
...🌷🌷🌷...
"Lah ya boleh lah." Naya mendudukkan dirinya di atas motor.
"Kirain gak boleh!" Seru Surya dengan sinis.
"Kenapa gak boleh emangnya?" Tanya Naya saat Surya sudah melajukan sepedah motornya membawa ke duanya menyusuri jalan.
"Emang kamu mau beli apa, yank?" Tanya Naya lagi saat Surya sudah melewati beberapa warung yang di lewatinya.
"Nyari roko lah!" Nyari angin, gw bete di rumah lo. Belom lagi dengerin ocehan bunda sama nenek lo!
"Di warung tadi bukannya ada yang jual roko ya, yank?"
"Cari yang murah!" Jawab Surya dengan singkat.
Setelah berkeliling menyusuri jalan setengah jam lewat, baru lah Surya kembali pulang ke rumah dengan membeli roko yang di carinya dan membeli buah duku untuk di makan bersama.
Saat di mulut gang, Apri yang melihat Naya dan Surya bersorak gembira.
"Ikut kaka, kaka... Apri ikut!" Seru Apri dengan riang ke dua tangan di rentangkan ke atas.
Surya menghentikan laju motornya dan membiarkan Apri naik di depan motor dan berdiri dengan ke dua tangan berada di stang motor.
Tangan ku terulur mengusap punggung April, "Apri abis main apa?" tanya Naya.
"Apri main mobil mobilan!" Tangan Apri terulur meraba kantong plastik hitam yang menyantel pada cantelan motor.
Apri mengadahkan wajahnya ke atas, untuk melihat wajah Surya, "Ini apaan, ka?" Tanya Apri.
"Itu? Duku, Pri." Jawab Surya dengan menghentikan laju sepedah motornya.
"Apri mau!" Seru Apri dengan melangkah turun dari motor.
"Iya, tar kita makan bareng bareng ya!" Naya mengambil kantong plastik hitam yang berisi duku.
Surya melangkah di belakang, sedangkan Apri menuntun jemari Naya untuk berjalan lebih cepat agar bisa sampai rumah dengan cepat.
Naya mendudukkan dirinya di lantai, "Panggil bunda dulu gih, Pri!" Seru Naya.
"Oceh." Apri masuk ke dalam rumah untuk memanggil bunda.
Surya mendudukan dirinya di lantai di sebelah Naya dengan tangan kanannya yang memegang sebatang rokok, menyesapnyaaa dan menghiruppp wanginya. Sedangkan tangan kirinya memegang hape, dengan sesekali jemari tangan kanan menyentuh layar hape-nya.
__ADS_1
"Kamu mau, yank?" Tanya Naya yang kini membuka buah dukunya dan memasukkannya ke dalam mulut.
"Hehehe Boleh, kalo di suapin mah." Surya kembali menatap layar hapenya.
"Ihs manja!" Naya menyuapkan buah duku ke dalam mulut Surya.
Bunda ke luar dari dalam rumah bersama dengan Apri yang tengah melompat lompat kegirangan.
"Ayo bun, sini!" Seru Naya dengan mengajak bunda untuk duduk di sisanya yang lain.
"Tangan lo sakiit, Sur?" Tanya bunda Imah saat melihat Naya menyuapkan Surya buah duku.
Apri mendudukan dirinya di lantai dengan memainkan mobil mobilannya.
"Kaga." Jawab Surya.
Bunda mencomot buah duku dari dalam kantong plastik, dasarrr ya bocah ora tau malu, di depan umum pake suap suapan hadeeeh.
"Kan biar romantis, bun!" Naya memperhatikan wajah Surya yang tampak kali ini tengah menatap layar hape dengan serius.
"Liet apa sih?" Tanya Naya penasaran.
"Ini temen kerja." Ujar Surya.
"Nenek Fatimah tawarin gih Nay!" Oceh bunda yang membukakan kulit buah duku untuk Apri.
"Wah iya, nenek belom di gero gero." Oceh Naya dengan tangan yang menyupkan duku pada mulut Surya.
