Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 108


__ADS_3

Tapi pengurangan karyawan tidak berlaku untuk a Awan dan juga ka Tika, jelas kan ya orang senior 🤣🤣🤣.


Semuanya pun berharap bila ini bukan lah hari terakhir mereka bekerja si resto.


Yang paling pertama di sebut namanya oleh pak Aziz adalah a Awan, di susul dengan ka Tika.


Setelah urusan dengan ka Tika selesei, ka Tika bangun dari kursi yang ada di depan pak Aziz, lalu berjalan ke tempat ia biasa berdiri, belakang mesin kasir.


"Nov, kamu maju Nov." ucap ka Tika yang memberi tahu jika giliran nama Novi yang di panggil.


Novi menghampiri pak Aziz, lalu duduk di depan kursi yang ada di hadapan pak Aziz.


Tidak lama Novi langsung berjalan masuk ke tempat ka Tika, sambil beri, "Eka, maju ka."


Eka langsung menghampiri pak Aziz, duduk di kursi panas, meja keramat. 🤣🤣🤣


"Gimana, Nov? pasti di perpanjang." tebak ka Tika.


"Hiks hiks hiks." Novi pura-pura menangis, "Aku di perpanjang ka!" seru Novi yang langsung memeluk tubuh kecil ka Tika.


"Selamat, ya." dalam dekapannya, ka Tika memberikan selamat pada Novi yang baru saja kontrak kerjanya di perpanjang oleh resto Dapur Bebek.


Setelah mendapat ucapan selamat dari ka Tika, Novi menjarak tubuh nya lalu memyimpan amplop yang berisi uang gajian di dalam tasnya.


"Fi, gantian kamu." ucap Eka yang langsung duduk di bangku yang ada ada di sisi kiri kasir.


Sementara Fifi menghampiri pak Aziz, Naya menepuk bahu Eka.


"Gimana, ka? di perpanjang juga kan?" tebak Naya.


"Emmm, kasih tau gak yaaa." ucap Eka.


"Kalo pun ga di perpanjang, jangan lupa maen ya ke sini, kan kita pernah kerja bareng 1 tim." ujar ka Tika menyemangati Eka.


"Masa si model kaya lu ga di perpanjang, Ka? Novi yang meragukan jika Eka di putus kontrak kerjanya.


"Ahahaha, kita masih ketemu lagi ka Novi." ujar Eka sambil merangkul leher Novi dengan tangan kanannya yang.


Fifi kembali bergabung di depan sambil memanggil nama Rion.


Kini Rion duduk di hadapan pak Aziz.


"Gimana, Fi? perpanjang kontrak kan?" tanya Naya yang melihat ada kesedihan di mata Fifi.


"Jangan sampe Fifi gak di perpanjang kontrak kerjanya, kan kasian dia juga butuh kerjaan, aku juga gak enak.. masa Novi orang yang aku masukin kerja bisa di perpanjang kontrak kerjanya tapi Fifi gak? aku juga kan kerja di sini boleh di ajak ama Fifi." batin Naya.


"Selamat ya buat kalian yang di perpanjang kontrak kerjanya." ucap Fifi dengan senyum nya.


Deg.

__ADS_1


Debaran jantung Naya berdetak crpat, seperti tak bisa percaya jika Fifi benar di putus kontrak kerjanya.


"Gak apa-apa Fi, mungkin di luaran sana ada kerjaan yang menanti kamu dengan gaji yang lebih dari disini." ucap ka Tika yang menyemangati Fifi dengan mengelus punggung Fifi, seolah tau kalo hati Fifi sedih dan ada rasa kecewa.


"Tau gini, ga bakal gua mau nyari orang baru kalo akhirnya gua yang di putus kontrak kerjanya." batin Fifi.


"Iya, ka." uca Fifi dengan senyum yang di paksakan.


"Maafin aku ya, Fi." ucap Naya yang langsung berdiri di samping Fifi.


"Maaf kenapa, Nay?" tanya Fifi yang heran dengan Naya.


"Gara-gara aku, kamu malah gak di perpanjang kerjanya." ucap Naya lirih.


"Bukan salah kamu, mungkin emang bukan rezeki aku yang ada di sini." ujar Fifi dengan bijaknya.


Setelah Rion, bergantian Ipul, Angga, Tohir lalu Heru yang di panggil pak Aziz.


