Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 27


__ADS_3

Pagi ini di rumah Naya. Bunda lagi menyirami tanaman hiasnya dengan ember yang ia bawa dari kamar mandi beserta gayung yang tidak lupa untuk menyiramkan air pada tanaman.


Naya baru keluar dari dalam rumah dengan membawa ember yang berisikan pakaian yang akan ia jemur, pagi itu Naya yang menggantikan bunda mencuci baju.


"Kamu baru selesai nyucinya, Nay?" tanya bunda yang melihat Naya keluar dari rumah.


"Iya bun." kataku sambil menenteng gagang ember yang akan di taruh dekat jemuran bambu.


"Kamu kapan libur, Nay?" tanya bunda.


"Belum tahu, bun."


"Nay,, Nay,," teriak Apri memanggil Naya.


"Apa Apri." tanyaku.


"Mau bantu Nay ya, boleh?" pinta Apri dengan mata berbinar.


"Boleh, Apri mau bantu apa?"


Apri tidak menjawab, tapi tangan kanannya langsung meraih satu pakaian yang ada di dalam ember.


"Ini Nay." kata Apri, menyerahkan pakaian yang tadi ia ambil dari ember pada Naya.


"Iiih pinternya Apri botak." ledek Naya.


Aku pun langsung memeras pakaian yang Apri berikan pada ku tadi, lalu menjemurnya pada bambu yang terbentang.


"Kerjaan kamu, gimana Nay?' tanya bunda.


"Lancar, bun." jawab ku.


"Mana lagi, Pri?" tanya ku, karena Apri tidak menyerahkan pakaian basah pada ku.


"Ini,, " ucap Apri. Menyerahkan pakaian basah.


Setelah menyerahkan pakaian basah yang ke dua. Apri berjongkok di samping ember yang berisi pakaian basah.


"Kenapa, Apri?" tanya bunda yang melihat Apri berjongkok.


"Apri, cape bunda." jawab Apri.


"Baru dua, Apri. Masa usah cape sih." kataku.


Apri tengah asik memainkan lidi yang ia temui lalu memasukkan lidi ke dalam lubang semut.


"Jangan di ganggu Apri, nanti semutnya marah." ucap ku.


"Gak Nay. Semutnya gak marah." ucap Apri.


"Nanti kalo di gigit, jangan nangis ya!!" kata ku memperingati Apri.


"Resto masih buka lowongan kerja bun." ucapku.


"Kamu mau ngajak teman kamu lagi?" tanya bunda.


"ngajak siapa bun?"


Aaaaakh... teriak Apri.


"hiks hiks hiks." Apri menangis sambil memegang tangan kanannya.


"Kenapa, Pri?" tanya ku pura-pura tidak tahu.


"Semutnya nakal, gigit tangan Apri." ucap Apri masih terisak.


"Kasian adiknya Naya." ledek ku sambil menggendong tubuh Apri.


"Makanya Apri, kalo di kasih tahu ya di dengerin." kata bunda.


Bunda berjalan menghampiri Naya yang lagi menggendong Apri.


"Sini sama bunda." ucap bunda sambil mengambil alih untuk menggendong Apri.


"Sekalian ya Nay, nanti ember yang di sana, kamu bawa masuk ke dalam." kata bunda sambil menunjuk ke arah ember yang tadi bunda gunakan untuk menyiram tanamannya.


"Beres bun." jawab ku sambil mengacungkan jempol pada bunda."


Bunda pun berjalan masuk ke dalam rumah untuk menenangkan Apri, apa lagi kalo bukan dengan sebotol susu. Pasti Apri langsung diam.


Akhirnya selesai juga jemur bajunya. Tinggal bawa ini ember ke dalam, terus nyantai deh. Gumam Naya.


Naya langsung membawa kedua ember itu ke dalam rumah dan meletakkannya di kamar mandi.


Ting,, notifikasi pesan masuk.


Setelah selesai dengan aktivitas paginya, Naya pun langsung menuju kamarnya. Di sana Naya melihat layar ponselnya menyala.

__ADS_1


Naya tersenyum saat melihat siapa pengirimnya.


💌 Surya


kamu lagi ngapain Nay?


💌 Naya


Baru beres jemur baju.


💌 Surya


kamu tar kerja gak?


💌 Naya


Kerja dong. kenapa?


💌 Surya


pengen ke rumah kamu Nay 😒


💌 Naya


Kan aku belum pulang


💌 Surya


kamu gak deket kan sama temen cowok di tempat kerja?


💌 Naya


Ya gak lah. Kamu ya, yang dekat sama anak SPG?


