda tengah duduk di saung bersama dengan nenek Fatimah.


Bunda langsung bangun dari duduknya, "Aya berangkat, emak." pamit bunda pada nenek Fatimah.


"Iya, hati-hati luh!" ucap nenek Fatimah yang lagi enak rebahan di saung.


Saat Apri sudah di depan bunda, Apri langsung menggenggam tangan bunda.


"Kita mao kemana, bunda?" tanya Apri dengan suara cadelnya dan wajah polosnya.


"Kita mau jalan-jalan, Apri." ucap bunda yang langsung berjalan ke jalan raya untuk menaiki angkot yang akan membawanya ke Borobudur Ciledug.


Di dalam mobil, Apri melihat sekitarnya dari jendela kaca mobil, terlihat rona bahagia Apri meski hanya menaiki angkot.


"Apri, jangan minta maenan ya!" pesan bunda yang mewanti-wanti Apri agar tidak minta mainan nanti di tempat tujuan.


"Emang kita mao ngapain bunda?" tanya Apri yang belum tau tujuannya pergi.


"Kita mao beliin kaka Nay hape, do'ain ya tong, biar uang bunda cukup, nanti bunda beliin Apri duku... Apri mau gak duku?" ucap bunda.


"Apri mao duku bunda, duku enak, manis." ucap Apri


"Duitnya cukup, bun?" tanya Naya.


"Kamu maunya hape yang kaya gimana, Nay?" tanya bunda pada Naya.


"Yang ada kamera sama mp3 nya aja, bun." ujar Naya mengutarakan keinginan hape yang akan di belinya nanti.


"Mudah-mudahan, dapat ya Nay." ucap bunda.


"Amin, ya bun." ucap Naya yang ikut mengamini.


Beberapa menit kemudian, angkot yang di tumpangi bunda, Naya dan juga Apri sampai di Ciledug.


Naya, bunda dan Apri berjalan kaki dulu untuk sampai pada tempat tujuannya.



"Iya, Nay." ucap bunda.


"Bunda tau tempat yang jual konter hape?" tanya Naya lagi.


"Gak tau, Nay... nanti kita tanya aja sama satpam kalo gak ya sama SPG nya Nay." ujar bunda yang tidak kehabisan akal meski tidak tau, masih ada mulut yang bisa di gunakan untuk bertanya.


Saat sudah di dalam gedung, bunda di sambut oleh SPG baju.


"Silahkan ibu, bajunya." ujar SPG baju.


"Neng, neng, ibu mao tanya nih neng." ucap bunda yang menghampiri SPG baju yang tadi menawarkan baju.


"Tanya apa ya, bu?" tanya si mbak dengan ramah.


"Kalo yang jual hape, di lantai berapa ya neng?" tanya bunda.


Sedangkan Apri berpegangan tangan dengan Naya sambil mendengarkan pembicaraan bunda dan mbak SPG.


"Ada di lantai atas, bu." ucap si mbak.


"Makasih ya, neng... udah ngasih tau." ucap bunda.


"Iya, sama-sama bu."


Bunda meninggalkan SPG itu dan berjalan ke arah Naya dan juga Apri yang sudah menunggu di dekat eskalator.


"Ayo Naya, Apri... kita naek ke atas." ajak bunda yang menggiring Naya dan juga Apri untuk mebaiki eskalator.

__ADS_1


"Di atas ada apaan ya, ka?" tanya Apri.


"Mana kaka tau, Pri... coba kamu tanya bunda." ucap Naya yang malah menyuruh Apri untuk bertanya pada bunda.


"Bunda, di atas ada apaan?" tanya Apri sambil menarik ujung baju bunda.


"Ada yang kita cari, Pri." ucap bunda.


Bunda, Naya dan Apri berjalan melewati beberapa konter hape dan berhenti di toko yang terlihat sepi.


"Ada yang bisa di bantu, ibu?" ucap penjaga konter ramah yang usianya tidak jauh berbeda dengan bunda.


"Begini ibu, ada hape seken ora ya? yang ada kamera sama mp3 nya?" tanya bunda.


"Ada, ayo duduk dulu." ucap ibu penjaga toko yang mempersilahkan bunda dan Naya untuk duduk.


Apri duduk di pangkuan Naya, sedangkan bunda duduk sendiri.


"Ini yang di bawah seken semua ko, tinggal pilih mau yang mana?" ucap si ibu sampil mununjuk dari atas kaca etalase.


"Yang ini, mao Nay?" tanya bunda pada hape yang berukuran besar.


"Gak mau ah, bun... ga muat di kantongin kalo yang itu mah." ujar Naya.


"Kaka, ini cakep nih ka." ujar Apri menunjuk hape yang berwarna-warni.


"Eeet puyeng di lietnya, warna warni gitu." celetuk Naya.


Si ibu penjaga konter hanya menahan tawa mendengar ucapan Naya.


"Terus kamu maunya yang kaya gimana, Nay?" tanya bunda.


"Jangan gede-gede bun, ada kamera sama mp3." ucap Naya.


"Kalo yang ini, gimana?" ibu penjaga konter menguarkan hape sony Erics*** dari dalam etalase.



"Yang ini aja bun, abu-abu." ucap Naya.


"Ya udah bu, yang ini aja." ujar bunda.


"Mau langsung di pasang gak nih sim card'nya? tanya si ibu.


"Mao dong bu." jawab Naya antusias yang langsung mengeluarkan sim card'nya ari hape jadulnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung....


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...⭐⭐⭐⭐⭐...


...🌹...


...β˜•...

__ADS_1


...β™₯️...


...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...


__ADS_2