
Sore yang di tunggu pun datang,,
Pukul 15.30 WIB
Sambil mengelap meja, sesekali Naya melihat ke arah jalan, berharap Novi akan dateng dengan membawa lamaran kerja.
Sedangkan Fifi lagi sibuk dengan menyirami beberapa pohon di pot yang memang sengaja di letakkan di anak tangga pinggir stand. Anggap aja buat pemanis buat orang-orang yang hendak masuk dan menikmati menu yang ada di Dapur Bebek.
"Bu, saya izin sholat ashar dulu ya,, kata ka Tika sambil menenteng tas kecil berisi mukena yang sengaja di bawa dari tempat kost'nya.
"Sekalian aja Tika, saya juga mau sholat." ucap bu Rani.
Ka Tika dan Bu Rani bergegas berjalan menuju mushola kecil yang berada di McDonald. Tempat yang paling dekat untuk sholat.
"Teman kamu jadi dateng Pul...?" Tanya Pak Aziz sambil membantu Ipul beres-beres di dapur.
"Jadi Pak.." Ucap Ipul sambil menyiapkan 2 buah baskom bowling stanlis yang akan di isi tepung dan yang 1 lagi di isi air yang sudah di beri bumbu.
"Langsung aja goreng beberapa potong bebek setengah mateng Pul." kata Pak Aziz.
"Emang boleh Pak..?" Tanya Ipul ragu.
"Boleh, biar nanti gak keteter kaya semalam.
"Pak, bebek asep gimana?" Tanya a Awan yang lagi menyalakan arang kelapa.
"Iya sekalian aja buat setengah mateng.." Ucap Pak Aziz.
"Nay, Bu Rani sama Tika kemana?" Tanya Pak Aziz yang ternyata sudah berdiri di belakang Naya.
"Astaghfirullah Pak, ngagetin ajah."
"Makanya jangan sambil ngelamun."
"Bu Rani sama ka Tika lagi sholat ashar di mushola yang ada di McDonald Pak." ucap Naya sambil mengelap dudukan bangku.
"Tissu yang tinggal sedikit, langsung di isi lagi aja Nay." Itu ada yang kosong Nay tissunya. Kata Pak Aziz sambil menunjuk ke meja yang tissunya sudah habis.
"Fi, botol kecap yang isinya sedikit, juga di tambah lagi ya.. Seminggu sekali botol kecap di cuci Fi." Perintah Pak Aziz.
"Iya Pak.." Fifi langsung berjalan menaruh kembali ember dan juga gayung yang ia gunakan untuk menyiram tanaman.
Sedangkan Naya langsung mengambil 1 ball tissu dan mulai mengisi penuh tempat tissu yang sudah di letakkan di atas meja tadi.
Pak Aziz yang melihat bu Rani dan ka Tika sudah selesai dengan sholat asarnya pun langsung bergegas berjalan kearah McDonald's guna menunaikan ibadah sholat asar.
Ka Tika tanpa di komando, langsung mengisi ciler dengan beberapa minuman botol, ada aqua, tebs, teh botol, sprit yang sebelumnya di lap terlebih dahulu oleh ka Tika.
Bu Rani, lagi duduk di belakang sambil berbicara dengan a Awan. Entah lah apa yang di bicarakan, yang jelas masalah pekerjaan.
Dreet,,, dreet,,, ponsel Naya bergetar..
💌 Novi
Nay,, gue udah di sektor 9 nih.. pangkalan ojek yang di belakang parkiran Macdonald..
💌 Naya
Ya udah langsung masuk aja Nov,,
💌 Novi
Gue takut nih Nay..
💌 Naya
Bismillah Nov.
Berhubung aku udah selesai ngisi tempat tissu,, aku samperin Novi aja deh. Tapi izin dulu sama Bu Rani, batin Naya.
__ADS_1
"Maaf Bu, teman saya udah di parkiran ojek. Saya bawa kesini ya bu..?" ucap Naya ragu.
"iya,, Bu Rani langsung membuang pandangan nya mencari orang yang di maksud oleh Naya.
Setelah mendapat izin dari Bu Rani,, Naya langsung berjalan ke arah pangkalan ojek..
Di sana Naya melihat Novi yang sedang berdiri di dekat seseorang yang sedang duduk di atas motornya.
"Ayo Nov,," Ajak Naya pada Novi saat sudah berdiri di depan Novi.
"Bang,, tungguin ya." Ucap Novi pada laki-laki itu.
"Iya,, menjawab dengan senyum.
Naya dan Novi berjalan bersama menghampiri Bu Rani.
"Bu, ini teman saya Novi mau ngelamar kerja.." ucap Naya pada Bu Rani.
"Kamu balik lagi kerjakan yang lain.!!" Perintah Bu Rani... "Kamu bener mau kerja?" Tanya Bu Rani dingin.
"Iya Bu, bener." Novi menyodorkan lamaran kerja yang ia bawa pada bu Rani.
"Kamu kerja sekarang siap Novi..?" Tanya bu Rani melihat ke arah Novi dari ujung kaki sampai ujung kepala.. "Gaji disini kecil loh." kata Bu Rani lagi.