Naya beranjak bangun dari duduknya, "Naya panggil nenek Fatimah dulu dah." Naya berjalan menuju rumah nenek Fatimah.
"Ini lu yang beli, Sur?" Tanya bunda.
"Iya, bun." Iya lah, masa anak lo yang beli, mana punya duit anak lo buat beli duku, secara duitnya lo yang megang.
Duit Naya bukan lagi di pegang oleh bunda, cuma masih di atur buat keperluan bareng bareng, buat bayar motor, buat ongkos Naya, buat keperluan sumur seperti sabun mandi, pasta gigi, deterjen buat nyuci baju, jadi selama Naya dan Surya tinggal di rumah bunda, Naya sama Surya sama sama belum kasih bunda uang buat belanja atau pun uang buat beli beras.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tanpa terasa 4 bulan sudah berlalu. 4 bulan sudah lamanya Surya tinggal menumpang di rumah bunda, tinggal di rumah mertua.
Malam itu Naya menunggu Surya yang menjemput, sambil menunggu di pangkalan ojek bersama dengan ka Novi dan pacarnya.
"Ka Novi duluan aja pulangnya, kalo nunggu Surya, nanti kelamaan nunggunya!" Naya yang tidak enak hati akhirnya meminta ka Novi untuk pulang duluan.
Novi menatap pacarnya, "Ya gak mungkin lah ka Novi tinggalin kamu pulang! Emang Surya udah nyampe mana, Nay?" Tanya ka Novi.
__ADS_1
"Tadi sih ngakunya masih di jalan, paling sedikit lagi nyampe... udah ka Novi duluan aja!" Naya melihat jam yang ada di hapenya, Surya belom bales lagi sih, ini bocah beneran lagi di jalan apa lembur lagi sih?
Naya di buat kesel sendiri dengan tingkah Surya saat menjemputnya, pasalnya sudah berkali kali Surya mengatakan lagi di jalan dan hasilnya ternyata Surya masih di tempat kerja, menunggu jam lemburnya yang belum berakhir.
"Udah hampir setengah dua belas lo, Nay! Lo minta aja di jemput sama ayah lo, jangan jangan laki lo itu lagi lembur, Nay?" Tebak ka Novi.
"Gak mungkin lembur ka, kena macet kali ka!" Ah elah gimana ini, ka Novi udah mulai curiga kalo Surya lagi lembur.
Ciiiit.
Motor Surya berhenti di depan Naya dan ke dua orang yang tengah menemani Naya yang sedang duduk di pangkalan ojek.
"Ini dia bocahnya, kemana dulu lo, jam segini baru jemput?" Sungut ka Novi di saat Naya berjalan menghampiri Surya dan mencium punggung tangan kanan Surya.
Surya menatap ka Novi dan pacarnya dengan sinis, "Hehehe macet di jalan!" Surya terkekeh menanggapi ocehan ka Novi, kurang asem banget itu mulu, udah kaya petasan banting, gak tau apa gw cape dari tempat kerja udah langsung ke sini! Kapreeeet banget, dasarrr janda tua!
"Kirain lo jalan dulu sama SPG baru lo jemput bini lo!" Seru ka Novi.
"Ya udah yuk, Surya udah datang mah, kita pulang!" Seru pacarnya ka Novi dengan melangkahkan kakinya pada motor yang terparkir.
"Makasih ya ka, udah di temenin!" Seru Naya yang kini mendudukan dirinya di belakang Surya di atas motor.
"Duluan ka!" Surya melajukan sepedah motornya meninggalkan ka Novi dan pacarnya.
"Iya, hati hati lo!" Seru ka Novi yang kini mendudukan dirinya di atas sepedah motor pacarnya.
Di malam yang dingin, dengan cahaya bulan yang menyinari malam, Naya memeluk erat tubuh Surya yang sedang mengendarai sepedah motornya.
Naya membatin, ya ampun ini malam ngapa jadi dingin gini ya?
"Kamu apa apaan sih, yank?" Dumel Surya.
Bersambung
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
Jangan lupa 👍
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.
Komen mu merubah popularitas ku 😁
__ADS_1