
Tanpa aku sadari ternyata ada sepasang sorot mata yang tengah menatap ku tajam, sedang memperhatikan sikap ku sedari tadi dari atas motornya.
"Awas aja si Naya, pake deketan gitu sama cowok!" Serunya.
"Kalo kaya gini, bearti bener nih!" Seru ka Fajar yang melihat jumlah steak yang ke luar dari hasil print kasir dengan jumlah steak yang ke luar dari catatannya.
"Jadi harus sama ya Nay, jumlahnya." Ujar ka Novi.
"Oh iya deh ... udah kan ga ada lagi?" Tanya ku saat melihat ka Novi dan ka Fajar tengah membereskan buku laporan.
"Iya, udah." Jawab ka Novi.
Aku bangkit dari tempat duduk ku dan mata ku terkunci melihat sosok yang aku kenal tengah menatap ku dengan sorotan mata yang tajam dari atas motornya.
Mata ku membola, kaget melihatnya.
Waduh! Surya di situ baru dateng apa udah dari tadi ya? Mana serem banget lagi ngelietinnya.
Tarik nafas Naya, "Huuuh."
Aku menghampiri ayank embeb ku berharap ia baru saja sampai menjemput ku.
Tangan kanan ku terulur menyentuh bahu kirinya, "Kamu dari tadi apa baru nyampe, yank?" Tanya ku.
Bukannya menjawab, Surya malah berkata sinis pada ku, "Kayanya kamu tegang gitu ngeliet aku di sini!" Sarkasnya.
"Tegang dari mana si? Orang aku biasa aja sih!" Elak ku, tau bae lagi ini si Surya kalo gw tegang tapi lebih ke kaget udah gitu takut, takut dia marah ngeliet gw tadi duduk hadap hadapan sama ka Fajar.
"Bohong bae, lu!"
Dari pada ngeladenin Surya, mending aku cus aja lah, "Aku ambil tas dulu, yank!" Ku tinggalkan saja Surya dengan alasan tas, emang aku juga belum mengambil tas ku yang ada di dapur.
Setelah selesai berdoa, kami pulang dengan mengendarai sepeda motor masing masing.
Sebenarnya mah aku gak tega liet Dodi pulang dengan berjalan kaki sendian, tapi mau gimana lagi ... pada hal kan aku bawa motor sendiri, cuma cari aman dari pada di amuk cemburu Surya mau tidak mau aku tidak memberi tumpangan pada Dodi.
Sering kali teman di Bif Stop menilai ku pelit, takut sama pacar, menyuruh ku untuk memberikan tumpangan tapi tetep tak aku hiraukan dan yah biar lah mereka berkata apa. Aku cuek aja.
Tapi kalo aku sudah yakin jika Surya tidak menjemput, maka aku akan memberikan tumpangan pada Dodi. 🤭🤭 Masih bisa di bilang baik hati kan aku ini?
Di jalan pulang aku mengendarai sepedah motor ku di depan sedangkan Surya mengendarai sepedah motornya di belakang ku. Kalo kata orang mah kaya di kawal gitu hihihi.
__ADS_1
Saat di lampu merah, aku berhenti begitu pun dengan Surya di belakang ku yang ikut menghentikan laju sepedah motornya.
"Kamu cape gak?" Tanya Surya.
"Kaga, semangat!" Ujar ku dengan menunjukkan deretan gigi putih ku.
Begini lah tiap malam, kalo Surya bisa menjemput ku, maka ia yang akan menjemput ku, tapi emang lebih sering Surya sih yang menjemput ku di tempat kerja, seolah memberikan waktu untuk ayah beristirahat di malam hari.
Aku memarkir motor ku di depan rumah, biar ayah aja yang masukin motor ku ke dalam rumah di saat Surya sudah pulang nanti.
Ayah yang mengatur memarkir motor di dalam rumah, maklum lah ya, rumahnya kecil, tapi bagi ku rumah yang nyaman ya ini.
Surya memarkirkan sepedah motornya di halaman rumah nenek Fatimah.
