Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Rejeki di patok ayam


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


"Ya kalo rumah yang di depan udah selesai dia bangun... baru lu pindah buat nempatin itu rumah bekas dia." Ujar bapak menjelaskan.


Mudah mudah cepet itu rumah di bangunnya, gw udah gak tahan tinggal di rumah mertua.


Jam di hape menunjukkan pukul 3 dini hari, hape ku berbunyi.


Dengan mata yang masih merapattt ku coba untuk membuka mata dan menjawab panggilan teleponnya.


[ "Buka pintunya, aku udah di depan." ] Ujar Surya lewat sambungan teleponnya.


"Ia tunggu."


Panggilan terputus, ku taruh hape di atas kasur, kaki ku melangkah ke luar dari dalam kamar menuju pintu.


Ceklek.


"Lama banget sih! Aku cape tau nungguin!" Seru Surya yang lantas memasukkan sepedah motornya ke dalam rumah.


"Dih ya orang lagi enak tidur di bangunin, kamu kenapa gak buka pintu aja sendiri sih! Kan bunda ngasih konci serep ke kamu, kamu malah gak mau!" Bibir ku mengerucut sebel mendapati Surya yang baru pulang malah ngedumel.


Surya melepas sepatunya dan menaruhnya di pinggiran dinding kamar.


"Kamu mau makan dulu gak, yank?" Tanya ku yang melihat Surya melepas jaket dan baju kerjanya, merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan bertelanjang dada.


"Gak lah, aku mau langsung tidur aja, mata aku udah ngantuk banget." Surya menutup ke dua matanya dengan lengannya.


Aku lantas tidur lagi di sebelahnya dengan mencemplakkk bantal guling.


Mata yang ngantuk membuat ku cepat tertidur, beberapa menit kemudian Surya bangun dengan tangannya melambai lambai di depan wajah ku.


"Yank! Yank! Kamu udah tidur yank?" Surya memanggil manggil ku, namun tidak ada sahutan.


Surya menarik sudut bibirnya ke atas, aman ini mah.


Surya mengeluarkan hapenya dari dalam saku celana bahan berwarna hitam yang tengah ia kenakan.


Tangannya berseluncur di akun media sosial yang tidak di ketahui Naya.


Hanya segelintir laki laki yang berteman dengan akun jejaring sosial miliknya sedangkah teman dunia mayanya lebih di dominasi kaum wanita.


Surya terkekeh sendiri dengan mata yang fokus pada hapenya, sesekali ia melirik ke arah Naya yang tengah tertidur terbuai dengan mimpi indahnya.


Surya di kejutkan dengan gumaman yang meluncur bebas dari bibir ku.


"Tambahan, sirloin steak weldan satu ya ka!" Seru ku dalam ke adaan mata terpejam.


Surya menoleh ke arah ku.

__ADS_1


Surya mengurut dadanya dengan membuang nafas kasar, ah elah, kirain udah bangun, ternyata dia ngigo.


Jam di hape menunjukkan pukul 5 subuh, Surya baru memejamkan kedua matanya.


Di saat bunda dan penghuni rumah lainnya bangun untuk menjalankan shalat subuh dengan ayah yang mengerjakannya di mushola.


"Nay, bangun Nay! Udah subuh nih!" Seru bunda di depan kamar ku.


"Naya, bangun Nay, Surya... Sur, Sur!"


Setelah berkali kali bunda menyerukan nama ku dan Surya, aku yang ternyata bangun duluan.


"Iya bun, Naya udah bangun!" Seru ku memberi tahu bunda jika aku sudah bangun dari tidur.


Ku kucek ke dua mata ku dengan tangan.


"Yank, bangun yank... udah subuh, bangun dulu... tar tidur lagi." Oceh ku namun Surya hanya merubah posisi tidurnya tanpa membuka suara.


Aku bangun dan berajak dari tempat tidur.


Surya membuka matanya, gak tahu orang ngantuk apa ya! Kalo mau sholat, sholat aja sendiri... gak usah ngajak ngajak, ganggu orang tidur aja, bini gak ngertiin laki! Surya mengumpat dan kembali memejamkan ke dua matanya.


"Surya udah bangun, Nay?" Tanya bunda yang sudah selesai dengan sholat subuhnya.


"Belum bun, masih ngantuk kali." Ujar ku yang lantas masuk ke dalam kamar untuk sholat subuh.


