Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Kalo di bilangin


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Di malam yang dingin, dengan cahaya bulan yang menyinari malam, Naya memeluk erat tubuh Surya yang sedang mengendarai sepedah motornya.


Naya membatin, ya ampun ini malam ngapa jadi dingin gini ya?


"Kamu apa apaan sih, yank?" Dumel Surya.


Naya mengerutkan keningnya, "Aku kenapa?" Tanya Naya bingung dengan ocehan Surya.


"Itu si Novi sampe ngomong kaya gitu... ngomong apaan lo sama dia?" Tanya Surya dengan emosi.


"Dih dia yang punya pikiran kaya gitu, lo tanya dong sama dia... jangan tamya sama gw!"


"Kali gitu lo ngomong yang aneh aneh sama Novi."


"Iiiiih ge'er amat gw ngomong ameh ke ka Novi... dia pada nemenin gw juga itu kemauan dia pada, bukan gw yang minta." Sungut Naya, tau gini mending gw bawa motor aja gak usah di anter jemput sama lo, dasarrr laki eror.


Sampai di rumah Naya langsung mengetuk pintu dengan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum, bunda!" Seru Naya sedangkan Surya berada di atas motornya.


Ceklak.


Bunda membukakan pintu, "Lembur lagi, Nay?" Tanya bunda saat Naya mencium punggung tangan kanannya.


"Iya." Jawab Naya singkat.


Bunda masuk lagi ke kamarnya meninggalkan Naya dan Surya.


Surya memasukkan sepedah motornya ke dalam rumah, Naya yang mengunci pintu.


"Makan dulu gidah Nay, lu berdua laki lu noh." Oceh bunda dari kamarnya dengan suara yang naik satu oktaf.


Surya masuk ke dalam kamar di susul dengan Naya.


"Iya, bun... nanti aja." Jawab Naya.


"Kamu mau mandi gak, yank?" Tanya Naya dengan tangannya yang memegang baju gantinya.


"Kamu aja." Surya merebahkan dirinya di atas tempat tidur saat sudah melepas baju kerjanya dan tinggal lah kaos dalamnyaaa yang tetap melekat pada tubuh Surya.


"Kamu gak mau cuci muka dulu?" Tanya Naya lagi.


"Bawel banget sih lo, udah sana ke luar, ngoceh mulu." Tangan Surya fokus pada layar hape yang sudah menyala, entah apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"Ihs di tanya marah marah mulu lo!" Naya meninggalkan Surya di kamar seorang diri.


Naya melihat Ani yang sudah terlelap di atas kasurnya, sedangkan bunda kini sedang menonton tivi seorang diri di kamar Ani, "Tumben Ani udah tidur itu bun?"


"Iya ini tumben bocah, cape kali dia di sekolah... lu mau mandi Nay?" Tanya bunda melihat Naya membawa baju ganti.


"Kaga lah, paling lap lap badan doang."


"Laki lu ora?"


"Tar kali dia mah." Naya langsung nyelonong ke kamar mandi.


Bunda geleng geleng kepala, jangan kan ngelap badan, kalo bisa di tahan, di tahan kali mah itu Surya buat buang air kecil doang juga, ngapa begitu ya bocah.


Naya yang merasa badannya tidak enak pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengambil kain dari dalam lemari sebagai selimut.


"Kenapa kamu?" Tanya Surya yang melihat Naya tumben tidur menyelimuti tubuhnya dengan kain.


"Gak apa apa... kamu mau makan dulu gak?" Tanya Naya yang masih bersikap biasa pada Surya.


"Gak lah, kalo kamu mau makan... kamu aja yang makan sendiri!" Surya memunggungi Naya dengan tetap bermain hape.


"Aku mau tidur aja... badan aku gak enak ini kayanya." Naya menyentuh leher dan keningnya dengan telapak tangan kanannya, hawaaa badan gw anget tapi ko dingin ya?


"Nay, Surya... lu ora pada makan dulu apa bocah?" Tanya bunda dengan suara ngegas dari luar kamar Naya kini.