"Elisa, gantian." ucap Heru yang memanggil Elisa untuk duduk di kursi panas, panas dingin kalo udah duduk di meja keramat.


Setelah itu nama yang di panggil adalah Nini, dan yang terakhir adalah Naya.


Naya duduk berhadapan dengan pak Aziz.


"Selamat ya Nay, besok kamu masih kerja di sini, kontrk kamu di perpanjang dan dapat tambahan uang transportasi dari yang sepuluh ribu jadi lima belas ribu." ucap pak Aziz memberi tahu Naya.


"Pak, bisa gak pak.. di tuker." ucap Naya.


"Di tuker, saya aja pak yang putus kontrak.. biar Fifi aja yang di perpanjang kontrak kerjanya pak, bisa gak pak?" ucap Naya yang mengutarakan isi hatinya.


Pak Aziz geleng geleng kepala mendengar pertanyaan yang Naya lontarkan padanya.


"Emang kenapa sama Fifi, Nay?"


"Ya saya gak enak pak, masa saya yang dibajak kerja sama Fifi.. malah Fifi yang di berentiin kerjanya pak."


"Bukan di berhentiin Nay, tapi emang lagi ada pengurangan karyawan, bukan cuma Fifi ko yang di putus kontrak tapi masih ada Nini, Elisa, Heru." terang pak Aziz.


"Ya sama bae pak, intinya mah ora kerja lagi di resto.. udah saya aja deh pak yang ngundurin diri, biar Fifi tetep kerja di resto." ucap Naya lagi yang masih berusaha untuk merubah keputusan pak Aziz.


"Maaf ya Nay, ibu Leni itu menilai antara kamu sama Fifi masih lebih baik kamu, 1 kamu itu gak suka maen rambut, kalo Fifi maenin rambutnya mulu udah tau lagi kerja." terang pak Aziz biar Naya bisa lebih mengerti peebedaan Naya dan Fifi di mata bu Leni.


"Jadi bu Leni ikut nilai pak? kan cuma pegang rambut, ko gitu si pak?"


"Fifi juga pecicilan, bu Leni mergokin Fifi lagi ngobrol mulu sama karyawan sebelah, belum lagi kalo bu Leni ke resto, Fifi ke toilet mulu." terang lagi pak Aziz yang jadi menjabarkan penilaian dari bu Leni.


"Kan emang Fifi pacaran sama anak mie kocok, pak."


"Pacaran boleh, gak ada yang larang, tapi harus bisa bedain antara jam kerja dengan jam di luar kerja.. kalo di luar jam kerja ya kalo mau pacaran gak jadi masalah.. tapi kalo udah masuk jam kerja, kita harus fokus sama customer." jelas pak Aziz lagi.

__ADS_1


"Jadi, gak bisa di tuker nih pak?" tanya Naya lagi yang mencoba menawar dengan pak Aziz.


"Gak bisa Naya, bapak tanya ya sama kamu. Kamu itu kerja buat siapa? apa tujuan kamu kerja?"


"Ya buat nyari duit pak, terus duitnya kasih bunda, biar bisa nyenengin bunda dengan uang hasil kerja Naya." jelas pak Aziz.


"Kalo mau punya duit, kamu harus kerja gak?"


"Lah ya harus kerja, pak."


"Ya udah, sekarang kamu kerja yang bener, jangan kecewain bu Leni yang udah pertahanin kamu di resto." ujar pak Aziz.


🌌 Malam harinya di resto.


Masih terlihat meja yang terisi dengan para customer yang masih enak ngobrol dan ada juga yang menikmati pesenannya.


Setelah sambil memperhatikan customer, pak Aziz berdiri di dekat anak waitres.


"Ayo yang semanget, biar pun udah gak kerja bareng di sini.. kalian tetap maen ya kesini, resto terbuka buat kalian untuk maen." ujar pak Aziz yang mengarah pada Fifi, Nini dan juga Heru.


"Iya, pak." yang di iyakan oleh Fifi.


"Habis dari sini, rencana kalian mau naro lamaran kerja di mana?" tanya pak Aziz lagi.


"Coba di Jayen deh pak." ucap Heru.


"Paling Nini mah buat lamaran kerja dulu, pak." ucap Nini.


"Jalan-jalan ke Bintaro Plaza pak, kali bae ada lowongan kerja." ucap Fifi.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊


mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...⭐⭐⭐⭐⭐...


...☕...


...🌹...

__ADS_1


...♥️...


...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...


__ADS_2