Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Pertama


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Malam semakin larut, tamu pun satu persatu mulai pergi meninggalkan halaman di mana acara pernikahan ku tadi berlangsung.


Di dalam kamar, Surya membantu ku melepas hiasan yang ada di kepala ku.


"Au, pelan pelan yank!" Seru ku.


"Ini udah pelan juga!" Seru Surya.


Setelah beberapa menit kemudian, hiasan di kepala ku sudah berhasil di lepaskan dengan bantuan Surya.


"Aku mau ganti baju, yank!" Seru ke dengan tangan membawa kaos dan celana pendek alis kolor favorit ku.


"Ya udah ganti aja." Surya melepas jas dan kemejanya, menaruhnya di pinggiran kasur, "Duh aku lupa ini gak bawa baju ganti!" Serunya lagi.


"Ini bukannya tas kamu, yank?" Ku lihat tas punggung Surya ada di bawah pinggiran kasur menyandar di dinding.


"Coba bawa ke sini, honey!"


Aku membawa tas ransel ke Surya, "Kamu bisa ke luar dulu gak, yank!" Pinta ku yang kurang nyaman ganti baju di depan Surya.


Surya mengerutkan keningnya, "Ngapain aku ke luar segala? Ganti tinggal gantikan!" Surya mengambil kaos dan celan lepisnya dari dalam tas ransel dan memakai kaosnya.


"Ihs, tutup mata kamu! Aku mau ganti tau!" Ketus ku.


"Astaga, honey... aku ini suami kamu kali, wajar lah kalo aku liet kamu gak pake baju." Oceh Surya tanpa tau malu berkata gitu.


Plak.


Tangan ku menepak lengannya, "Pelan pelan kalo ngomong! Di luar masih ada orang onoh!"


"Kamu gak usah ganti baju kali, honey!" Surya menatap ku dengan mata menatap tajam.


"Kenapa?" Tangan ku berusaha meraih sreting yang ada di punggung, namun tidak sampai.


"Sini aku bantuin!" Surya melangkah dan berdiri di belakang ku, membantu menurunkan resleting pada gaun pengantin yang aku kenakan.


Tangan Surya terulur menyentuh dan meraba punggung polos Naya, kaya gini rasanya nyentuh yang udah halal.


Aku merasakan sentuhan tangan Surya yang meraba kulit punggung ku, "Geli, yank!" Seru ku.


"Kita langsung aja ya, honey!" Surya membalik tubuh ku hingga kami saling bertatapan.

__ADS_1


Tangan Surya terulur menangkup wajah ku, "Aku mau!"


"Kaka, itu di luar ada temennya om Surya." Suara Apri yang memanggil dari luar kamar.


"Ya, Pri... bilangin tunggu ya!" Aku yang menjawab.


Surya membuang nafasnya kasar dan tanpa bicara langsung mengganti celana bahan hitamnya dengan celana jins dengan atasan kaos lengan pendek.


"Aku ke luar dulu!" Surya meninggalkan ku di dalam kamar.


"Ahahaha, gagal dia. Selamat dah buat kali ini." Gumam ku yang lantas mengganti gaun pengantin dengan celana panjang, malu juga kalo pake kolor kan masih banyak orang di luar.


Aku ke luar menyusul Surya untuk menemui temannya.


Ku lihat Surya tengah berbicara di bangku depan seorang wanita yang mengenakan jaket dan di dalamnya seragam kerja yang sama dengan Surya kenakan saat bekerja, mereka satu PT, temen kerjanya bearti!


"Tamunya gak di suruh makan, yank?" Aku menyalaminya dengan senyum ku yang terukir di bibir ku.


"Ah gak usah ka, udah malam juga ini!" Ucapnya dengan sopan.


"Ini langsung dari tempat kerja ka?" Tanya ku.


"Iya, selamat ya... selamat menempuh hidup baru, biar cepet di kasih momongan."


"Amiiin." Ku aminkan saja doa yang baik.


Akhirnya aku dan Surya menemani tamu yang silih berganti datangnya, hingga jam menunjukkan pukul dua belas malam.