Tangan ku terulur menggoyang goyangkan lengan Surya, "Yank, bangun dulu yank! Sholat subuh dulu yuk yank!"


"Huft... kasian banget, kayanya laki gw masih ngantuk banget ini Surya." Ujar ku yang lantas sholat subuh.


Jam di dinding menunjukan pukul 6 lewat, semua penghuni rumah sudah bangun terkecuali Surya, susah untuk di bangunin.


"Bangunin laki lu! Pamali pagi pagi belum bangun, rejeki di patok ayam nanti kalo kata orang tua jaman dulu mah!" Seru bunda yang menyuruh ku untuk membangunkan Surya.


"Iya tar Naya coba bangunin lagi." Kaki ku melangkah meninggalkan bunda yang masih repot di dapur.


Ku lihat nenek yang tengah berjalan ke rumah ku dengan tangan kanannya membawa piring berisi beberapa tusuk sate.


Nenek Fatimah menyerukan nama bunda, "Imaaaah, Imaaah."


"Bunda ada nek di dapur!" Seru ku yang memberi tahu pada nenek, keberadaan bunda di mana.


Nenek langsung berjalan menuju dapur, "Ini gua bagi lu arang dikit, tadi gua di bagi ama Nata." Ujar nenek Fatimah dengan meletakkan piring di atas kompor.


Piring yang di bawakan nenek Fatimah berisikan beberapa tusuk sate kambing.


"Makasih ya, mak!" Seru bunda pada nenek Fatimah.


"Iya, sama sama... mantu lu udah bangun?" Tanya nenek Fatimah yang melihat putrinya Imah tengah memasak tempe di bumbu kecap.

__ADS_1


"Belum, masih molor." Oceh bunda tampak kecewa, kecewa mantunya belum bangun, gak sholat subuh juga.


"Eeet ya, bangunin apa! Udah nikah tapi bangun masih siang bae, rejeki di patok orang lu!" Omel nenek Fatimah.


"Au amat lah, ngomong ya udah... emang bocahnya bae yang ora mau dengerin orang tua ngomong!" Seru bunda dengan acuh. Ngapa mantu bunda gini amat ya! Rajinnya bener bener rajin.


Di saat yang lain sudah bersiap untuk seapan, Surya baru membuka ke dua matanya.


"Ayo yank, bangun... cuci muka terus makan." Ujar ku yang meminta Surya untuk bangun dan mencuci mukanya.


"Iya, entar apa! Gak tau apa orang baru bangun tidur." Surya ngedumel.


"Iya, iya. Aku ke luar duluan ya!" Oceh ku yang meninggalkan Surya di kamar.


Surya mengambil kaos dari dalam lemari dan memakainya, orang mah ya, tunggu laki rapih baru ke luar kamar... ini nyelong aja maen tinggal laki. Huft bini kaga peka.


"Laki lu mana Nay? Udah lu bangunin?" Tanya bunda.


"Udah onoh baru bangun."


Surya ke luar dari kamar saat melihat yang lainnya sudah memulai sarapannya.


"Iiiiih mantu bunda baru bangun tidur!" Ledek bunda saat Surya ke luar dari kamar.


Surya cengengesan, "Iya bun, Surya ngantuk banget pulang pagi." Oceh Surya, heet ya gini banget sih tinggal sama mertua, gak bebas... kaya di awasin.


"Sini yank, duduk... kita nyarap dulu!" Seru ku mengajak Surya untuk duduk di samping ku.


"Kamu duluan aja!" Sorya menolak dengan lembut.


"Hayo Sur, kita makan bareng sini!" Seru ayah mengajak Surya untuk sarapan bersama.


"Duluan aja, yah... Surya gak biasa sarapan." Ujar Surya yang lantas menuju kamar mandi, Surya mencuci mukanya dan berkumur.


"Sini yank, makan dulu!" Ku tawari Surya untuk sarapan lagi di saat ayah dan Ani sudah berangkat meninggalkan rumah.


"Iya udah kamu aja duluan... aku gak terbiasa sarapan." Surya berjalan ke teras dan mendudukkan dirinya di lantai dengan menghirup asap rokok yang ada di tangannya.


"Udah madang, Sur?" Tanya bunda.


Bersambung


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon


Jangan lupa 👍


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.

__ADS_1


Komen mu merubah popularitas ku 😁


__ADS_2