Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 125


__ADS_3

☘️☘️☘️


"Aku berangkat kerja, yank." pesan yang Naya kirim ke Surya saat dalam perjalanan ke resto.


"Iya, hati-hati.. jangan ngelirik cowok tuh mata!" umpat Surya di pesan yang di kirimnya.


"Iya, kamu juga jaga tuh mata.. jangan selingkuh mulu." balas Naya.


"Iya ngaku, itu kan dulu.. sekarang udah gak." balas Surya.


🌿🌿🌿


Di resto saat masih sepi dari customer.


Setelah selesai dengan priper, pak Aziz menempel jadwal baru di belakang ciler.


Sedangkan Naya memilih duduk di meja yang berada persis di belakang papan putih panjang, sambil mengelap buku menu dengan lap yang di tambahkan dengan sedikit minyak goreng biar buku menu terlihat kinclong.


Tika datang menghampiri Naya dan ikut duduk di meja yang sama dengan Naya.


"Widih, Naya... besok kita masuk pagi nih." ucap Tika.


"Yang bener, ka?" tanya Naya yang belum melihat ada jadwal.


"Iya, bener... tuh ada jadwalnya di belakang ciler." ucap Tika yang memberi tahu Naya.


"Coba deh tar aku liet." ucap Naya yang buru-buru menyelesaikan mengelap buku menu.


"Sini, biar kaka bantu." ucap Tika sambil meraih ujung lap yang di pegang Naya dan ikut mengelap buku menu yang lainnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya mengelap buku menu sudah selesai, Naya langsung membawa buku menu dan menaruhnya dengan posisi berdiri dengan bersandar pada papan putih panjang.


Naya juga menaruh lap pada tempatnya dan membawa mangkok kecil yang berisi minyak goreng untuk di cuci di dapur.


Saat berjalan ke arah dapur, Naya tidak mendapati Tika di meja yang tadi mereka tempati.


"Oooo, iya tuh bener ada jadwal baru." ucap Naya yang melewati saja jadwal yang di tempel di belakang ciler.


Setelah mencuci mangkok kecil di westafel yang ada di dapur, baru Naya melihat jadwal yang ada di belakang ciler.


Naya berdiri sambil melihat jadwal, di sana tertulis nama Naya, Tika, Ayu, Rion dan Angga dengan jadwal masuk pagi yaitu jam sebelas siang sampai jam tujuh malam.


Sedangkan pak Aziz, Novi, Eka, Ipul, Tohir, A Awan masuk sore yaitu mulai dari jam tiga sore sampai jam sebelas malam.


"Asiiiik, berarti besok aku bisa ketemu Surya, Surya bisa dateng ke rumah dong.. yeeee." batin Naya bersorak gembira setelah beberapa hari tidak bertemu dengan Surya, akhirnya bisa ketemu juga, apel pacar tiba. 🤣🤣🤣


"Nay, gimana Nay?" tanya Rion yang menghampiri Naya di belakang ciler.


"Apanya yang gimana?" tanya Naya bingung.


Rion menarik krat botol minuman lalu duduk di atasnya, "Yang itu, nomor cewek."


"Ora ada, Rion." jawab Naya.


"Masa si, Naya gak punya temen cewek? temen sekolah Nay." desak Rion.


Naya duduk di sebelah ciler.


Naya meraih hapenya dalam saku baju, membuka galeri foto dan memperlihatkan foto pada Rion.

__ADS_1


"Temen Naya cuma itu doang, itu juga ada yang loss kontek." jelas Naya.


Rion memperhatikan foto yang di arahkan Naya padanya lewat layar handphonenya.



"Nay, Nay... ini Serli kan ya?" Rion menunjukkan jari telunjuk ke sisi kiri yang dekat baju merah.


"Iya... Rion kenal ama Serli?" tanya Naya.


"Lah ya kenal lah, temen SD dulu ama Rion, Serli tuh paling pendek, suka di kata cebol ama temen yang laen, maennya sama anak cowok mulu." jelas Rion.


"Ampe SMK juga Serli masih suka maen ama anak cowok, Naya malah satu sekolah di SMP ama Serli cuma gak pernah 1 kelas." ujar Naya.


"Niih, kalo yang ini namanya Desi... sama, temen waktu sekolah SD dulu ama Rion, temen maen juga kalo di rumah." ujar Rion, menunjuk jari telunjuk ke sisi sebelah kanan dari yang berbaju merah.