"Aku balik ke kamar ya!" Seru Surya dengan menepuk bahu ku.


"Iya!" Aku berjalan melihat bunda yang ada di rumah nenek Fatimah.


Ku lihat bunda dan beberapa saudara tengah membuka dan ada juga yang menghitung uang dari hasil kondangan para tamu.


"Gak istirahat dulu aja? Kenapa juga harus di itung sekarang?" Tanya ku yang melihat bunda sudah lelah dengan mata yang berusaha melek.


"Nenek kamu tuh, minta di hitung sekarang juga!" Gerutu bunda.


Kalo udah berhubungan dengan nenek Fatimah, bunda paling susah melawan, ada aja jawaban nenek Fatimah kalo ucapannya sampai tidak di dengar oleh bunda.


"Kamu kalo udah ngantuk, langsung tidur aja... jangan lupa makan dulu ajak Surya." Oceh bunda.


"Bunda juga kalo udah ngantuk langsung tidur, jangan di paksain!" Ku kecup pipi bunda lalu aku kembali ke rumah menemani Surya yang kini berstatus suami ku.

__ADS_1


"Lama banget sih!" Seru Surya dengan ketus.


"Iya, maaf." Aku naik ke atas kasur dan merebahkan tubuh ku yang lelah.


Surya memiringkan tubuhnya ke arah ku, "Kamu udah tidur, honey?" Tanya Surya.


"Heeem! Aku ngantuk, cape juga!" Pada hal ya aku gak ngantuk ngantuk amat, hati dan jantung ku tidak karuan karena malam ini aku tidak tidur sendiri lagi, ada seorang yang tidur di samping ku. Mulai malam ini aku harus berbagi ranjang dengannya, berbagi kamar dengannya.


Tangan Surya mendarat di pinggang ku, menelusup ke balik kaos yang aku kenakan, ku rasakan deru nafas Surya yang teramat dekat dari wajah ku.


Kenapa aku ngerasa Surya nafasnya dekat banget ya? Gak mungkin juga kan wajah surya ada di depan wajah ku yang tanpa jarak?


"Honey!" Surya memanggil ku dengan lembut.


Ini fiks, wajah Surya beneran ada di dekat wajah ku. Aku membuka satu mata ku dan benar saja.


"Aku tahu ko kamu belum tidur, kita maen dulu yuk! Ini malam pertama kita loh honey!" Surya berbisik di telinga ku bibirnya menempel di leher ku.


"A- aku bingung harus ngapain!" Seru ku dengan menggeliat geli di area leher yang tertempel bibir Surya.


Dengan bibirnya Surya memberikan kis mark di leher Naya yang polos, menyesapppp dan menggigit kecil di beberapa titik leher wanita yang kini menjadi istrinya.


Tangan Surya menelusuppp masuk ke balik kaos ku, membuka pengait berenda ku dengan gerakan cepat kaos yang aku kenakan kini lepas sudah dari tubuh ku.


Dengan ke dua tangannya Surya melorotttt kan celana yang aku kenakan, membuka segitiga pengaman.


Di bawah lampu yang tamaran surya melepasss semua yang ia kenakan hingga aku dan dirinya oplas.


Jemari Surya menelusup bermain main di bawah sana, bibirnya bak seorang bayi yang ke hausan menghisapp puncak kehidupan si kembar dengan bergantian


"Eemmh, aah."


Lenguhannn dan erangannn meluncurrr bebas dari bibir ku, di saat itu pula Surya mulai mengeluarkan jarinya dan mulai memasukkan adik kecilnya ke dalam goa ku yang masih tersegel.


Dengan perlahan dan akhirnya adik kecil Surya berhasil masukkk ke dalam goa sempit dan dengan perlahan Surya bermain dengan ritme pelan dan pelan semakin cepat hingga mencapai titik klimaksss dan mengulang lagi hingga berkali kali melakukannya. Surya baru berhenti setelah merasa puasss dan merebahkan tubuhnya di saat lelah dan Naya sudah terkulai lemas karena lelah.


Bersambung


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon


Jangan lupa 👍

__ADS_1


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.


Komen mu merubah popularitas ku 😁


__ADS_2