Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 36


__ADS_3

Tiga meter sebelum Naya sampai di perempatan cikini, Naya yang berjalan di pinggir jalan sambil pandangan mata ke bawah, melirik jalan terotoar dan melangkahkan kaki kanannya ke atas terotoar tapi karena salah perhitungan melangkah dan...


Bug


Tubuh Naya jatuh dengan kedua telapak tangannya menyentuh aspal dan kedua lututnya juga ikut menyentuh aspal, untung aja pake celana panjang jadi kedua lutut Naya tidak lecet.


"Awh..." pekik Naya saat kaki kanannya tergelincir dari terotoar dan samping lutut kanannya mencium pinggiran terotoar dengan kerasnya.


Aduuuh, alamat biru nih lutut gwe. Mana perih lagi nih telapak tangan.


"Gak apa-apa, Neng?" tanya penjual roko yang melihat Naya jatuh.


"Eh... emm. Gak apa-apa pak." ucap Naya sambil berusaha bangun dari posisinya sekarang.


Aiiiih, mimpi apa semalem. Ampe jatoh gini. Sakitnya sih gak seberapa, tapi malunya... ya ampun Naya. Gak ada angin, gak ada ujan. Ngapa coba pake jatoh.


😅😅 malu deh Naya di lietin sama kang ojek.


Naya berjalan kembali melanjutkan perjalanannya. Sambil mengusapkan kedua telapak tangannya yang perih ke bajunya. Lalu Naya menyebrang jalan dengan hati-hati.


Setelah sampai di sisi jalan, Naya menunggu angkot yang akan membawanya ke tempat kerja, stand dabek ( dapur bebek ).


Dreeet, dreeeet


Getaran pesan masuk dari handphone Naya.


Naya meraih handphonenya yang berada di dalam tas selempangnya dan melihat siapa yang mengirimkannya pesan.


💌 Surya


kamu udah di jalan yank?


💌 Naya


Lagi nunggu angkot. Kamu dah plng?


💌 Surya


belum, masih di luar jayen lagi ngasoh dulu sambil ngopi.


💌 Naya


ngopi apa nungguin SPG ?


💌 Surya


ngopi lah.


Naya menyimpan kembali handphone miliknya ke dalam tasnya.


Ciiit.


Pengendara motor yang memakai helm hitam dengan seragam Pramuka dengan tas ransel di punggungnya, menghentikan motornya di depan Naya yang sedang berdiri untuk menunggu angkot.


Setelah menghentikan motornya lalu ia melepas helm yang ia kenakan, dan ia turun dari motornya.


"Kamu ngapain disini?" tanya Naya pada si pengendara motor.


hanya rasa kecewa saat bertemu dengan kamu, Radit. Di saat rasa itu ada, kamu malah pilih mengakhiri.


"Mau nganterin kamu." kata si pria yang tidak lain adalah Radit, teman Naya di bangku SMK dulu.


Radit membuka jok motornya dan menyimpan helmnya ke dalam bagasi motor.


"Ngapain nganterin aku? Kan ada angkot, udah gih sana kamu pergi ajah." ucap Naya ketus.


"Udah gak usah ngambek. Tadi aku ke rumah kamu, terus kata bunda 'Naya udah jalan, paling masih di sekitar cikini.' Ya aku susul lah." ujar Radit.


Radit menaiki motornya kembali.

__ADS_1


"Kamu masih sama, jalan udah kaya orang mau ngambil gaji." ejek Radit dengan senyum jahilnya, " udah jangan mikir lagi, ayo naik." titah Radit yang melihat Naya masih berdiri di tempatnya.


"Ish nyebelin.." berdecak kesal namun Naya menurut dan ikut menaiki motor Radit di belakang.


Radit pun menyalakan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan sedang. Radit memperhatikan Naya lewat kaca spion sambil tetap fokus pada motornya.


"Nay..."


"Apa?"


"Pegangan yang benar apa. Emang aku tukang ojek kamu."


"Lah ya emang iya, tukang ojek. Ini tu udah bener banget pegangannya." ucap Naya nyolot dan ngengas.


"Yang bener tuh gini." ucap Radit sambil meraih tangan Naya hingga melingkar di pinggangnya.


"Ogah amat." ketus Naya sambil menarik kembali tangannya dan berpegang pada kedua sisi pingging Radit.


Melihat Naya yang teguh pada pendiriannya untuk tidak memeluk saat naik motor pun muncul ide dalam benak Radit.


Radit mengerem mendadak motornya dan menghentikan motornya di pinggir jalan.


"Yang bener tuh gini." ucap Radit sambil kedua tangannya meraih kedua tangan Naya dan menyatukannya hingga melingkar di pinggang Radit lagi.


"Tetap di sini, kalo gak nanti..." Radit menggantung perkataannya sambil menepuk punggung tangan Naya.


"Nanti apa?"


"Aku cium kamu." sambil tersenyum jahil.


"Udah sana jalan, nanti aku telat nih." pinta Naya.


"Beres tuan putri.." Radit melajukan kembali motornya.


"Nay, kamu dah punya pacar lagi ya?" tanya Radit.


"Tapi kamu masih cinta kan sama, aku?"


