
...🌷🌷🌷🌷...
Setan dateng dari mana aja, dalam bentuk apa aja ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Naya yang sudah terbiasa bangun pagi, tidak bisa lagi menahan matanya untuk lebih lama terpejam dalam alam bawah mimpinya.
Naya bangun lebih dulu dari Surya, Naya menepuk nepuk pipi Surya yang masih terlelap.
Pok pok pok.
"Yank, bangun yank! Aku udah gak betah ini, udah gak nyaman yank! Bangun apah!" Naya terus membangunkan Surya hingga Surya akhirnya mau tidak mau harus membuka ke dua matanya yang masih saling merekat dan sulit untuk terjaga.
"Emmmmmmhhhhhh." Surya mengulet dengan merengganggkan otot otot ke dua tangan dan ke dua kakinya.
"Apa sih, bawel banget lo!" Seru Surya yang masih mampu untuk tetap terlelap terbuai dengan indahnya alam mimpi.
Naya menajamkan matanya pada Surya, "Heeet lo mah marah marah bae, itu gw udah gak enak itu, lo liet apa noh!" Gerutu Naya dengan jari telunjuk kanannya yang terulur menunjuk ke arah yang di maksud.
Surya mengikuti arah hari telunjuk Naya, "Alaaah gitu doang! Lo cebokkk juga bakal ilang itu! Bakal bersih lagi!" Sungut Surya dengan remehnya.
Bugh.
Naya menyingkirkan lengan Surya yang berada di atas perutnya hingga membentur lantai.
"Mao bangun kaga lo? Gw mau bangun, terus mandi. Lengkettt badan gw nurutin apa kata lo mah!" Naya mengenakan kembali pakaiannya dan tangannya teruler mengambil pakaian dalammm yang baru dari dalam tasnya.
"Iya iya, mau kaga mau gw juga ikut bangun begooo." Ujar Surya dengan esmosi.
__ADS_1
"Apa lo kata? Gw begooo?" Naya mengulang kembali perkataan yang tadi di ucapkan Surya dengan menunjuk diri Naya sendiri.
"Iya lo begooo. Puas lo! Udah enak di kasih waktu tidur panjang, pake bangun segala, masih pagi ini!" Surya mengenakan kembali segi tiga penutupnya dan celana bahannya dengan bertelanjang dada. Surya ke luar dari kamarnya bersama dengan Naya.
Surya melihat pintu kamar kakanya Sani masih tertutup rapattt.
Surya menunjuk jari telunjuk kanannya pada pintu kamar Sani yang masih tertutup rapattt itu.
"Noh lo liet onoh pintu! Yang nempatin itu kamar aja orangnya masih anteng tidur, beda kaya lo! Di kasih waktu buat tidur lebih panjang lagi malah nolak. Payah lo, cemen!" Sungut Surya.
"Bodo, lo kalo mau tidur... tidur aja dewekan! Gw mah mau mandi aja lah udah terlanjur ini mata gw udah kaga bisa tidur lagi!"
"Kalo di bilangin lo nya! Ngelawan mulu lu?"
Naya masuk ke dalam kamar mandi di ikuti oleh Surya yang ikut masuk dan tangannya terulur untuk menutup pintu kamar mandi.
Surya juga melorotkannn celana dan segi tiganya dari tubuhnya, Surya menjongkok di depan bak besar yang menampung air dari keran.
Tangan Surya terulur menyentuh air yang tampak tenang di dalam bak besar, Surya meraih gagang gayung dan mulai membasahi tubuhnya perlahan dengan air yang sedingin es bagi Surya sendiri.
"Beeeerrrrrrr, dingin dingin dingin diiiiingiiiiiin." Surya mengoceh ke dinginan dengan bibir yang kini gemeteran.
Setelah beberapa saat selesai dengan ritual mandi kini Naya dan Surya kembali ke kamarnya.
"Baba ke mana, yank?" Tanya Naya yang sedari bangun tidur belum juga mendapati ayah mertuanya.
"Paling ke jembatan." Ujar Surya yang kini merebahkan tubuhnya kembali di atas alas tempat tidurnya.
__ADS_1
Surya memainkan hapenya dengan jari, mencoba mengusir rasa kantuknya dengan bermain ponsel.
"Baba kalo ke jembatan jam segini, ngapain aja yank?" Tanya Naya dengan menyandarkan punggungnya pada dinding, tangannya ikut memainkan game dari hapemya.
"Mungutin sampah, bersihin jalan!" Seru Surya.
"Itu nanti di bayar, yank?" Naya menoleh wajah Surya menanti jawaban apa yang akan Surya katakan.
"Kaga, baba sendiri yang mau beresin jalan, bersihin jalan. Jadi ya kaga dapet bayarannn lah."
Tok tok tok tok.
"Tong tong, udah bangun belom lo tong!" Suara ayah handanya Surya yang menyerukan dari depan pintu kamar.
Ceklek
...•••••••••...
Bersambung ....
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
Jangan lupa komen ya reader, paling anteng ini novel jarang ada yang komen ðŸ¤ðŸ¤
Jempol terus bergoyang 💃💃
__ADS_1