
"Di kata lo pergi sama siapa kali! Pake di awasin kaya gitu! Lo pergi sama gw, laki lo sendiri... keles!" Surya menatap kesal pada Naya.
"Gak jelas lo!" Sungut Naya.
Sani dan Nusi saling tatap.
Nusi bertanya pada Sani dengan gerakan kepalanya yang di angkat sedikit, 'Ade lo kenapa itu?' Tanyanya tanpa suara.
Sani mengerdikkan bahunya, 'Mana gw tau!' Di jawab Sani dengan bibir yang bergerak tanpa suara.
Santi mengerutkan keningnya dengan bibirnya yang ringan bertanya pada Surya, "Kenapa lo, Sur? Abis makan orang?" Ledek Santi.
"Kampretttt lo!" Sungut Surya.
Melihat tingkah Surya membuat Naya semakin malas berlama lama di luar, dengan cueknya Naya beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar yang semalam ia tiduri.
Naya merebahkan tubuhnya di atas lantai yang sudah ia gelar karpet sebelumnya.
Perut yang sudah terisi kenyang dengan semilir angin yang masuk lewat fentilasi, di tambah posisi Naya yang kini rebahan menatap layar hape dengan tangannya yang bermain game.
Lambat namun pasti membuat ke dua mata Naya yang terjaga kini di buat lelah dan rasa kantuk menghinggapi ke dua matanya.
Naya memiringkan tubuhnya menghadap dinding, tangang yang ia gunakan untuk menggengam hape ia sandarkan pada dinding. Tanpa sadar ke dua mata yang berusaha ia buka kini terpejam dengan hape yang sudah tergeletak di depan wajahnya dengan layar yang masih menyala.
Sedangkan di luar teras rumah orang tua Surya nampak ke empat makhluk bernyawa tengah bercanda, saling meledek satu sama lain. Seakan melupakan sosok Naya yang hilang dari pandangan.
Bapaknya Surya kembali pulang ke rumah dengan tentangan di tangannya.
Bapaknya Surya berdiri di depan teras dengan melepasss alas kakinya di lantai, "Lah tong, bini lo mana?" Tanya bapaknya Surya saat tidak mendapati Naya di luar.
"Ada, tadi ke dalam, au ngapain!" Seru Surya dengan tangan dan ke dua matanya yang fokus dengan layar hape menjawab dengan acuh.
"Kirain ke mana!" Bapaknya Surya langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa serta tentengan di tangannya.
"Bapak lo beli apaan, yank?" Tanya Nusi pada istrinya.
"Paling beli makanan ikan." Ujar Sani.
"Bogel! Lo liet sono gel, bini lo!" Seru Nusi dengan melirik sepintas wajah adik iparnya.
"Ihs tar bae, nanggung nih!" Kilah Surya dengan cekakak cekikik membalas chatingan dengan teman dunia mayanya.
Sani menatap curiga dengan tingkah Surya, sorot matanya menyelidik, "Maen apaan si lo?"
__ADS_1
"Kepoooo!" Surya beranjak dan masuk ke dalam rumah, melihat Naya yang berada di dalam kamar.
Surya berjalan perlahan dengan tangan yang sibuk membalas chat teman teman media sosialnya, lagi ngapain si ini bocah, anteng banget ora ke luar kamar lagi!
Santi melihat Surya yang masuk ke dalam rumah dengan mata yang fokus pala layar hape, jalannya pun perlahan.
Santi menggelengkan kepalanya, "Astaga Sani Sani, lo liet noh ade lo, ora mau jauh dari hape, ampe jalan yang di plototin masih juga hape!"
"Belom kena batunya dia, tar deh kalo udah kena. Bakal kapok itu bocah sama yang namanya hape!" Gerutu Nusi.
"Kaya kamu ya, yank?" Ledek Sani dengan mencubit pinggang Nusi.
"Apaan sih!" Sungut Nusi.
Surya menatap tajam pada tubuh Naya yang memiring ke dinding.
"Yank! Yank! Tidur apa ini bocah ya! Tapi hape mah nyala bae!" Tangan Surya terulur meraih hape Naya yang masih menyala dan menaruhnya di atas lantai tidak jauh dari kepala Naya.
Surya mencondongkan tubuhnya dengan tangan yang bertumpu pada dinding menahan bobot tubuhnya.
"Dih pantesan gak ke luar kamar lagi! Di panggil juga kaga nyautin! Kaga taunya dia malah molor!" Sungut Surya yang mendapati Naya tengah terpejam dengan dengkuran halus meluncur bebas dari bibir Naya yang mungil.
Tangan Surya terulur menarik bahu Naya hingga Naya terlentang sempurna.
