
♥️♥️♥️
"Naya, berangkat bun." pamit Naya sebelum berangkat kerja.
"Hati-hati, Nay." bunda ke luar dari rumah.
Naya mencium punggung tangan kanan bunda, "Iya."
Bunda masuk lagi ke dalam rumah saat Naya sudah tidak terlihat.
Naya mengetik pesan lewat hape jadulnya lalu mengirim pesan tersebut ke Surya.
"Aku berangkat." pesan yang Naya kirim untuk Surya.
Setelah mengirim pesan, Naya menyimpan kembali hapenya ke dalam saku bajunya.
Saat ke luar dari gang, Naya melihat Fifi yang sudah rapih dengan baju kerjanya sedang duduk di bangku depan rumah nya.
Naya pun menghentikan langkah kaki nya, "Mao bareng gak Fi?" tanya Naya sambil melihat ke arah Fifi.
"Gak Nay, kamu duluan aja." tolak Fifi.
"Oooh, ya udah.. aku duluan ya!" seru Naya.
"Mungkin Fifi lagi nunggu di jemput." batin Naya.. sambil melanjutkan langkah kakinya menuju tempat kerja.
Makanan sehari-hari berjalan kaki untuk sampai di cikini, lalu naek angkot untuk sampai di tempat kerja. Yaaah maklum lah, Naya memilih berpacaran dengan Surya yang awal berpacaran aja belom kerja, malah statusnya pengangguran.
Sekarang Surya baru saja memasuki dunia kerja, tapi cukup berpengaruh dalam mood nya yang kadang bisa seneng kadang bisa beet mood.
Dreeet... dreet...
Getaran dari hape yang ada di saku baju Naya.
"Baru berangkat, Nay?" sapa mak Ijah yang lagi duduk di teras rumah nya saat melihat Naya yang lewat depan rumah nya.
"Iya, emak." jawab Naya membalas sapaan emak Ijah.
Sambil berjalan Naya pun meraih hapenya yang ada di saku setelah melewati rumah emak Ijah.
"Kirain Surya, gak taunya nomor aneh lagi." batin Naya yang di kira pesan jawaban dari Surya ternyata nomor orang yang mengaku Bayu.
"Hai, kamu lagi apa?" isi pesan yang di kirim Bayu.
"Kok pesen aku gak di jawab sih? Aku ganggu kamu gak?" isi pesan yang ke dua masih dari Bayu.
"Tuh kan, cara dia nanya sama persis kaya si Surya." batin Naya lagi yang makin curiga dengan isi pesan yang di kirim oleh Bayu, kata-kata nya sama persis dengan Surya saat lagi ngambek sama Naya.
"Lagi jalan mao kerja." Naya membalas pesan untuk Bayu.
"Mao aku anterin gak? kamu kerja di mana?" balas Bayu.
"Gak perlu, gak kenal mao maen anter-anter aja." Naya.
"Kan kenalan dulu, kamu namanya siapa? semalam kok pesen aku gak di jawab?" Bayu.
"Gak penting." pesan yang terakhir Naya kirim untuk Bayu.
"Surya gak bales pesen dari gua, apa lupa kali ya? coba telpon deh." batin Naya.
Naya pun mendil nomor telepon Surya dan menempel kan hapenya di telinga kanannya.
"Maaf, nomor telepon yang anda tuju, sedang tidak aktif.. silahkan hubungi lagi nanti." suara operator yang bicara.
"Lah nomornya malah gak aktif, apa mungkin hapenya mati kali ya? tapi itu si Bayu malah ngirim pesan ke gua, aduuuh makin riweh nih." gumam Naya yang hatinya kini di selimuti rasa curiga pada Surya.
__ADS_1
Naya menyimpan kembali hapenya ke dalam saku baju.
Turun dari angkot, Naya sudah di sambut kang ojek yang menyapa Naya.
"Baru keliatan lagi, neng?" sapa kang ojek.
"Iya bang, kemaren libur." jawab Naya membalas sapaan kang ojek.
"Enak dong libur, jalan-jalan neng?"
"Ahahaha, iya bang."
Melihat resto yang masih sepi, Naya pun memilih untuk duduk di bangku sambil bermain game dari hape jadulnya.
Tidak berselang lama, datang Nini.
"Ciyeee, yang abis libur.. getol amat datengnya!" ledek Nini yang baru sampai di resto.
Nini langsung ikut duduk di meja yang sama dengan Naya.
"Aku kan biasa dateng jam segini, Ni." jawab Naya.
"Wiiiih, cakep.. beli di mana Nay?" tanya Nini yang melihat gantungan hape Naya.