Kami mengobrol sebentar di teras rumah tentunya setelah aku berganti baju dan cuci muka dulu biar wajah ku terlihat lebih seger dan gak kumel.
Kami membahas kegiatan tadi di tempat kerja, tapi kali ini Surya lebih tertarik memojokkan ku, yang di bahas tidak jauh saat tadi aku yang duduk berhadapan dengan ka Fajar, yang benar saja.
"Minum dulu, yank!" Aku menaruh segelas air di samping ia duduk.
Di saat aku hendak melangkah, "Kamu mau ke mana lagi?" Tanyanya.
"Aku mau nutup pintu dulu, yank!" Seru ku saat melihat pintu rumah masih terbuka.
Aku mendudukkan diri di sampingnya.
"Kamu tadi ngapain sih, duduk deket cowok?" Tanya Surya dengan suara dinginnya.
"Oh itu, aku lagi di ajarin cara buat laporan." Terang ku.
"Kamu kan sekolah jurusan akuntansi, masa cuma buat laporan aja masih perlu di ajarin sama temen kamu itu!"
"Lah ya beda lagi itu mah, yank ... itu mah kan masa sekolah beda sama dunia kerja." Terang ku.
"Emang kamu gak bisa gitu geser tempat duduk? Kan aku udah bilang, honey! Jaga jarak sama cowok."
Waaaah, mulai angot nih si Surya, cemburu dia, cemburu lagi, cemburu melanda.
"Ko diem? Jawab lah! Kamu suka ya sama temen kamu itu? Iya kan ? Ngaku kamu, honey!"
"Ya au amat, pikiran kamu mah kaga jauh kaya gitu ke aku. Jekek mulu." Elak ku.
__ADS_1
Ya kalo di pikir pikir, emang cakepan ka Fajar, dari segi pendidikan juga dia lebih tinggi dari Surya, dari sepi gaji, gaji ka Fajar lebih gede, udah baik, tinggi, putih, mudah berbaur sama orang, motornya juga motor sport, kalah jauh kan kalo sama Surya! Heem aku tak bisa mengelak itu tapi hati ku tetap tertuju pada mu yank embeb ku, Surya ku.
Ku tautkan ke lima jari ku dengan ke lima jari Surya, lalu ku bawa pada pangkuan ku, "Mao kamu ngomong apa juga yank, hati aku tetep aja mentok di kamu, tetap aja milih kamu." Ujar ku.
"Aku juga, kamu kan tau aku kaya gimana dulu, makanya aku gak mau kehilangan kamu, Naya ... tolong ngertiin aku, jaga jarak sama cowok ... aku cuma minta itu!" Terang Surya.
"Naya udah malam!" Seruan ayah dari dalam kamar.
"Iya, yaaaah."
Aku menatap Surya.
"Iya aku tahu! Aku di usir kan!" Seru Surya yang merasa masih belum ingin untuk meninggalkan ku.
"Bukan di usir, tapi ini udah malam, gak baik kalo masih berkeliaran di luar rumah." Terang ku, aku memberikan penjelasan pada Surya agar Surya mengerti maksud ayah dan bunda, kalo udah setengah dua belas, ayah kalo ga binda pasti memanggil nama ku.
Surya membuang nafasnya kasar.
"Aku pulang!" Serunya sambil berdiri.
"Iya ... hati hati!"
Aku mrngambil gelas yang tadi di minum Surya.
Cup.
Surya mengecup pipi ku.
"Kamu langsung tidur!" Serunya yang langsung melangkah pergi.
"Iya." Ku tatap tubuhnya yang berjalan menghampiri sepedah motornya, gak nyangka udah jalan berapa tahun ya gw ama lu Sur ... gw pikir kita bakal udahan dari kapan tau, tapi gak taunya sampe sekarang biar kata putus nyambung kita masih barengan Surya.
Akhirnya Surya mengerti akan mau ku, untuk tidak menyentuh ku dan minta ini itu, hanya sekedar cipika cipiki, itu pun ia yang memaksa meski awalnya aku menolak, tetap aja bukan Surya namanya kalo mudah menyerah.
Bersambung...
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊
Jangan lupa 👍
__ADS_1
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.