
"Kirain telat, ternyata malah pak Aziz belom dateng." gerutu Naya yang sedang berjalan ke arah resto.
Di resto sudah ada Rion, Ipul,Angga, Tohir, dan Heru yang sedang berkumpul di belakang dapur tempat pengasapan bebek. Sedangkan Elis, Eka, Novi dan Nini sedang berselfi ria dengan berbagai pose.
Hanya Fifi yang tidak kelihatan batang hidungnya. Sedangkan ka Tika pasti akan datang berbarengan dengan pak Aziz, a Awan dan bu Rani.
"Ko tumben ya, jam segini pak Aziz belom juga dateng." tanya ku sambil duduk di bangku agak menjauh dari Novi, Elis, Eka dan juga Nini.
"Gak tau ya, coba aja di smsin ka Tika dulu Nay." usul Novi.
Aku pun langsung meraih ponsel yang ada di saku baju dan mengetik pesan untuk ka Tika.
π Db k Tika
Ka Tika lagi dimana?
Lalu mengirimnya pada ka Tika. Lama menunggu dan tidak di balas juga.
"Ini beneran putus ya? ko Surya gak ngabarin aku udah pulang sih? apa lembur kali ya?" batin Naya.
Naya pun memilih bermain game ular yang ada di ponsel bututnya.
"Ko gak gabung sama yang laen kamu, Nay?" tanya Heru yang tahu-tahu sudah duduk di bangku belakangku.
"Gak, maen game seru." ucap Naya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.
"Pak Aziz woy, udah dateng noh." teriak Ipul yang melihat kedatangan pak Aziz.
Naya menyudahi permainan gamenya dan yang lain juga menyudahi aksi berselfi ria. Tidak ada yang memainkan ponselnya saat resto baru buka, fokus dengan priper resto.
Pak Aziz memarkir motor yang ia kendarai di belakang dekat dengan tempat pengasapan bebek.
Tidak lama a Awan datang dengan membonceng ka Tika, a Awan memarkir motornya di sebelah motor pak Aziz.
Pak Aziz datang dan langsung membuka kunci rolling door resto. Berbarengan dengan datangnya Fifi. Entah muncul dari arah mana, tahu-tahu sudah berkumpul di barisan paling belakang sambil menunggu rolling door terbuka dan siap mengeluarkan segala keperluan untuk di taruh di atas meja.
"Semuanya gak ada yang maen hape ya! Pak Pangesta lagi di jalan menuju kesini." ujar pak Aziz sambil menarik rolling door resto ke atas dan terbuka lah dapur.
"Iya pak." jawab kami dengan serempak.
Semuanya pun mulai melakukan aktivitas seperti biasa, kali ini ka Tika yang memasak nasi biasanya di lakukan oleh bu Rani.
"Bu Rani kemana ya? ko gak ada? apa mungkin libur ya? di pake pulang ke Bandung?" batin Naya bertanya-tanya.
Tiiiin... tiiin... (suara klakson mobil)
Pak Aziz dan a Awan dengan sigap menghampiri mobil Avanza hitam yang terparkir di belakang tempat pengasapan bebek.
Seperti sudah tau, tanpa di instruksikan lagi. Pak Aziz langsung membuka bagasi belakang mobil dan menggotong styrofoam box yang berukuran besar dengan di bantu a Awan.
"Rion, Ipul, Angga, Tohir. Tolong kamu bantu bapak lagi ambil barang yang ada di bagasi mobil pak Pangesta ya!" perintah pak Aziz.
Rion, Ipul, Angga dan Tohir pun langsung berjalan menghampiri barang yang ada di bagasi mobil.
"Angga.." panggil bu Lani dari dalam mobil yang sedang duduk di samping kemudi.
__ADS_1
"Tolong kamu kasih ini ke Tika." kata bu Lani sambil menyerahkan kantong plastik putih berisi rool kertas untuk mesin kasir.
"Ini aja bu?" tanya Angga sambil meraih kantong plastik putih dari tangan bu Lani.
"Iya, makasih ya." ucap bu Lani.
"Jangan pada tidur kamu tuh, Angga buat jusnya." ledek pak Pangesta.
"Gak lah pak, masa tidur." ucap Angga malu-malu dan membawa plastik putih pada ka Tika.
Jam 4 priper sudah selesai di lakukan, ada yang memilih sholat ashar dan ada yang makan mengisi perut untuk tempur di malam hari. Sebagian standby berdiri di depan berjaga kalau ada pengunjung resto yang datang.