"Di BP.. kemaren resto rame Ni?" tanya Naya mengenai resto untuk mengalihkan perhatian Nini.
"Kamu kemaren jalan-jalan ke Bintaro Plaza Nay? resto rame Nay... tau gak?" tanya balik Nini.
"Tau apa?"
"Kemaren ada artis tau yang makan di resto.. itu loh yang suka maen FTV, ya ampun Naya, ganteng banget.. tinggi pula.. cewek nya juga cantik banget Nay, baik lagi..." Nini mulai bercerita panjang lebar pada Naya mengenai artis yang di temuinya kemaren.
"Rian delon, yang mana sih orang nya?" tanya Naya.
"Ah aku gak tau Ni."
"Ih kamu mah Nay."
"Lagi pada cerita apaan sih?" tanya Novi yang baru datang.
"Itu loh Nov, kemaren ada artis kan ya.. yang makan di sini?" seru Nini yang meminta di benarkan atas ceritanya pada Naya.
"Oh itu... iya bener Nay.. aiiiih Rian Delon gateng bener." Novi pun ikut menimpali.
"Aku gak kenal tuh sama Rian Delon." celetuk Naya.
"Nih aku kasih tau orang nya, cakep deh." ucap Novi sambil mengeluarkan hape yang berada di dalam tasnya.
Novi memperlihatkan foto Rian Delon pada Naya.
"Ini loh Nay, orangnya." ucap Novi.
"Cantik sama keren kan Nay?" tanya Nini.
"Ini mah aku tau, suka nongol tuh di FTV." jawab Naya.
"Ya au Nay, tadi katanya gak kenal." ucap Nini.
"Aku tau mukanya tapi gak tau namanya." ucap Naya.
"Yah kamu mah, jangan-jangan asal nonton televisi doang lagi, tapi gak tau nama-nama artisnya?" tanya Novi lagi.
"Ora penting tau nama, kenal nama juga ora di bagi duit." ucap Naya asal.
__ADS_1
"Eeet mata duitan." celetuk Nini.
"Tapi masih kerenan juga Surya." celetuk Naya.
"Surya Saputra? lah udah tua itu mah.. mudaan juga Rian Delon, keren, tinggi lagi ya Ni!" seru Novi yang salah mengira maksud perkataan Naya.
"Surya pacar gua lah Nov, masa Surya Saputra.. itu mah artis.. ini mah orang biasa... orang biasa yang udah memanah hati aku.. hihi." batin Naya.
"Kerja-kerja." suara pak Aziz.
Tanpa di sadari Naya, Novi dan juga Nini. Ternyata pak Aziz dan yang lain udah pada datang dan pak Aziz lagi buka kunci yang ada pada rolling door.
Naya, Novi dan Nini pun bubar dan mulai melakukan priper resto.
Malam harinya resto yang tampak ramai dengan customer.
Naya yang berdiri di samping kanan ka Tika, membelakangi stand mie kocok.. tengah asik ngerumpi dengan ka Tika.
"Ka, hari ini rame ya?" tanya Naya pada ka Tika yang berada di belakang mesin kasir.
"Iya Nay.. kamu kemaren liburan kemana Nay?"
"Seharian sama pacar aku, jalan-jalan ka ke Bintaro Plaza sama ke rumah teman."
Pak Pangesta dan bu Leni yang datang ke resto pun tidak di sadari oleh Tika dan juga Naya, itu karena pak Pangesta dan bu Leni datang dari arah stand mie kocok.
"Hayooo, ngobrol aja.. kerja-kerja.. potong gaji nih kalian ya!" ucap pak Pangesta yang berjalan melewati Tika dan juga Naya.
"Eh bapak." ucap ka Tika dengan kikuk.
"Tik, nanti kalo ada karyawan Pringga.. anter ke meja bapak ya!" pesan bu Leni sambil terus berjalan menyusul suaminya.
"Gimana nih ka? gaji aku di potong?" tanya Naya yang takut gajinya di potong karena ketawan ngobrol.
"Ya gak lah Nay.. cuma nakut-nakutin doang itu mah." jawab ka Tika yang membuat hati Naya lega.
"Mbak, saya mao dong pesen." ucap customer yang sedang duduk di stand mie kocok sambil melambaikan tangan nya ke arah ka Tika.
"Iya pak." jawab ka Tika.
Ka Tika menyerahkan buku menu pada Naya. Naya pun langsung menghampiri si customer yang sedang duduk di stand mie kocok.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
bersambung...
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊
mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️
...like...
...komen...
...vote...
...⭐⭐⭐⭐⭐...
...🌹...
...☕...
...♥️...
...🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺...
__ADS_1