"Gaji kecil juga gak apa Bu,, asal halal", "gak siap Bu,, besok ajah ya Bu.." pinta Novi.
"Ya udah,, besok datang jam 3 sore sampe disini ya.!!"
"Iya Bu, saya udah boleh pulangkan Bu?"
"Boleh,,
"Makasih ya Bu.." ucap Novi seneng.
Setelah mengatakan itu, Novi langsung berjalan ke arah laki-laki yang tadi mengantarkannya.
Ko Novi pulang siiih,, batin Naya.
Tidak berselang lama mobil avansa hitam berhenti memarkirkan mobilnya di depan Dapur Bebek,,
"Aiiiih rajin banget si tuh orang jam segini udah dateng bae." Kata ka Tika.
"Emang dia siapa ka?" tanya Fifi.
Sepasang suami istri paruh baya turun dari mobil avansa,, terlihat sederhana pakainnya,, tapi di lihat dari wajah si bapak sudah bisa di tebak orangnya tegas dan rada galak. Kalo si ibu rada adem si pandang mata.
"Itu Bu Leni sama Pak Pangesta,, yang punya Dapur Bebek ini. Kata ka Tika.
"Selamat sore Pak.." ucap ka Tika.
Pak Pangesta hanya senyum tanpa niet menjawab sapaan ka Tika. Sedangkan Fifi dan aku hanya senyum melihat Bu Leni.
Pak Pangesta dan Bu Leni duduk di meja nomor 1, dekat pohon beringin, meja paling dekat dengan dapur.
"Bagus ya, anak buah pada berdiri di depan, kalian ngerumpi di belakang.!" ucap Pak Pangesta.
Mendengar ucapan Pak Pangesta, Bu Rani dan Pak Aziz langsung menghampiri bos besar.
"Udah lama Pak,," Kata Pak Aziz sambil membungkukkan badan memberi hormat.
Sedangkan Bu Rani hanya diam sambil berdiri di sebelah Pak Aziz.
"Gimana rencana kalian??" Tanya Pak Pangesta.
"Buat saat ini perlu tambah beberapa karyawan lagi Pak." kata Pak Aziz.
"Pembagian jam kerjanya gimana Ziz? Tanya Bu Leni.
"Kita lihat karyawannya dulu Bu, nanti kalo udah bisa di lepas, kita buka dari siang. Jadi nanti ada 2 sif." Tutur Pak Aziz.
__ADS_1
"Kamu Rani.?" Tanya Pak Pangesta.
"Besok ada yang mau di ajarin buat pegang kasir Pak." Ucap Bu Rani.
Di tengah seriusnya diskusi, datang 2 orang anak laki-laki, yang langsung menghampiri meja nomor 1 yang sedang di gunakan oleh Pak Pangesta untuk berdiskusi. Satu pake baju bola dan yang satu kaos lengan pendek dengan celana panjang.
"Permisi Pak.." Ucap anak baju kaos lengan pendek bercelana panjang dengan sopan dan hormat.
"Ada apa ya dek..?" Tanya Pak Aziz.
"Kata temen saya, disini lagi ada lowongan kerja Pak, kami mau ngelamar Pak.." ucapnya lagi.
"Nama teman kalian siapa.?" Tanya Bu Leni.
"Nama teman kita Ipul Pak.." Kata anak yang berbaju bola.
"Ipul, sini Pul.." Panggil Pak Pangesta.
Ipul yang mendengar jika namanya di panggil, langsung menghampiri Pak Pangesta.
"Iya saya Pak.." Ucap Ipul berdiri di samping Pak Aziz.
"Ini teman kamu Pul.?" Tanya Pak Pangesta menatap ke dua anak laki-laki yang berdiri di samping ia duduk.
"Iya Pak benar, itu teman saya. Yang itu namanya Tohir," menunjuk anak yang memakai kaos lengan pendek, "dan yang itu Angga," menunjuk anak yang memakai baju bola.
"Kalian beneran mau ngelamar kerja.?" Tanya Pak Pangesta ragu.
"Bener Pak.." Kata Tohir dan Angga berbarengan.
"Gaji kecil, mau.?" Tanya Pak Pangesta lagi.
"Mau Pak.." Ucap Tohir dan Angga berbarengan lagi.
"Langsung kerja,, mau..!!!" Tanya Pak Pangesta.
Tohir dan Angga saling bertatapan, seolah bertanya. Lalu melihat lagi ke arah Pak Pangesta.
"Mau Pak.." Jawab Tohir dan Angga serempak.
"Kalian ini kembar.?" Tanya Bu Leni.
"Engga bu, kita tetanggaan.." Jawab Angga.
"Aziz, Rani. Gimana, kalian mau terima Angga dan Tohir kerja..?" Tanya Pak Pangesta pada Bu Rani dan Pak Aziz.
.
.
.
.
bersambung.....
.
.
🌹 kira-kira di terima gak yah Angga dan Tohir sama Pak Aziz dan Bu Rani...?
dan terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊
mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung author dengan
------> like 👍
------> komen ✍️
__ADS_1
-----> vote
------> jangan lupa tambah ke favorit ya ♥️