Ka Tika memilih sholat ashar dulu baru makan, sedangkan Novi, Eka , Elsa makan duluan. Tinggal Nini dan Naya yang berjaga di depan.
"Naya, Nini... kalian mau pesen tahu kremes gak? biar sekalian aku pesenin." ucap Fifi yang berdiri di dekat stan mie kocok.
"Mau dong Fi, aku berdua sama Nini ya." ucap Naya.
"Beres." kata Fifi.
Fifi berjalan menghampiri grobak yang ada di stan mie kocok. Tampak Fifi berbicara akrab dengan pria berambut pendek, tinggi dan juga putih. Sesekali Fifi tertawa renyah dan tidak lama Fifi kembali ke tempat ia berdiri sebelumnya.
"Gimana Fi? Aku bayar berapa sama Nini?" tanya Naya.
"Sarang tiga ribu aja Nay." ujar Fifi.
"Aku bayar sama kamu ya, Fi!" ucap Naya.
Naya merogoh saku bajunya dan mengambil uang 5 ribu, kembalian dari angkot tadi. Lalu menyerahkannya pada Fifi untuk membayar tahu kremes yang Naya pesan tadi.
"Ya udah pake uang aku aja dulu yang itu, jadi kamu kasih ke Fifi serebu lagi Ni." ujar Naya.
"Oke lah kalo gitu." ucap Nini.
Ka Tika kembali dari sholat ashar dan menyimpan kembali mukena ke dalam tasnya. Ka Tika berdiri di depan kasir. Sedangkan Novi, Eka dan Elsa juga sudah selesai dari makannya.
"Naya, makan yuk?" ajak ka Tika.
"Tunggu ka, pesenan aku belum mateng." ucap Naya.
"Kamu pesen apa, Nay?" tanya ka Tika.
"Aku tadi sama Nini pesen tahu kremes sebelah ka, sama Fifi." ujar Naya.
"Nini belum makan?" tanya ka Tika.
"Belom ka." ucap Nini
"Fifi juga belum ka." ucap Fifi.
"Ya udah, tar kita makan bareng ajah." ajak ka Tika.
"Lah nanti depan gimana ka?" tanya Naya.
"Tenang ajah... ada pak Aziz sama Novi di tambah ada Eka sama Elsa kan?" ucap ka Tika.
__ADS_1
"Iya juga sih." ucap Naya.
"Fi.." panggil anak mie kocok.
Fifi yang merasa namanya di panggil pun langsung menengok ke arah suara yang memanggilnya. Fifi pun menghampiri anak mie kocok yang memanggilnya.
Fifi menghampiri kasir dengan membawa piring berisi tahu kremes.
"Ayok makan." ajak ka Tika lagi yang merasa cacing di perutnya sudah meronta-ronta minta di isi.
"Ayoooo." seru Naya kegirangan sambil bertepuk tangan.
Naya, Fifi, Nini dan juga ka Tika makan bersama di satu meja. Ka Tika memilih makan bakso malang yang biasa lewat depan resto. Naya, Nini dan Fifi memakan nasi dengan tahu kremes menggunakan tangan.
"Ka, aku mau tanya dong." tanya Naya di sela makannya.
"Mau tanya apa?" tanya ka Tika.
"Bu Rani, kemana ka?" tanya Naya.
"Bu Rani balik ke Bandung." jawab ka Tika.
"Bu Rani, libur ka?" tebak Naya.
"Fi, kamu pacaran ya sama anak mie kocok?" tanya ka Tika mengalihkan pertanyaan.
"Baru deket ka, hahaha." jawab Fifi sambil ketawa renyah.
"Jadian aja Fi, mayan kali aja bisa makan tahu kremes gretong." ucap ka Tika.
"Ahahaha, bisa bae nih ka Tika mah." jawab Fifi dengan pipi merona.
"Aseeek, dapat tahu kremes gratis." seru Naya dan Nini berbarengan.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
bersambung.....
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author πππ
mohon ππ»ππ»ππ» dukung karya receh author πππ dengan cara β©οΈ
β’β’β’β’β’> π like
β’β’β’β’β’β’> βοΈ komen
β’β’β’β’β’β’>βββββ
β’β’β’β’β’> vote
β’β’β’β’β’β’> ππΉβ
β’β’β’β’β’> β₯οΈ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya πππ
__ADS_1
π·π·π· salam manisπ·π·π·