Ke dua mata Surya menatap tajam mulut Naya yang terbuka saat tidur, dia pasti tidur udah lama, gw kerjain ah.
Surya membuka pengait pada celana jins yang tengah ia kenakan, ke dua kakinya ia tekuk dan berdiri dengan ke dua lututnya.
Otongnya yang berdiri tegak ia ke luarkan dari sarangnya, dengan perlahan Surya arahkan otongnya pada mulut Naya yang terbuka.
"Hehehehe kena lo!" Gumam Surya yang berhasil memasukkan otongnya yang berdiri tegak ke dalam mulut Naya dengan perlahan hingga Naya terganggu dan terusik dengan ulah Surya.
"Emmmhhh." Naya melenguh dengan ke dua matanya yang kini membuka perlahan.
Surya langsung buru buru menyembunyikan kembali otongnya ke dalam sangkarnya.
Naya mengucek kan ke dua matanya dengan tangannya, matanya memicing tajam, "Kamu ngapain di sini?" Tanya Naya saat mendapati Surya tengah berdiri dengan ke dua lututnya di sampingnya.
Surya membatin dengan tatapan yang sulit di artikan, kampreeet, pake bangun lagi!
Tangan Surya terulur mengelus kepala Naya, "Udah kamu tidur lagi aja kalo masih ngantik mah, yank!" Seru Surya dengan suaranya yang selembut mungkin.
Surya membatin, kalo lo tidur kan bisa tuh gw masukinnn lagi senjataaa gw ke dalam mulut lo, kalo perlu sampe cairannn larvaaa gw ke luar di dalam mulut lo! Hadeeeh udah nanggung gini pake ke bangun lagi lo!
__ADS_1
Naya beranjak dari tidurnya dan memilih duduk bersandar pada dinding, mengumpulkan angan angannya yang masih separuh di bantal.
Surya mendudukan dirinya di hadapan Naya, "Kamu tadi mimpi apa, yank?" Tanya Surya.
Naya mengerut kan keningnya, "Mimpi apaan? Kaga mimpi aku." Celetuk Naya.
Surya meledek Naya dengan alisnya yang naik turun, "Masa sih? Beneran gak inget apa gak mimpi yank?" Bearti tadi Naya itu gak nyadar sama sekali ya! Kalo otong gw itu udah masuk ke dalam mulutnya? Heeem dasar bocah kalo tidur udah kebluk, gitu aja gak berasa hahaha bisa lah di coba lagi.
Naya tampak berfikir dengan apa yang Surya katakan, perasaan tadi cuma lagi maen hape terus gak berasa ini mata ketiduran. Mimpi juga kaga gw, ah emang dasarrr Surya nya aja yang gak jelas!
Surya menarik sudut bibirnya ke atas dan tangannya mengelusss pipi Naya, "Udah gak usah di pikirin, nanti cepet tua lo!" Ledek Surya yang beranjak dan meninggalakan Naya di kamar.
Di ruang depan Surya yang baru saja ke luar dari kamar langsung di tanya oleh bapaknya yang tengah rebahan dengan bertelanjang dada.
"Bini lo ngapain, tong?"
"Baru bangun tidur, ba!" Surya menjawabnya dengan kaki yang melangkah ke luar, berkumpul lagi bersama dengan kakanya.
Surya mendudukan dirinya di bangku kayu dengan ke dua kaki yang ia luruskan, coba aja bisa lebih lama lagi tuh tadi, bisa ke luar itu larvaaa gw hahaha emang masih beruntung lo Nay gak ke luar di dalam mulut lo.
"Lo udah liet bini lo, Sur? Lagi ngapain dia Sur?" Tanya Sani ingin tahu.
"Baru bangun tidur onoh dia, au dah tidur lagi apa kaga!" Terang Surya yang menjawab dengan wajah yang berbinar.
Nusi menatap tajam perubahan pada Surya, "Abis dapet lotre lo, Sur?"
Surya menggaruk keningnya yang tidak gatal, "Lotre apaan si? Kalo ngomong lo, rada rada kaga bener!" Surya tergelak.
"Dih, bocah aneh abis ke luar ngeliet bininya! Abis ngapain lo?" Santi bertanya dengan tatapan yang menyelidik.
"Jangan aneh aneh lo, Sur!" Sani ikut ikutan memojokkan Surya.
"Aneh aneh apaan sih! Orang udah sah end halal mah bebas keles!" Ledek Surya.
Waktu terus bergulir hingga tiba jam 2 lewat, Naya bergegas dengan seragam kerjanya.
...•••••••••...
Bersambung ....
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
__ADS_1
Jangan lupa komen ya reader, paling anteng ini novel jarang ada yang komen 🤭🤭
Jempol terus bergoyang 💃💃