"Dulu ya, tapi sekarang udah gak." Naya menjawab pertanyaan Radit sambil membuang pandangan ke arah lain.


"Coba Nay, bilang gak cinta sama aku?"


"Iya gak cinta sama kamu."


"Kamu bohong Nay." kata Radit, karena sedari tadi setiap Naya menjawab pertanyaan Radit, Naya selalu membuang pandangannya ke arah lain.


"Sok tau kamu."


"Cinta dan pacar pertama itu sulit di lupain Nay, apa lagi tipe orang kaya kamu." ujar Radit.


"Berenti disini aja, Dit." pinta Naya saat sudah berada di pertigaan, tempat biasa ayah menjemput Naya.


Radit terus melajukan motornya dan motornya berhenti saat sudah berada di belakang tempat pengasapan bebek.


Naya langsung turun dari motor saat Radit sudah menghentikan laju motornya.


"Makasih ya." ucap Naya, saat sudah berdiri di samping Radit.


"Iya, hati-hati ya kerjanya." ucap Radit sambil mengelus pucuk kepala Naya.


"Apa sih..." Naya menyingkirkan tangan Radit dari pucuk kepalanya, "Gak enak tau di liet sama yang laen."


"Kamu masih cinta kan sama aku? Kita balikan ya Nay?" pinta Radit sambil menggenggam tangan kanan Naya.


"Kita jalan masing-masing, kamu sendiri kan yang mau kaya gitu? Kamu yang mulai, dan kamu juga yang akhiri. Mana perduli kamu sama aku?"


"Aku perduli sama kamu Nay. Buktinya aku datang ke rumah kamu."


"Sekarang... dulu kemana? Kamu gak berusaha buat yakinin bunda. Abis mutusin aku, kamu juga cuek ke aku. Apa itu yang di sebut peduli?"

__ADS_1


"Maaf Nay, dulu aku kesel sama sikap kamu yang cuek ke aku. Di tambah aku dengar bunda gak suka sama hubungan kita."


"Gak usah mengkambing hitamkan bunda. Kita baru putus aja, kamu langsung jadian sama ade kelas, emang kamu pikir aku gak tau." ujar Naya.


Saat ini di resto sudah ada Novi, Nini, Danu, dan 3 orang wanita yang memakai baju kemeja putih dengan berjilbab hitam.


Novi yang mengenal Radit dan memperhatikan Naya dari saat datang pun langsung berjalan menghampiri Naya dan Radit.


Karena tiga orang yang berkemeja putih saat itu tidak memperhatikan saat Naya dan Radit lewat dan Radit menghentikan motornya di tempat pengasapan.


"Ciyeeee Naya. Cinta lama, nyambung lagi nih." ledek Novi.


"Apa sih Vi. Aku duluan." ucap Naya.


Radit melepas genggaman tangannya dan Naya berlalu meninggalkan Novi dan juga Radit.


"Ko kamu pake seragam Pramuka sih, Dit?" tanya Novi heran, karena setahu Novi Radit itu sudah kerja, tapi tidak tahu pasti kerja apa.


"Oh ini. Tadi aku abis ngajar Pramuka di sekolah SMK kita dulu." jelas Radit sambil menunjuk seragam Pramuka yang bia kenakan.


"Kamu balikan sama Naya ya Dit?"


"Pengennya mah. Aku duluan ya, mau ada jadwal kuliah nih." ucap Radit sambil melirik jam tangan yang ia kenakan.


Radit menyalahkan mesin motornya, dan berlalu meninggalkan Novi yang masih menatapnya.


Novi pun kembali berkumpul pada anak dabek yang sudah pada duduk sambil menunggu supervisor mereka datang.


Dan tidak lama pak Aziz dan personil dabek lainnya datang.


"Kita kedatangan karyawan baru nih." kata pak Aziz.


"Iya pak, saya mau melamar kerja." kata Ara, gadis paling tinggi di antara 2 pelamar yang datang.


"Kamu bawaan siapa?" tanya pak Aziz pada Ara.


"Bawaan Novi, pak." jawab Ara.


"Kalo kamu?" tanya bu Rani pada gadis bertubuh pendek dan berbadan kecil.


"Bawaan Danu, bu." jawab Elsa.


"Kalo kamu?" tanya bu Rani pada gadis terakhir yang berbadan pendek namun berisi.


"Rion, bu." jawab Ela.


"Karena kalian udah pake seragam hitam putih, kalian langsung training aja ya?" titah bu Rani.


"Iya bu." jawab ketiga-tiganya serempak.


"Ya udah, kalian gabung sama yang lain. Fifi, Naya, Tika. Ajarin temennya ya!" kata pak Aziz memberi perintah.


"Iya pak." jawab Fifi, Naya dan juga ka Tika.


bersambung....


terima kasih sudah mampir membaca karya receh author 😊😊😊


mohon 🙏đŸģ 🙏đŸģ dukung karya receh author 😊😊 dengan cara â†Šī¸


\=\=\=\=> 👍 like


\=\=\=\=> âœī¸ komen


\=\=\=\=> ⭐⭐⭐⭐⭐


\=\=\=\=\=> 🎁🌹


\=\=\=\=> â™Ĩī¸ favorit biar ga ketinggalan cerita'nya 😊😊

__ADS_1


__ADS_2