Sedangkan Surya sedang sibut chatting dengan teman dunia mayanya.


"Makan dulu Nay, abis makan baru tidur... kalo sakit bae dah lu, baru nyaho!" Oceh bunda yang tidak di jawab lagi oleh Naya yang sudah terlelap dengan mulut yang meracau.


"Emmmm." Naya mengeranggg dengan ke dua mata yang terpejam.


Surya menoleh ke arah Naya, "Tidur si begitu, ora engap apa." Oceh Surya yang melihat Naya tidur dengan kain yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Enggggh dingin!" Oceh Naya.


"Kalo dingin ya selimutan, Nay!" Oceh Surya.


Selama Surya chatting dengan teman dunia mayanya, sesekali Surya cekakak cekikik sedangkan Naya terus mengeranggg dan mengigau.


"Dingin! Dingin." Gumam Naya.


Surya melirik Naya, ini bocah tidur bawel banget ya. Tapi tumben tidurnya gak anteng!


"Hooooam." Surya menguap dan melihat jam pada layar hape-nya, "Pantesan mata gw udah ngantuk... tudur lah udah malam ini." Surya menyimpan hapenya di dekat bantal kepalanya.

__ADS_1


Surya merapatkan tubuhnya pada tubuh Naya dan memiringkan tubuhnya menghadap Naya, satu tangannya menindih pinggang Naya, bujuk dah... panasss amat.


Surya kembali mendudukan dirinya dan menyingkap kain yang menutupi kepala Naya.


Di lihatnya wajah Naya dari cahaya tamaran di kamarnya, tangan Surya terulur menyentuh kening Naya, "Kamu sakit, yank?" Tanya Surya saat telapak tangannya menyentuh kening Naya yang suhunya panasss.


Naya hanya mengerang dengan ke dua tangan yang memeluk tubuhnya sendiri.


Rasa dingin menyeruak menyentuh tubuh Naya, "Dingin." Gumam Naya.


Tangan Surya menepuk nepuk pipi Naya, "Bangun yank, makan dulu gih... abis itu baru minum obat." Oceh Surya namun Naya hanya mengeranggg dan memiringkan badannya ke arah yang lain dan jadi lah Naya memunggungi Surya.


Surya mengguncang bahu Naya, "Yank, bangun dulu yank... makan dulu gih, abis itu baru minum obat." Oceh Surya lagi.


Naya tidak menggubris perkataan Surya.


"Ihs kalo di bilanginnya, susah banget ya... awas bae lo kalo sakit nyusahin gw!" Gerutu Surya dengan ikut memunggungi Naya dan memeluk bantal gulingnya.


Pagi menjelang, ayam tetangga berkokok menyambut cahaya pagi yang akan merangkat naik perlahan menyinari bumi dengan cahayanya srcara perlahan.


"Naya, bangun Nay udah subuh... Surya bangun Sur!" Suara bunda yang khas saat membangunkan Naya dan Surya saat ke duanya belum juga ke luar dari kamarnya.


"Masih tidur kali, bun!" Seru Ani yang sudah rapih dengan sholatnya.


"Bisa jadi." Jawab bunda.


"Udah biarain aja dulu, bentar lagi juga pada bangun." Ujar ayah yang baru pulang dari musolah.


Hingga Ani sudah rapih dengan baju sekolahnya, bunda sudah selesai dengan masakannya, Naya dan Surya belum juga ke luar dari kamarnya.


Surya melirik Naya yang meringkuk masih terlelap dengan tangan yang memeluk erat kain yang menyelimuti tubuhnya.


Surya meragu, apa Naya masih anget ya suhu tubuhnya? Alamat beneran sakit ini mah si Naya kalo badannnya masih anget.


Surya melihat ada bayangan orang yang berdiri di depan pintu.


Ceklek.


Bersambung


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon


Jangan lupa 👍

__ADS_1


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.


Komen mu merubah popularitas ku 😁


__ADS_2