💌 Surya


bukan aku yang deketin, tapi mereka yang dekatin aku 😊


💌 Naya


Alaaah,, alesan kamu aja itu mah 😏


💌 Surya


tapi kan hati aku, cuma buat kamu Nay â™Ĩī¸đŸŒš


💌 Naya


💌 Surya


yakin dong.


💌 Naya


Kamuuu, lagi ngapain yank?


💌 Surya


lagi istirahat, minum es sama ngeroko, sambil smsan sama kamu yank 😊


💌 Naya


ngeroko mulu luh,, 🙄 buat aku jajan aja sini duitnya.


💌 Surya


nanti, kalo aku gajian.. kita ke bintaro plaza yu yank???


💌 Naya


tapi kamu yang bilang ke bunda ya???


💌 Surya


beres deeh


Akhirnya selama jam istirahat Surya, di gunakan untuk saling bertukar kabar dan cerita-cerita pada Naya meski hanya lewat pesan singkat.


Mungkin biar Naya percaya, kalo Surya gak tergoda sama anak SPG di Jayen. Kalo dari segi penampilan mah, pasti kalah 😊😊 secara Naya belum baleg sama pakaian. Masih di pilihin sama bunda 😅😅


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jam menunjukkan pukul 12 siang,, bunda yang tidak melihat keberadaan Naya, langsung berjalan melangkah ke kamar Naya.


Bunda yang melihat Naya sedang tertidur sambil tangannya memegang ponsel, sedangkan televisi menyala sedang menonton Naya yang tengah terbuai dalam mimpinya. Bukannya televisi yang di tonton, ini malah terbalik.


Pasti ini anak abis kangen- kangenan sama Surya,, batin bunda.

__ADS_1


"Nay,, Nay,, bangun. Udah siang. Sholat Zuhur dulu gih.." bunda yang sedang membangunkan Naya dari tidurnya.


"Silahkan dapur bebek'nya ka..!" seru Naya.


"Eeeet ini bocah, mimpi kali ya. Di tanya apa, jawab nya apa. Tapi matanya masih tertutup rapat. Waaah ngigo nih.'' ucap bunda yang tadi mendengar Naya meracau.


"Bangun, Nay. Udah siang ini." kata bunda lagi, berusaha membangunkan Naya lagi kali ini dengan menepuk nepuk pipi Naya pelan.


"Ehh, masih ngantuk buuun. Nanti aja." ucap lu malas sambil ngulet.


"Udah bangun sanah, ambil wudhu terus sholat zuhur. Bunda masak kesukaan kamu loh Nay."


"Masak apa bun?"


"Jengkol di bumbuin Nay."


Mendengar jengkol di bumbuin, tanpa komentar lagi. Naya langsung bangun dari tidurnya dan berhegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Bunda yang melihat tingkah Naya, hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Naya, kenapa bun?" tanya ayah yang melihat bunda baru keluar dari kamar Naya.


"Ayah baru pulang?" tanya bunda.


"Iya, mumpung deket. Sekalian aja ayah pulang buat makan." ucap ayah sambil melepaskan jaketnya dan topi yang sedang ayah gunakan.


"Kebetulan ayah pulang, bunda tadi abis masak jengkol di bumbuin, yah." kata bunda.


"Waaah, rezeki ayah pulang makan jengkol. Sekalian ini bun!!" kata ayah sambil menyodorkan kopi sasetan.


"Buat bunda mana, yah?"


"Barengan aja, bun. Biar romantis segelas berdua kopinya."


Bunda langsung meraih kopi saset dan setelahnya melangkah ke arah dapur. Untuk membuatkan segelas kopi hitam panas untuk sang suami.


Apri yang mendengar suara ayah, langsung berlari keluar dari kamar.


"Ayah pulang.." kata Apri girang.


"Anak gantengnya ayah, abis ngapain ini pake kaos kutang doang?" tanya ayah sambil memangku Apri.


"Abis mimi susu, yah." kata Apri dengan suara pelonya.


"Ayah, jajan yuk." pinta Apri.


"Boleh, tapi taro helm ayah dulu nih." kata ayah.


Apri pun langsung bangun dari pangkuan ayah, lalu meraih helm yang berada di samping ayah, dan menaruhnya di bangku bulat.



gemoynya Apri bawa helm


bersambung.....


.


.


.


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊😊


.


.


.


mohon 🙏đŸģ🙏đŸģ🙏đŸģ dukung karya receh author 😊😊😊😊 dengan beri â†Šī¸


------> 👍 like


.


------> âœī¸ komen


.


-------> ⭐⭐⭐⭐⭐


.


--------> vote


.

__ADS_1


---------> jangan lupa untuk menambahkan karya receh author ke dalam list â™Ĩī¸ favorit, biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊😊😊😊


__ADS_2