"Kalo yang ini, pasti luh Nay." tebak Rion sambil menunjuk ke cewek yang berdiri di paling pojok kiri dengan kerudung hitam.


"Hahaha, tau bae lu." jawab Naya.


"Wah Nay, lu dari jamannya sekolah tetep kurus ya?" ledek Rion.


"Au amat, ini kan kelas 3.. udah banyak mikir mao ulangan, jadi kurus.. dari SMP kelas 2 ampe SMK kelas 2 tuh ya, badan Nay gendut." ujar Naya.


"Eh, Nay... kalo di antara temen Naya yang ada di sini, yang mana yang belom punya pacar dah?" tanya Rion.


"Kalo setau Nay nih ya, emmmmm... Novi." celetuk Naya.


"Eeet Novi mah Rion udah tau, tuh yang lagi sama ka Tika kan?" ujar Rion.


"Hahaha, iya.. ama Novi bae." celetuk Naya.


"Itu, Mia." jawab Naya.


"Kalo dia, kaya gimana Nay anaknya?"


"Baik, jangan minta nomornya ya!" ucap Naya memperingati Rion.


"Baru juga mao minta, Nay." keluh Rion.


"Naya loss kontek ama dia." jawab Naya.


"Kalo yang pake kerudung ini, Nay.. yang ngebungkukin badan."


"Itu, Reni.. tapi udah punya pacar." jelas Naya.


Rion menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Ngapa, Rion?" tanya Naya.


"Bingung dah, Rion jadinya." ucap Rion.



Rion menggeser lagi foto yang lain.


"Nah yang ini Nay yang berdiri pake lutut, cakep tuh Nay." ujar Rion.


"Oooh yang itu, itu Icha." jawab Naya setelah melihat foto yang di maksud Rion.

__ADS_1


"Udah punya cowok apa belom Nay si Icha?" tanya Rion yang mengembalikan hape pada Naya.


Naya menyimpan kembali hapenya ke dalam saku bajunya.


"Kayanya mah ora ada pacar dah si Icha mah, abis putus ama pacarnya yang dulu ampe sekarang belom deket lagi ama cowok." jelas Naya.


"Emang mantan pacarnya ngapa, Nay?" tanya Rion.


"Kalo gak salah, selingkuh dah... tapi gak tau deh... Nay lupa." jawab Naya.


"Tau gak! lagi jamannya masih SMK itu ada loh temen sekelas yang suka ama Icha, tapi di tolak ama Icha... Icha lebih milih temenan ketimbang jadi pacar, kalo putus bisa musuhan kan kalo pacar mah." jelas Naya yang mengingat perkataan Icha dulu.


"Terus apa lagi, Nay... yang Naya tahu tentang Icha." tanya Rion yang mulai penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang Icha.


"Apa ya, suka mertabak... suka warna terang.. sekarang lagi kuliah di kampus swasta yang ada di mana tau tuh." jelas Naya lagi yang lupa Icha kuliah di kampus mana.


"Kalo di liet dari tampangnya, kayanya Icha itu orang padang ya Nay?" tebak Rion.


"Widih, Rion paranormal." ucap Naya sambil meninju bahu Rion.


"Ngapa Nay? tebakan Rion, bener ya?" tanya Rion lagi.


"Hahaha, iya bener." jawab Naya.


"Ayo kerja-kerja, mojok bae lu!" ucap Ipul yang masuk ke dapur melewati Naya dan juga Rion.


"Ada customer yang masuk, Pul?" tanya Rion yang ikut ke dapur dan melihat ada customer yang sudah duduk di meja nomor 15 dan terlihat juga jika Ayu sedang mencatat pesanan customer tersebut.


Naya pun berjalan ke depan, stand untuk para waitres.


"Udah liet kan, jadwal buat besok?" tanya Tika.


"Iya, udah... kaka gak ngasih tau si kalo ada customer?" tanya Naya pada Tika yang masih berdiri di belakang mesin kasir.


"Orang di depan juga masih ada yang lain Nay, toh cuma 1 meja doang yang ke isi ama customer." jelas Tika yang memberikan jawaban kenapa tidak memberi tahu Naya jika ada customer.


Naya meraih hape dari saku bajunya dan mengetik pesan.


"Besok aku pulang jam 7 malam dari resto, besok kamu mau ke rumah gak yank?" isi pesan yang Naya kirim ke nomor Surya alias yank.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...favoritin novel author ya 😁...


...🌹...


...☕...

__ADS_1


...🌺🌺🌺salam manis🌺🌺🌺...


__ADS_2