
...🍃🍃🍃...
"Ora jadi nonton tivi, Ni?" Tanya ku sambil melihat Ani yang memeluk bantal guling sambil menyembunyikan wajahnya.
"Kaga, Ani ngantuk! Kaka jangan bawel, nanya nanya mulu, Ani selepet itu bibir baru tau rasa luh!" Cerocos Ani.
"Iiih atut!" Ledek ku.
Apa iya, bunda sakit? Aku liet bunda dulu deh.
Aku berdiri di depan pintu kamar bunda, aku panggil ayah ku yang masih memijet dahi bunda, "Yaaah!"
Ayah menoleh ke arah ku, "Kamu, Nay? Belom tidur? Udah malam ini, tidur gih!" Perintah ayah Adi yang menyuruh ku untuk segera tidur.
Aku mendekat lalu duduk di pinggiran kasur, tangan ku terulur menyentuh kaki bunda untuk memijatnya, kedua telapak tangan ku merasakan hawa panas meski kaki bunda berselimutkan selimut, Badan bunda panas ini, apa bunda demam ya?
"Di suruh tidur, kamu malah mijetin bunda!" Seru ayah lagi menatap sekilas ke arah ku.
Aku tidak menghiraukan seruan ayah, aku malah bertanya, "Bunda demam, yah?"
"Bunda kamu maagnya lagi kambuh, tadi juga abis bebenah, kecapean juga, kurang makan juga, ya asem lambungnya naek."
"Emang bunda belum makan, yah?" Tanya ku lagi.
"Dari pagi bunda kamu gak mau makan, kurang selera katanya mah."
Aku menatap wajah bunda yang tertutupkan selimut, Apa gara gara aku tadi pagi ngambek ya? Bunda jadi gak nafsu makan, sekarang bunda jadi kaya gini.
Aku lihat wajah lelah ayah yang tadi seharian bekerja dan sekarang sibuk mengurus bunda yang lagi sakit, kerutan di wajah ayah mulai terlihat di usia yang tidak lagi muda.
Aku perhatikan tangan ayah yang berhenti memijat dahi bunda dengan kepala ayah yang menunduk, punggung ayah bersandar di kepala ranjang.
Aku memajukan kepala ku ke arah ayah lalu menundukkan wajah ku agar bisa melihat wajah ayah, "Yaaah, ayah tidur?" Tanya ku dengan suara pelan.
Tidak ada jawaban dari ayah.
__ADS_1
Waah fiks nih, ayah aku tidur, kok bisa ya? Ayah tidur dengan posisi seperti ini? Apa karena ayah memaksakan tubuhnya yang sudah lelah untuk merawat bunda? Biasanya di jam seperti ini ayah sudah tertidur dengan dengkuran yang keras. Tapi malam ini ayah masih terjaga.
Aku berdiri di samping ayah sambil satu tangan ku menepuk bahu ayah, "Bangun yah, ayah kalo ngantuk tidur aja di kasur!" Seru ku.
Kepala ayah maju beberapa senti saat ia sadar jika tertidur, "Duh ayah ketiduran ya, Nay?" Tanya ayah dengan ke dua mata yang sepet tidak mampu terbuka tapi di paksakan untuk tetap terjaga.
"Iya ayah tadi ketiduran...mending ayah tidur aja, besokkan ayah kerja." Ujar ku yang kembali duduk di tepian ranjang, dengan ke dua tangan memijat kaki bunda lagi, ada sedikit rasa bersalah sama bunda.
"Kamu juga tidur gih, Nay...besok kesiangan aja!" Ayah berjalan melewati ku lalu naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping bunda.
Ayah memiringkan tubuhnya menghadap ke bunda, satu tangannya melingkar di pinggang bunda, ayah mulai terpejam dengan dengkuran halus.
"Hooooooam." Aku menguap dengan mulut yang lebar.
Bunda menarik kakinya lalu memiringkan tubuhnya membelakangi ku hingga kini bunda dan ayah jadi saling berhadapan tidurnya, "Kamu juga tidur sana, Nay! Udah malam!" Seru bunda.
Aku bangkit dari duduk ku, "Ya udah, Naya tidur." Aku berjalan meninggalkan kamar bunda.
Aku langsung merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur yang ada di sorong, Ani tidur di atas.
Satu tangan ku meraih hape yang ada dii dekat bantal kepala, aku buka pesan yang sudah masuk.
"Jangan lupa langsung tidur." Pesan dari Surya yang di kirim dari beberapa menit yang lalu.
Kok Surya belom ngirim lagi ya? Harusnya kan udah nyampe!
Jemari ku mengetikkan huruf demi huruf di kipet hingga menjadi kata yang terangkai menjadi kalimat, lalu aku kirim ke nomor Surya.
"Kamu udah di mana, yaaaaaaaank? Harusnya kan udah sampe ini! Kenapa gak ngabarin sih! 😒" Pesan yang aku kirim ke nomor Surya.
Saat mata ini baru saja terpejam, hape yang masih dalam genggaman tangan ku bergetar tanda ada pesan masuk, mungkin dari Surya.
"Iy4, ini ud4h ny4mp3 d4ri t4di...4ku pikir k4mu ud4h tidur j4di g4k 4ku k4b4rin, k4mu tidur ud4h m4l3m?" Pesan dari Surya.
"Aku tadi abis mijetin bunda sebentar." Pesan terkirim ke nomor Surya.
__ADS_1
Lama aku menunggu pesan balasan dari Surya, 2 menit, 4 menit, 5 menit hingga 10 menit, mata ku kembali terpejam.
Ke dua mata ku memang terpejam, tapi hati dan mata ku tidak sejalan, hati ku bertanya tanya dan mengingat ingat pesan terakhir yang Surya kirim pada ku.
Tadi kok Surya ga manggil honey? Gak minta maaf juga, wah wah wah ada apaan ini? Ke dua mata yang sempat terpejam kini membuka kembali, mata ku membola, aku baca ulang lagi pesan dari Surya.
"Iy4, ini ud4h ny4mp3 d4ri t4di...4ku pikir k4mu ud4h tidur j4di g4k 4ku k4b4rin, k4mu tidur ud4h m4l3m?" Pesan dari Surya.
Benar aja kan tuh...ketikan pesannya berbeda dari biasanya, ini bukan Surya yang bales.
"Kamu lagi di mana?!" Pesan yang aku kirim ke nomor Surya.
"Kamu gak lagi di rumah kan?!"
"Woy, bales!"
Makin kalut pikiran ku, entah Surya lagi di rumah temannya tapi kok gak ngomong, apa Surya lagi di rumah cewek laen? Apa di rumah Fitri? Atau hape Surya jatoh terus di pungut orang? Gak mungkin, pasti ini Surya lagi sama cewek!
Aku melakukan panggilan ke nomor Surya.
...Panggilan keluar...
...Ayank beb Surya...
"Nomor telepon yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan, mohon hubungi beberapa saat lagi."
Aku melempar hape ke atas lasur, "Kemana si luh! Dasar buaya, ga berubah, mentang mentang sekarang udah ada motor, jadi angot lagi itu miringnya!" Omel ku sambil memiringkan tubuh ku ke arah dinding, memarahi dinding dengan satu jari telunjuk menunjuknnya seolah dinding itu adalah Surya.
Naya gak tahu aja ulahnya membanting hape di kasur dan marah marah gak jelas ternyata di lihat oleh sepasang mata yang tidak sengaja melihatnya.
Bersambung...
...💖💖💖💖💖...
Jangan lupa dukung author dengan like dan komen 😊😊
__ADS_1
Salam manis 😊